Sekolapedia – 22 Oktober 2026 | Dalam upaya mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., secara intensif menjalankan serangkaian program strategis yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga. Mulai dari kepastian hukum terkait tata guna lahan hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan stabilitas ekonomi dan keamanan sosial di Kabupaten Bone.
Pada Selasa (20/10/2026), Bupati Bone memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penataan Kawasan Hutan yang bertempat di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone. Pertemuan krusial ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Bone. Agenda utama dalam rakor ini adalah mencari solusi konkret atas persoalan batas wilayah dan kejelasan status lahan yang selama ini menjadi tantangan di kawasan hutan.
Bupati menekankan bahwa penataan kawasan hutan bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Dengan adanya kepastian hukum atas status lahan, masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan dapat memiliki landasan yang kuat untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka tanpa rasa khawatir terhadap sengketa lahan di masa depan.
Beberapa poin penting yang menjadi instruksi dalam penataan kawasan hutan meliputi:
- Identifikasi dan pendataan akurat terhadap kondisi lahan serta aset desa.
- Pendataan tertib fasilitas umum seperti kantor desa untuk menghindari konflik batas.
- Sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa dalam merumuskan langkah penyelesaian.
- Pemanfaatan ruang yang sesuai dengan regulasi yang berlaku untuk mendukung ekonomi hijau.
Tak berhenti pada urusan lahan, bupati Bone juga memberikan perhatian besar pada aspek keselamatan warga melalui program mitigasi bencana. Pada Rabu (21/10/2026), beliau membuka Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 di Ballroom Sentosa Hotel Novena, Watampone. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone ini melibatkan peran aktif Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Bone.
Dengan tema “PKK Siaga Bencana, Langkah Tepat Keluarga Menghadapi Ancaman Bencana di Kabupaten Bone”, pelatihan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta dari tingkat kecamatan hingga desa. Kehadiran Dody Rahman dari BPBD Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pemateri memberikan wawasan teknis yang sangat dibutuhkan oleh para kader perempuan di lapangan.
Dalam arahannya, bupati Bone menyoroti peran strategis perempuan dalam struktur sosial masyarakat. Menurutnya, kader PKK memiliki jaringan yang sangat kuat hingga ke tingkat dasa wisma, sehingga mereka adalah agen perubahan paling efektif dalam membangun budaya sadar bencana. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat kondisi geografis dan tantangan iklim, seperti kekeringan, yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone.
Berikut adalah ringkasan fokus kegiatan pemerintah Kabupaten Bone dalam dua hari terakhir:
| Aspek Fokus | Kegiatan Utama | Tujuan Strategis |
|---|---|---|
| Ekonomi & Lahan | Rakor Penataan Kawasan Hutan | Kepastian hukum lahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. |
| Keamanan & Sosial | Pelatihan Mitigasi Bencana (BPBD & PKK) | Meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi ancaman bencana alam. |
Melalui integrasi kebijakan antara penataan ruang yang jelas dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman berupaya membangun fondasi daerah yang tangguh. Sinergi antara perangkat daerah, instansi vertikal, dan peran aktif organisasi kemasyarakatan seperti PKK diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian, baik secara materiil akibat sengketa lahan maupun korban jiwa akibat bencana alam, demi masa depan Kabupaten Bone yang lebih aman dan sejahtera.



Post Comment