Sekolapedia – 07 September 2026 | Penampilan memukau mohamed ihattaren dalam laga tandang Fortuna Sittard melawan ADO Den Haag menjadi sorotan tajam di kancah Eredivisie. Meskipun pemain berusia 24 tahun tersebut menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan torehan dua gol dan satu assist, ia justru tidak diizinkan untuk berbicara di depan kamera media setelah pertandingan berakhir. Keputusan kontroversial ini memicu perdebatan hangat antara pihak klub dan awak media yang ingin menggali reaksi sang pemain.
Dalam pertandingan yang berlangsung di WerkTalent Stadion tersebut, Fortuna Sittard berhasil memenangkan laga dengan skor tipis 2-3. Mohamed Ihattaren menunjukkan kelasnya sejak menit ke-29 saat ia melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang kemudian berbelok arah setelah mengenai pemain lawan, Milan Hokke, dan masuk ke gawang. Tidak butuh waktu lama bagi Ihattaren untuk kembali terlibat dalam serangan; ia memberikan umpan silang manis yang diselesaikan dengan sundulan oleh Lequincio Zeefuik untuk menggandakan keunggulan menjadi 0-2.
Meski ADO Den Haag sempat memberikan perlawanan melalui gol Yannick Eduardo di menit ke-59, Ihattaren kembali menjadi pembeda. Ia melakukan penetrasi ke dalam area penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 25 meter yang menghujam bawah mistar gawang. Gol jarak jauh tersebut sempat membuat Fortuna unggul 3-1 sebelum akhirnya ADO Den Haag memperkecil ketertinggalan lewat Jesse Bal di masa injury time.
Di tengah euforia kemenangannya, Ihattaren sempat memberikan pesan emosional melalui kamera kepada sang ibu dengan mengatakan, “Mama, aku mencintaimu.” Namun, saat media nasional seperti NOS mencoba melakukan wawancara eksklusif, pihak Fortuna Sittard secara tegas menolak permintaan tersebut. Pelatih Fortuna, Danny Buijs, memberikan pembelaan atas kebijakan klub yang membatasi ruang gerak media bagi pemainnya.
Buijs menegaskan bahwa langkah ini diambil demi melindungi perkembangan mental dan fokus profesional sang pemain. Menurutnya, Ihattaren telah menerima terlalu banyak perhatian media dalam beberapa tahun terakhir, baik yang positif maupun negatif. Berikut adalah alasan utama di balik keputusan klub:
- Fokus pada Profesionalisme: Klub ingin pemain fokus sepenuhnya pada performa konsisten di lapangan daripada urusan di luar lapangan.
- Perlindungan Mental: Mengurangi tekanan dari sorotan media yang berlebihan setelah melewati masa-masa sulit di masa lalu.
- Prioritas Pengembangan: Menempatkan kepentingan jangka panjang pemain di atas kepentingan berita atau konten media.
Menanggapi kritik dari jurnalis yang mempertanyakan apakah klub terlalu protektif, Buijs memberikan jawaban yang lugas. Ia menegaskan bahwa staf pelatihlah yang paling memahami kondisi pemain dan tanggung jawab sepenuhnya ada di tangan klub untuk menentukan apa yang terbaik bagi perkembangan mohamed ihattaren. Ia meminta media untuk menghormati keputusan manajemen klub yang telah diambil.
Kemenangan ini membawa Fortuna Sittard naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 10 poin. Bagi Ihattaren, performa impresif ini seolah menjadi pembuktian bahwa ia masih memiliki kualitas tinggi untuk bersaing di level atas, bahkan ia pernah menyatakan ambisinya untuk bisa memperkuat tim nasional Maroko maupun Belanda. Dengan menjaga jarak dari media, Fortuna berharap pemain berbakat ini dapat terus tumbuh secara stabil dan kembali ke performa puncaknya tanpa gangguan distraksi eksternal.



Post Comment