Barcelona vs Betis berakhir dengan skor 2-5, tetapi hasil tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan menurut Manuel Pellegrini. Pelatih Real Betis itu menilai ada sejumlah keputusan penting yang memengaruhi pertandingan, termasuk gol yang dianulir, insiden tangan, keputusan VAR, serta kartu merah yang diterima salah satu pemainnya.
Dalam keterangannya kepada DAZN, Pellegrini menyampaikan kekecewaan besar setelah timnya kalah dengan selisih tiga gol. Ia menganggap berbagai insiden yang terjadi membuat Betis berada dalam situasi sulit, terutama setelah bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap.
Barcelona vs Betis Berakhir 2-5
Skor akhir 2-5 menunjukkan keunggulan besar Barcelona atas Betis. Namun, Pellegrini menilai angka tersebut terlalu berat jika melihat rangkaian kejadian selama pertandingan. Baginya, hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh permainan kedua tim, tetapi juga oleh keputusan-keputusan yang dianggap tidak konsisten.
Pelatih asal Chile itu menyebut kekalahan tersebut sebagai pukulan penting bagi Betis. Ia menilai timnya mengalami beberapa situasi yang merugikan dan tidak memperoleh perlakuan yang menurutnya seimbang dalam momen-momen krusial.
“Kalah 2-5 tidak mencerminkan pertandingan, terutama karena insiden-insiden yang memengaruhi hasil,” ujar Pellegrini dalam pernyataannya kepada DAZN.
Barcelona vs Betis dan Gol yang Dianulir
Salah satu hal yang paling dipersoalkan Pellegrini adalah keputusan membatalkan sebuah gol Betis. Ia menyebut pembatalan tersebut tidak masuk akal dan menjadi bagian dari keputusan yang sangat merugikan timnya.
Menurut penjelasan Pellegrini, insiden itu berkaitan dengan tangan Cucho. Ia berpendapat sentuhan tersebut terjadi setelah pemain Betis itu terdorong oleh pemain Barcelona. Karena itu, Pellegrini menilai situasinya tidak seharusnya dipandang sebagai pelanggaran yang membuat gol Betis dibatalkan.
Pelatih tersebut menganggap keputusan itu sangat penting karena berdampak langsung pada jalannya laga. Ketika sebuah gol dianulir, momentum pertandingan dapat berubah, terlebih dalam duel dengan skor yang kemudian berkembang menjadi 2-5.
Insiden Tangan di Tengah Lapangan
Pellegrini juga menyoroti insiden tangan lain yang terjadi jauh dari area gawang. Ia menjelaskan bahwa sentuhan tersebut berlangsung di tengah lapangan, sekitar 30 meter dari gawang, dan tidak memiliki hubungan dengan proses terciptanya gol.
Dalam pandangan Pellegrini, tangan itu bersifat tidak disengaja. Selain itu, lokasinya yang jauh dari gawang membuatnya tidak memberikan pengaruh langsung terhadap peluang mencetak gol. Karena alasan tersebut, ia mempertanyakan mengapa insiden tersebut ikut menjadi bagian dari keputusan yang dianggap merugikan Betis.
Perdebatan mengenai handball menjadi salah satu titik utama dalam penilaian Pellegrini terhadap pertandingan. Ia tidak hanya mempersoalkan ada atau tidaknya sentuhan tangan, tetapi juga konteks kejadian, jarak dari gawang, serta dampaknya terhadap permainan.
Barcelona vs Betis: Pellegrini Pertanyakan Gol Ketiga
Selain gol yang dianulir dan insiden tangan, Pellegrini menilai gol ketiga Barcelona juga seharusnya mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Ia menyebut terdapat situasi ketika kaki pemain Barcelona berada setinggi kepala pemain Betis.
Menurut Pellegrini, momen tersebut tidak ditinjau oleh VAR dan tidak dikonfirmasi melalui pemeriksaan tambahan. Ia menilai keputusan itu penting karena kemudian berujung pada gol Barcelona. Bagi sang pelatih, insiden tersebut semestinya diperiksa untuk memastikan apakah ada pelanggaran sebelum gol tercipta.
Kritik itu menunjukkan bahwa Pellegrini memandang penggunaan VAR belum memberikan jawaban atas semua situasi kontroversial. Ia berharap teknologi tersebut digunakan untuk menilai momen-momen yang dapat memengaruhi hasil pertandingan secara langsung.
Kartu Merah yang Menjadi Sorotan
Keputusan lain yang dipermasalahkan Pellegrini adalah pengusiran salah satu pemain Betis. Ia menilai insiden tersebut diawali provokasi dan dorongan dari Lamine. Menurutnya, situasi itu seharusnya diselesaikan dengan pendekatan yang sama terhadap kedua pemain.
Pellegrini berpendapat wasit bisa memanggil kedua pemain, memberikan peringatan, lalu mengeluarkan kartu kuning. Namun, keputusan yang diambil berbeda: satu pemain menerima kartu merah, sedangkan pemain lainnya hanya mendapatkan kartu kuning.
Perbedaan hukuman tersebut menjadi salah satu alasan utama kekecewaan Pellegrini. Ia menilai tindakan kedua pemain perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan bagian akhir dari insiden. Dalam pandangannya, respons yang lebih seimbang dapat mencegah keputusan yang dianggap berat sebelah.
Pellegrini Merasa Betis Kerap Dirugikan
Rangkaian insiden itu membuat Pellegrini menyampaikan kritik secara tegas. Ia menganggap keputusan-keputusan yang muncul dalam pertandingan Barcelona vs Betis memiliki dampak besar terhadap hasil akhir dan kondisi timnya di lapangan.
Pellegrini bahkan menyatakan bahwa Betis kerap berada di pihak yang dirugikan dalam situasi semacam ini. Pernyataan tersebut memperlihatkan rasa frustrasinya terhadap keputusan yang menurutnya tidak dapat dijelaskan secara konsisten.
“Ada insiden yang sangat penting dan, sayangnya, kami selalu merasa menjadi pihak yang dirugikan,” kata Pellegrini.
Evaluasi Setelah Barcelona vs Betis
Kekalahan 2-5 tetap menjadi hasil resmi pertandingan, tetapi komentar Pellegrini menempatkan laga ini dalam konteks yang lebih luas. Ia tidak hanya membahas performa atau jumlah gol, melainkan juga keputusan-keputusan yang dinilai memengaruhi jalannya pertandingan.
Bagi Betis, evaluasi setelah laga mencakup cara tim menghadapi situasi sulit, terutama ketika harus bermain dalam kondisi jumlah pemain berkurang. Sementara itu, bagi Pellegrini, aspek perwasitan dan penerapan VAR menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari analisis pertandingan.
Dengan demikian, Barcelona vs Betis tidak hanya dikenang karena skor 2-5. Pertandingan tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai gol yang dianulir, dua insiden tangan, pemeriksaan VAR pada gol ketiga, serta keputusan kartu merah yang dinilai Pellegrini tidak proporsional.
Sumber referensi: www.abc.es