Drama VAR dan Evaluasi Total: Perjalanan PSS Sleman di BRI Super LeagueDrama VAR dan Evaluasi Total: Perjalanan PSS Sleman di BRI Super League

Sekolapedia – 24 Oktober 2026 | Klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta, pss Sleman, kembali harus menelan pil pahit dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2026/2027. Bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, pss harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2. Pertandingan pekan keenam ini menyajikan drama yang cukup menguras emosi, mulai dari hadiah penalti yang dinilai terlalu mudah hingga dianulirnya gol penyeimbang akibat Video Assistant Referee (VAR).

Persik Kediri membuka keunggulan melalui brace atau dua gol yang dicetak oleh Ernesto Gomez Munoz. Gol pertama lahir melalui eksekusi penalti pada menit ketujuh, disusul gol kedua menjelang akhir babak pertama di menit ke-42. Sementara itu, pss sempat memperkecil ketertinggalan lewat aksi Melvyn Lorenzen setelah menerima umpan matang dari Gustavo Henrique Barbosa Freire.

Skuad Super Elang Jawa sebenarnya nyaris menyamakan kedudukan di babak kedua melalui Gustavo Tocantins yang memanfaatkan umpan Riko Simannuntak. Namun, selebrasi tim tamu harus tertahan setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside, sehingga gol tersebut dianulir wasit. Pelatih pss, Pieter Huistra, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas sejumlah keputusan wasit dan kelengahan lini belakang timnya.

"Kami kebobolan gol, ada kesalahan di lini pertahanan. Kami tidak boleh memberikan kesempatan dua atau tiga kali bagi lawan untuk melakukan tembakan bebas atau sundulan langsung ke gawang," ungkap Huistra dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan. Juru taktik asal Belanda tersebut juga menyoroti keputusan penalti yang dianggapnya terlalu mudah diberikan kepada tim lawan, meski ia tetap memuji penampilan spartan yang ditunjukkan oleh Persik Kediri.

Meskipun menelan kekalahan, Huistra menilai bahwa pss sejatinya tampil cukup baik dan layak membawa pulang setidaknya satu poin dari lawatan tandang tersebut. Peningkatan performa ini tidak lepas dari kerja keras tim selama masa jeda kompetisi. Huistra menyebut periode jeda internasional atau FIFA Matchday sebagai pramusim sesungguhnya bagi pss, mengingat persiapan awal tim sempat terkendala masalah kontrak pemain.

"Jeda internasional sangat penting bagi kami. Pada jeda tersebut kami memiliki waktu tiga minggu untuk berlatih sangat keras, di mana setiap pemain menekan tombol reset," jelasnya. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan demi mendongkrak posisi pss di papan klasemen sementara BRI Super League musim ini dan kembali ke jalur kemenangan pada laga-laga berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *