Sekolapedia – 19 Oktober 2026 | Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan Eredivisie pekan kesembilan, di mana az alkmaar harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh SC Cambuur di Kooi Stadion. Meskipun hasil ini memberikan satu poin berharga, tim besutan Lee-Roy Echteld ini gagal memperpendek jarak dengan pemuncak klasemen, Feyenoord, yang kini unggul tiga angka di posisi puncak.
Pertandingan ini menjadi sorotan bukan hanya karena dinamika skor yang naik turun, tetapi juga karena performa konsisten bek asal Meksiko, Mateo Chavez. Pemain jebolan Chivas tersebut kembali dipercaya sebagai starter dan bermain selama 63 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Mees de Wit. Kehadiran Chavez di lini pertahanan az alkmaar semakin memperkuat posisinya sebagai pemain Meksiko dengan menit bermain terbanyak di kompetisi Eropa musim ini, dengan total akumulasi mencapai 889 menit dari berbagai ajang termasuk Liga, Supercup, dan Europa League.
| Statistik Pertandingan | Detail |
|---|---|
| Skor Akhir | SC Cambuur 2-2 AZ Alkmaar |
| Pencetak Gol Cambuur | Nicolas Binder (7′), Ilyes Hamache (41′) |
| Pencetak Gol AZ Alkmaar | Ro-Zangelo Daal (26′), Mexx Meerdink (83′ – Penalti) |
| Menit Bermain Mateo Chavez | 63 Menit |
| Posisi Klasemen AZ | Ke-2 (20 Poin) |
Jalannya laga dimulai dengan kejutan dari tuan rumah. Baru memasuki menit ke-7, Nicolas Binder berhasil membawa Cambuur unggul lebih dulu. AZ Alkmaar yang sempat kesulitan merespons, akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui aksi indah Ro-Zangelo Daal pada menit ke-26. Namun, sebelum babak pertama berakhir, Ilyes Hamache kembali membawa Cambuur memimpin lewat tendangan melengkung yang menggetarkan jala gawang De Busser tepat saat stadion memberikan apresiasi kepada legenda klub, Rein de Vries.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin tinggi. Keberuntungan berpihak pada az alkmaar ketika mereka mendapatkan hadiah penalti di menit-menit akhir. Mexx Meerdink dengan tenang mengeksekusi bola dari titik putih pada menit ke-83, memastikan skor berakhir imbang. Meskipun sempat bermain dengan keunggulan jumlah pemain setelah Devid Bouah dari Cambuur menerima kartu merah pada menit ke-53, AZ gagal mengonversi dominasi tersebut menjadi kemenangan.
Kondisi ini membuat performa az alkmaar di liga domestik terlihat kurang stabil. Dalam lima pertandingan terakhir, tim ini hanya mampu mengemas dua kemenangan, sementara sisanya berakhir dengan hasil imbang dan satu kekalahan. Hal ini menjadi catatan penting bagi tim jika mereka ingin menantang dominasi Feyenoord di sisa musim ini.
Di sisi lain, kabar dari pemain Meksiko lainnya, Armando “Hormiga” Gonzalez, menunjukkan hasil yang berbeda di Yunani. Meski hanya mendapatkan waktu bermain selama sepuluh menit di akhir laga, ia turut merasakan kemenangan Olympiakos atas Panetolikos dengan skor 2-0. Kontras dengan perjuangan di Belanda, Gonzalez kini terus mencari ritme permainan untuk mendapatkan peran lebih besar di timnya.
Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan bahwa persaingan di Eredivisie masih sangat terbuka. Bagi az alkmaar, konsistensi menjadi kunci utama untuk menjaga posisi kedua dan tetap kompetitif di kompetisi domestik maupun Eropa, terutama menjelang laga krusial melawan Juventus di Europa League mendatang.


Post Comment