Dominasi Askar Bertuah: PSPS Pekanbaru Merajai Klasemen, Namun Terganjal Sanksi Denda PSSIDominasi Askar Bertuah: PSPS Pekanbaru Merajai Klasemen, Namun Terganjal Sanksi Denda PSSI

Sekolapedia – 27 Oktober 2026 | Performa gemilang tengah ditunjukkan oleh psps pekanbaru dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/27. Tim berjuluk Askar Bertuah ini berhasil mencatatkan rekor impresif dengan menyapu bersih enam pertandingan terakhir melalui kemenangan beruntun. Hasil positif ini membawa mereka kokoh bertengger di puncak klasemen sementara Grup A, sekaligus memperkuat peluang besar untuk meraih tiket promosi ke BRI Super League musim depan.

Hingga pekan ini, PSPS Pekanbaru telah mengoleksi 18 poin dari tujuh pertandingan yang telah dijalani. Keberhasilan ini memberikan keunggulan empat poin atas rival terdekat mereka, PSMS Medan, yang saat ini menempati posisi kedua klasemen. Ketajaman lini depan menjadi salah satu kunci utama kesuksesan tim, dengan penyerang Antonio Gamaroni yang tampil sangat dominan.

Ketajaman Antonio Gamaroni Jadi Kunci Kemenangan

Penyerang berusia 26 tahun, Antonio Gamaroni, menjadi sosok yang paling diandalkan dalam skema serangan tim. Sepanjang tujuh laga yang ia jalani di Pegadaian Championship musim ini, Gamaroni telah berhasil membobol gawang lawan sebanyak tujuh kali. Catatan satu gol per pertandingan ini menjadikannya kandidat kuat dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak.

Salah satu kontribusi krusialnya terjadi saat menghadapi Persikad Depok, di mana ia mencetak dua gol yang memastikan kemenangan tim. Konsistensi Gamaroni di depan gawang lawan menjadi faktor krusial yang menjaga tren positif psps pekanbaru di papan atas klasemen.

Nama Pemain Jumlah Pertandingan Jumlah Gol
Antonio Gamaroni 7 7

Wanti-wanti Pelatih Akhyar Ilyas

Meskipun berada di jalur yang tepat menuju promosi, pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, memilih untuk tetap bersikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena dengan rentetan kemenangan yang telah diraih. Menurutnya, perjalanan kompetisi masih sangat panjang dan setiap laga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Akhyar juga menekankan pentingnya evaluasi internal, terutama mengenai pemahaman pemain terhadap strategi permainan atau game plan yang diterapkan di lapangan. Ia berharap kekompakan tim tetap terjaga hingga putaran kompetisi berakhir.

Polemik Sanksi Denda Rp20 Juta dari PSSI

Di tengah euforia kemenangan, manajemen psps pekanbaru justru tengah menghadapi kendala administratif. Pihak manajemen secara resmi mengajukan keberatan atas sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada Senin (26/10/2026). Sanksi tersebut muncul menyusul laporan pertandingan melawan Persiku Kudus pada 26 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan panitia pelaksana, klub tuan rumah dituduh gagal menjaga keamanan karena adanya pihak luar yang memasuki area Field of Play (FOP) dan ruang ganti tim tamu tanpa mengenakan kartu pengenal (ID card). Namun, manajemen membantah keras tuduhan tersebut dengan bukti-bukti kuat.

Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, menjelaskan bahwa sosok yang dilaporkan tanpa atribut tersebut sebenarnya adalah Direktur Teknik Persiku Kudus, Kahudi Wahyu. Berdasarkan analisis foto, Kahudi berada di area tersebut pada pukul 18.05 WIB, saat pertandingan telah usai dan rombongan tim tamu sedang bersiap meninggalkan stadion. Pada saat itu, penggunaan ID card memang sudah tidak diperlukan lagi karena aktivitas pertandingan telah selesai.

Manajemen menegaskan bahwa pejabat klub lawan tersebut sebenarnya telah memiliki identitas resmi sejak awal laga. Oleh karena itu, PSPS Pekanbaru mendesak PSSI untuk meninjau kembali keputusan tersebut, membatalkan denda, serta mengevaluasi kinerja match commissioner yang bertugas agar kejadian serupa tidak merugikan nama baik klub di masa mendatang.

Saat ini, keputusan akhir mengenai pembatalan sanksi tersebut masih menunggu tindak lanjut resmi dari pihak PSSI melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Fokus tim kini terbagi antara menjaga konsistensi di lapangan hijau dan menyelesaikan urusan hukum di luar lapangan demi kelancaran perjuangan menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *