Ao Tanaka tetap menjadi bagian penting dalam rencana Leeds United setelah bertahan di klub pada bursa transfer musim panas. Pelatih Daniel Farke menilai gelandang asal Jepang itu memiliki kualitas besar, meski terkadang terlalu keras mengkritik penampilannya sendiri. Dalam beberapa laga terakhir, dukungan dari staf klub ikut membantu Tanaka menunjukkan performa yang mengesankan.
Farke juga membagikan cerita ringan dari sesi latihan pekan ini. Ia mendapati Tanaka mengenakan sarung tangan saat suhu mencapai 25 derajat Celsius, lalu bercanda bahwa sang pemain bukan Zion Suzuki, rekan setimnya di tim nasional Jepang yang bermain sebagai penjaga gawang Aston Villa. Tanaka kemudian diminta melanjutkan latihan tanpa sarung tangan.
Ao Tanaka bertahan setelah bursa transfer musim panas
Masa depan Tanaka sempat menjadi bahan pembicaraan menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Ada laporan bahwa ia terbuka untuk meninggalkan Leeds, sementara klub juga disebut bersedia melepasnya. Kepulangan ke Jerman sempat muncul sebagai salah satu kemungkinan.
Namun, transfer itu tidak terwujud. Tanaka pun tetap berada di Elland Road dan melanjutkan perannya dalam skuad Farke. Pelatih asal Jerman tersebut dikenal menaruh kepercayaan kepada gelandang berusia 28 tahun itu, yang masih menjadi salah satu pemain yang diandalkan Leeds.
Hingga periode yang dibahas, Tanaka telah mengumpulkan 419 menit bermain dalam tujuh penampilan. Angka tersebut menunjukkan bahwa ia terus mendapat kesempatan, meski persaingan untuk memperoleh tempat di susunan pemain tetap menjadi bagian dari perjalanan setiap pemain di tim.
Daniel Farke membantu membangun kepercayaan diri Tanaka
Menurut Farke, Tanaka memiliki standar tinggi untuk dirinya sendiri. Ia kerap merasa belum cukup baik dan terus berpikir bahwa performanya harus ditingkatkan. Sikap tersebut bisa mendorong seorang pemain untuk berkembang, tetapi pelatih menilai Tanaka juga perlu diingatkan tentang kemampuan yang sudah dimilikinya.
Farke mengatakan Tanaka sering terlalu kritis terhadap dirinya sendiri dan merasa harus terus memperbaiki diri. Karena itu, sang gelandang terkadang membutuhkan dukungan serta pengingat mengenai kualitasnya.
Leeds berupaya memberi dukungan tersebut agar Tanaka lebih percaya diri. Farke menyebut bahwa pendekatan itu telah dilakukan bersama sang pemain dan hasilnya terlihat dalam pertandingan terakhir. Ia menilai Tanaka tampil sangat baik dan berada dalam kondisi permainan yang prima.
Pujian tersebut menjadi tanda bahwa kepercayaan pelatih terhadap Tanaka tidak hanya berasal dari potensinya. Farke juga melihat respons positif dalam performa terkini sang gelandang. Bagi pemain yang cenderung menuntut banyak dari dirinya sendiri, dorongan dari pelatih dapat membantu menjaga keseimbangan antara keinginan berkembang dan keyakinan terhadap kemampuan pribadi.
Candaan Farke tentang sarung tangan di suhu 25 derajat
Suasana latihan memberi Farke kesempatan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang santai. Ia melihat Tanaka datang dengan sarung tangan ketika suhu tercatat mencapai 25 derajat Celsius. Farke lalu melontarkan candaan bahwa Tanaka bukan Suzuki, bukan penjaga gawang, dan tidak perlu menjalani latihan dengan cara yang terlalu nyaman.
Setelah bercanda, Farke mengambil sarung tangan tersebut dan Tanaka meneruskan sesi latihan tanpa mengenakannya. Cerita itu memperlihatkan hubungan pelatih dan pemain yang cukup akrab, sekaligus menunjukkan cara Farke berkomunikasi langsung dengan anak asuhnya.
Perbandingan dengan Suzuki berkaitan dengan posisi sang pemain di lapangan. Tanaka merupakan gelandang, sedangkan Suzuki disebut sebagai rekan Tanaka di tim nasional Jepang yang bermain untuk Aston Villa sebagai penjaga gawang. Keduanya dijadwalkan berhadapan ketika Leeds bertandang ke Villa Park pada Boxing Day.
Kontribusi Ao Tanaka di lini tengah Leeds
Selain tampil dalam tujuh pertandingan, Tanaka juga memberi kontribusi dalam serangan Leeds. Ia mencatat assist saat menghadapi Brighton dan Newcastle United. Umpan-umpan tersebut menambah ancaman Leeds di sepertiga akhir lapangan dan memperlihatkan bahwa perannya tidak terbatas pada tugas di lini tengah.
Kontribusi itu relevan ketika Leeds berusaha menjaga keseimbangan antara menguasai area tengah dan menciptakan peluang. Tanaka dapat membantu menghubungkan permainan sekaligus mendukung serangan. Meski sumber tidak merinci posisi atau situasi setiap assist, keterlibatannya dalam gol melawan Brighton dan Newcastle menunjukkan pengaruhnya terhadap hasil serangan tim.
Dengan performa yang dinilai meningkat, Tanaka akan berusaha mempertahankan tempatnya di susunan pemain. Leeds dijadwalkan menjamu Manchester United di Elland Road pada hari Minggu, sebuah pertandingan yang digambarkan sebagai ujian besar bagi tim. Peluang tampil sebagai starter menjadi perhatian bagi Tanaka menjelang laga tersebut.
Leeds menatap Manchester United dan Aston Villa
Pertandingan melawan Manchester United menjadi agenda terdekat Leeds sebelum pertemuan dengan Aston Villa. Menjelang laga itu, mantan pemain Leeds, Dominic Matteo, telah menyampaikan keinginannya agar para pemain berani melakukan tekel terhadap The Red Devils. Komentar tersebut menjadi bagian dari perhatian menjelang duel di Elland Road.
Farke juga memberikan kabar mengenai kondisi Joe Rodon dan Dan James. Rodon masih belum tersedia, sedangkan James masih memiliki peluang untuk bermain. Informasi itu memberi gambaran mengenai beberapa pilihan skuad Leeds, meski Tanaka sendiri disebut berupaya menjaga posisinya dalam tim.
Setelah menghadapi Manchester United, Leeds akan bertandang ke Villa Park pada Boxing Day. Pertandingan tersebut berpotensi mempertemukan Tanaka dengan Suzuki, rekan senegaranya di tim nasional Jepang. Untuk saat ini, fokus Tanaka adalah mempertahankan performa yang membuat Farke puas dan membantu Leeds melewati laga penting berikutnya.
Kepercayaan pelatih menjadi modal penting
Kisah Tanaka memperlihatkan dua sisi dari perjalanan seorang pemain profesional: tuntutan untuk terus berkembang dan kebutuhan untuk percaya pada kemampuan sendiri. Farke menganggap gelandangnya terkadang terlalu kritis, sehingga dukungan klub menjadi bagian penting dalam membantu menjaga kepercayaan dirinya.
Performa terbaru Tanaka, menit bermain yang telah ia kumpulkan, serta assist melawan Brighton dan Newcastle menjadi alasan bagi Leeds untuk terus mengandalkannya. Setelah kepindahan yang sempat dibicarakan tidak terjadi, ia kini memiliki kesempatan melanjutkan perannya di Elland Road dan membuktikan kontribusinya dalam rangkaian pertandingan mendatang.
Sumber referensi: insidefutbol.com