Sekolapedia – 20 September 2026 | Kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate dalam bentuk cairan vape yang menyeret nama selebgram Julia Prastini, atau yang akrab disapa Jule, akhirnya menemui titik terang. Fakta mengejutkan terungkap dalam pemeriksaan kepolisian, di mana diketahui bahwa Jule Baru Pakai Narkoba Sebulan Lalu, Alasannya karena Stres akibat berbagai tekanan pribadi yang ia hadapi. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian saat membeberkan kronologi penangkapan sang selebgram di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Michael Kharisma Tandayu, menjelaskan bahwa penggunaan zat terlarang tersebut merupakan hal yang relatif baru bagi Jule. Berdasarkan hasil investigasi dan pengakuan langsung, Jule Baru Pakai Narkoba Sebulan Lalu, Alasannya karena Stres yang menumpuk. Polisi menyebutkan bahwa penggunaan vape berisi etomidate tersebut baru dimulai sekitar dua hingga tiga minggu sebelum ia diamankan oleh petugas pada Senin, 14 September 2026.
Kronologi Penangkapan dan Pengungkapan Jaringan
Penangkapan Jule tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus peredaran vape narkoba sebelumnya. Berikut adalah alur penangkapan yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta:
- Tahap Pertama: Polisi mengamankan dua wanita berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Dari lokasi tersebut, petugas menyita 27 cartridge vape berisi etomidate.
- Tahap Kedua: Melalui interogasi RR dan RN, terungkap adanya keterlibatan seorang WNA asal China berinisial XC yang bertindak sebagai bandar utama. Polisi kemudian menyita tambahan 71 pieces vape serupa dari tangan XC.
- Tahap Ketiga: Petugas menemukan bukti transaksi dan pengiriman paket yang mengarah kepada Jule. Tim melakukan undercover control delivery ke sebuah apartemen di Cilandak, Jakarta Selatan.
- Tahap Keempat: Saat paket dibuka, terbukti berisi cartridge vape yang mengandung etomidate. Jule yang saat itu sedang bersama dua temannya langsung diamankan.
Meskipun Jule tertangkap tangan, polisi memberikan perlakuan khusus berdasarkan status hukumnya. Diketahui bahwa Jule Baru Pakai Narkoba Sebulan Lalu, Alasannya karena Stres, sehingga ia diposisikan sebagai korban penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan hasil tes urine yang menunjukkan hasil positif etomidate, Jule tidak ditahan melainkan akan menjalani proses restorative justice melalui rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).
Daftar Barang Bukti dan Status Hukum
Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang menunjukkan besarnya jaringan peredaran ini:
| Jenis Barang Bukti | Jumlah/Keterangan |
|---|---|
| Cartridge Vape Etomidate (di lokasi Jule) | 4 buah (3 habis pakai, 1 terisi) |
| Cartridge Vape Etomidate (di lokasi RR & RN) | 27 buah |
| Cartridge Vape Etomidate (dari Bandar XC) | 71 buah |
| Status Hukum Jule | Korban (Rehabilitasi/Restorative Justice) |
| Status Hukum RR, RN, & XC | Tersangka (Bandar/Pemasok) |
Persoalan hidup yang memicu stres Jule juga menjadi sorotan publik. Sebelum terseret kasus ini, kehidupan pribadi Jule memang sempat mengalami pasang surut, mulai dari isu keretakan rumah tangga dengan mantan suaminya, Na Daehoon, hingga dinamika hubungan asmaranya dengan beberapa pria yang menjadi konsumsi media sosial. Tekanan dari sorotan publik dan masalah domestik diduga kuat menjadi pemicu utama mengapa Jule Baru Pakai Narkoba Sebulan Lalu, Alasannya karena Stres.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap peredaran narkotika dalam bentuk baru seperti vape cairan, yang kini dipasarkan secara terselubung melalui sistem pertemanan atau mulut ke mulut. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memutus rantai distribusi yang diduga telah beroperasi sejak Juli dengan keuntungan besar per unitnya.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi publik mengenai bahaya penyalahgunaan zat psikotropika sebagai pelarian dari masalah mental. Penanganan melalui jalur rehabilitasi bagi pengguna diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus pemulihan, sementara penegakan hukum yang tegas terhadap bandar tetap menjadi prioritas utama kepolisian.



Post Comment