Tegas! Wali Kota Medan Copot Camat dan Lurah Akibat Pelanggaran Disiplin, Serta Dorong Ekonomi Lewat CFD Belawan

Tegas! Wali Kota Medan Copot Camat dan Lurah Akibat Pelanggaran Disiplin, Serta Dorong Ekonomi Lewat CFD Belawan

Sekolapedia – 01 September 2026 | Pemerintahan Kota Medan tengah menunjukkan komitmen kuat dalam penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam langkah tegasnya, wali kota medan secara resmi menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada dua pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan. Keputusan ini diambil setelah adanya pemeriksaan mendalam terkait dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh para pejabat tersebut.

Berdasarkan keputusan yang ditandatangani pada 31 Agustus 2026, Camat Medan Timur, Fernanda, S.S.T.P., dan Lurah Aur, Efrin Hadi Syahputra Hasibuan, S.A.P., M.T., resmi dibebaskan dari jabatan mereka. Keduanya kini dialihkan menjadi Jabatan Pelaksana selama 12 bulan sebagai konsekuensi atas pelanggaran kode etik dan disiplin PNS yang telah terbukti melalui pemeriksaan Tim Pemeriksa Ad Hoc.

Berikut adalah detail penempatan baru kedua pejabat tersebut setelah dijatuhi sanksi:

Nama Pejabat Jabatan Lama Jabatan Baru (Selama 12 Bulan)
Fernanda, S.S.T.P. Camat Medan Timur Penelaah Teknis Kebijakan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Efrin Hadi Syahputra Hasibuan, S.A.P., M.T. Lurah Aur Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap, menegaskan bahwa sanksi ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas birokrasi. Ia menjelaskan bahwa hukuman ini akan mulai berlaku efektif pada hari kerja ke-15 setelah keputusan diterima atau dikirimkan ke alamat yang bersangkutan.

Baca juga:
Managing the Empire: A Profile of the Staff Mentioned in the DOJ Files

Di sisi lain, selain fokus pada penegakan aturan internal, wali kota medan Rico Tri Putra Bayu Waas juga tengah gencar melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program-program publik. Salah satu langkah nyata yang terlihat adalah optimalisasi kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Sumatera, Kecamatan Medan Belawan, yang digelar pada Minggu (30/8/2026).

Kegiatan CFD tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bagi lebih dari 6.000 warga, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat promosi ekonomi kreatif. Sebanyak 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal diberikan ruang untuk menjajakan produk mereka, mulai dari kuliner khas hingga barang kerajinan masyarakat.

Baca juga:
8 Potret Artis Buka Puasa Ramadan 2026 Bareng Fans, Momen yang Membekas di Hati Netizen

Rico Waas menyatakan bahwa integrasi antara kegiatan olahraga dan pemberdayaan ekonomi adalah strategi penting untuk menggerakkan roda ekonomi di kawasan Medan Utara. Dengan adanya ruang publik yang inklusif, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan, tetapi juga dapat mengenal dan mendukung produk-produk lokal secara langsung.

Langkah wali kota medan ini menunjukkan dua sisi kepemimpinan yang berjalan beriringan: ketegasan dalam menjaga disiplin birokrasi di satu sisi, dan keterbukaan dalam merangkul ekonomi kerakyatan di sisi lain. Pemerintah Kota Medan berharap melalui kebijakan ini, kualitas pelayanan publik semakin meningkat dan kesejahteraan ekonomi warga dapat dirasakan secara merata di seluruh penjuru kota.

Baca juga:
Dinamika Columbia: Dari Tragedi Keluarga hingga Harapan di Dunia Olahraga dan Hukum

Post Comment