Sekolapedia – 02 Oktober 2026 | Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan UEFA Nations League yang mempertemukan greece vs netherlands di Thessaloniki. Tim nasional Belanda harus berjuang keras untuk mengamankan satu poin setelah sempat tertinggal dua gol dari tuan rumah dalam laga yang penuh drama dan emosi ini. Meskipun sempat tampil tertekan di babak pertama, skuad asuhan Xavi Hernandez berhasil menunjukkan mentalitas juara dengan melakukan comeback di paruh kedua.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Yunani langsung mengambil inisiatif serangan. Belanda yang tampil dengan kondisi skuad yang kekurangan pemain akibat cedera tampak kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah. Ancaman pertama datang dari Christos Tzolis, namun golnya dianulir karena offside. Sayangnya bagi Yunani, Tzolis harus ditarik keluar lebih awal karena mengalami masalah hamstring yang mengkhawatirkan.
Tekanan Yunani membuahkan hasil pada menit ke-23. Fotis Ioannidis berhasil mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan umpan sundulan Georgios Masouras. Tak berselang lama, sebelum babak pertama berakhir, Yunani kembali menggandakan keunggulan melalui Masouras yang memanfaatkan assist dari Ioannidis. Skor 2-0 untuk keunggulan Yunani membuat Belanda masuk ke ruang ganti dalam kondisi yang sangat sulit.
| Waktu | Kejadian | Skor |
|---|---|---|
| 23′ | Gol Fotis Ioannidis (Yunani) | 0 – 1 |
| 44′ | Gol Georgios Masouras (Yunani) | 0 – 2 |
| 59′ | Gol Virgil van Dijk (Belanda) | 1 – 2 |
| 80’++ | Gol Tijjani Reijnders (Belanda) | 2 – 2 |
Memasuki babak kedua, Belanda tampil dengan energi yang jauh berbeda. Perubahan taktik yang diterapkan Xavi mulai membuahkan hasil. Kebangkitan Oranje dimulai pada menit ke-59 melalui sundulan tajam Virgil van Dijk memanfaatkan sepak pojok dari Joey Veerman. Gol ini memberikan secercah harapan bagi tim tamu untuk mengejar ketertinggalan dalam laga greece vs netherlands ini.
Belanda terus menekan dan mendominasi permainan di sisa waktu pertandingan. Puncaknya, Tijjani Reijnders menjadi pahlawan penyelamat poin bagi Belanda. Melalui sebuah aksi volinya yang keras setelah menerima umpan dari Noa Lang, Reijnders berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Hasil imbang ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Belanda dalam pertandingan kompetitif di waktu normal menjadi 19 laga.
Namun, di balik hasil imbang tersebut, performa beberapa pemain Belanda menjadi sorotan tajam. Quinten Timber, yang kembali masuk dalam starting XI, mendapat kritik pedas dari pengamat sepak bola ternama, Jeroen van Poppel Kieft dan Rafael van der Vaart. Timber dinilai bermain terlalu gelisah dan kurang memiliki ketenangan dalam mengolah bola. Kieft bahkan meragukan kemampuan perkembangan pemain tersebut karena pola permainan yang dianggap terlalu kacau dan tidak efisien.
Van der Vaart juga menambahkan bahwa Timber tampak terjebak dalam krisis identitas peran di lapangan. Ia disarankan untuk memilih peran yang spesifik, apakah sebagai gelandang bertahan yang murni atau pemain nomor sepuluh, alih-alih mencoba berada di tengah-tengah yang justru merusak ritme permainan. Kritik ini menjadi catatan penting bagi Xavi dalam meracik strategi tim ke depannya.
Secara keseluruhan, laga greece vs netherlands ini membuktikan ketangguhan mental pemain Belanda untuk bangkit dari keterpurukan. Meskipun tidak meraih kemenangan penuh, poin yang diraih sangat berharga untuk menjaga posisi mereka di klasemen. Bagi Yunani, meskipun gagal meraih kemenangan, performa impresif mereka di babak pertama menunjukkan bahwa mereka adalah lawan yang sangat tangguh di ajang Nations League kali ini.


Post Comment