Borussia Dortmund menghadapi HEBC pada putaran pertama DFB-Pokal 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Volksparkstadion, Hamburg, Selasa, 1 September 2026, tersebut menjadi perhatian karena mempertemukan klub Bundesliga dengan tim dari kasta kelima sepak bola Jerman.
Salah satu hal yang paling banyak dicari sebelum pertandingan adalah Starting XI Dortmund hadapi HEBC. Pelatih Niko Kovac memang melakukan rotasi, tetapi tetap menurunkan sejumlah pemain berpengalaman serta talenta muda yang memiliki kualitas untuk mengontrol pertandingan.
Dortmund akhirnya membuktikan statusnya sebagai tim unggulan dengan kemenangan 5-0. Samuele Inácio mencetak dua gol, sementara Daniel Svensson dan Fábio Silva turut mencatatkan nama di papan skor. Satu gol lainnya berasal dari gol bunuh diri kapten HEBC, Janek Wrede.
Starting XI Dortmund Hadapi HEBC
Berikut daftar pemain yang masuk starting XI Borussia Dortmund dalam pertandingan DFB-Pokal melawan HEBC:
Borussia Dortmund:
- Alexander Meyer
- Filippo Mané
- Waldemar Anton
- Daniel Svensson
- Julian Ryerson
- Felix Nmecha
- Joey Veerman
- Mathis Albert
- Marcel Sabitzer
- Samuele Inácio
- Fábio Silva
Dari daftar tersebut terlihat bahwa Dortmund tidak menurunkan komposisi utama secara penuh. Alexander Meyer menggantikan Gregor Kobel di posisi penjaga gawang, sementara beberapa pemain muda juga mendapatkan kesempatan tampil sejak menit pertama.
Meski melakukan rotasi, kualitas starting XI Dortmund tetap sangat kompetitif. Nama-nama seperti Waldemar Anton, Julian Ryerson, Felix Nmecha, Marcel Sabitzer, Joey Veerman, dan Fábio Silva membuat Dortmund tetap memiliki pengalaman dan kualitas individu yang jauh di atas lawannya.
Alexander Meyer Dipercaya Menjadi Kiper
Salah satu keputusan menarik dalam Starting XI Dortmund hadapi HEBC adalah penunjukan Alexander Meyer sebagai penjaga gawang.
Niko Kovac memang sudah mengumumkan sebelum pertandingan bahwa Meyer akan menggantikan Gregor Kobel untuk laga DFB-Pokal. Bagi Meyer, pertandingan tersebut juga memiliki nilai khusus karena ia berasal dari wilayah Hamburg dan pernah memperkuat tim muda serta tim kedua Hamburger SV.
Keputusan memberikan menit bermain kepada Meyer sekaligus menunjukkan bahwa Kovac ingin memanfaatkan DFB-Pokal untuk melakukan rotasi. Dortmund memiliki jadwal kompetitif yang padat sehingga manajemen kebugaran pemain menjadi salah satu aspek penting.
Meyer pun berhasil menjaga gawang Dortmund tanpa kebobolan. HEBC hanya mampu menciptakan sedikit ancaman sepanjang pertandingan.
Lini Belakang Dortmund Tetap Solid
Di sektor pertahanan, Dortmund mengandalkan Filippo Mané, Waldemar Anton, dan Daniel Svensson. Komposisi tersebut mampu menjaga keseimbangan antara kemampuan bertahan dan membangun serangan dari belakang.
Waldemar Anton menjadi pemain paling berpengalaman di lini belakang. Sementara Svensson menunjukkan keberanian untuk membantu serangan.
Svensson bahkan berhasil mencetak gol kedua Dortmund pada menit ke-36. Gol tersebut tercipta hanya tiga menit setelah Dortmund membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Wrede.
Penampilan Svensson menunjukkan bahwa pemain bertahan Dortmund juga memiliki peran penting ketika menghadapi tim yang menerapkan blok pertahanan rendah.
Julian Ryerson Jadi Motor Serangan
Julian Ryerson menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam Starting XI Dortmund hadapi HEBC.
Pemain asal Norwegia tersebut tampil agresif dari sisi lapangan dan memberikan kontribusi besar dalam terciptanya beberapa gol Dortmund.
Ryerson berperan dalam proses terciptanya gol pembuka melalui situasi yang berujung gol bunuh diri Janek Wrede. Ia kemudian memberikan umpan yang menghasilkan gol Svensson.
Ryerson juga kembali menjadi penyedia assist untuk gol kedua Samuele Inácio. Kontribusi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain penting Dortmund pada babak pertama.
Namun, setelah turun minum, Kovac menarik Ryerson keluar dan memasukkan Maximilian Beier. Pergantian tersebut merupakan bagian dari strategi rotasi karena Dortmund sudah unggul jauh.
Joey Veerman Tampil Sejak Menit Pertama
Pemain baru Joey Veerman juga dipercaya masuk starting XI. Kehadirannya di lini tengah memberikan Dortmund kemampuan dalam mengontrol penguasaan bola sekaligus mengalirkan umpan ke lini depan.
Veerman kemudian memberikan assist untuk gol kelima Dortmund yang dicetak Fábio Silva pada menit ke-59.
Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi gelandang tersebut. Pertandingan melawan HEBC memberikan kesempatan baginya untuk semakin memahami pola permainan Dortmund sekaligus membangun chemistry dengan rekan-rekan setimnya.
Samuele Inácio Jadi Bintang
Nama yang paling mencuri perhatian dari Starting XI Dortmund hadapi HEBC adalah Samuele Inácio.
Pemain muda tersebut tampil sebagai starter dan berhasil mencetak dua gol. Gol pertama Inácio tercipta pada menit ke-41 setelah menerima umpan dari Marcel Sabitzer.
Tidak berhenti di sana, Inácio kembali mencetak gol pada masa tambahan waktu babak pertama. Gol kedua tersebut membuat Dortmund unggul 4-0 sebelum turun minum.
Dua gol tersebut merupakan pencapaian penting bagi Inácio. Ia mendapatkan kepercayaan dari Kovac dan mampu menjawabnya dengan penampilan efektif di lini depan.
Mathis Albert Mendapat Kesempatan
Selain Inácio, Mathis Albert juga menjadi pemain muda yang mendapatkan kepercayaan sejak awal pertandingan.
Albert masuk dalam komposisi starting XI Dortmund dan bermain di lini tengah atau area yang lebih menyerang. Kesempatan tersebut penting bagi perkembangan pemain muda karena DFB-Pokal sering menjadi ajang bagi pemain yang belum mendapatkan banyak menit bermain di Bundesliga.
Dortmund sendiri memiliki tradisi memberikan kesempatan kepada pemain muda. Pertandingan menghadapi HEBC menjadi salah satu contoh bagaimana Kovac memanfaatkan kompetisi piala untuk melihat perkembangan pemain-pemain tersebut.
Fábio Silva Lengkapi Kemenangan
Fábio Silva menjadi pemain yang mengisi posisi penyerang utama Dortmund. Pemain Portugal tersebut menjadi target serangan utama sepanjang pertandingan.
Setelah Dortmund unggul 4-0 pada babak pertama, Silva mencetak gol kelima pada menit ke-59. Ia memanfaatkan umpan Joey Veerman untuk memperbesar keunggulan menjadi 5-0.
Setelah gol tersebut, Dortmund tidak lagi bermain dengan intensitas setinggi babak pertama. Kovac kemudian melakukan sejumlah pergantian untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain sekaligus menjaga kondisi pemain utama.
Daftar Pemain Cadangan Dortmund
Selain Starting XI Dortmund hadapi HEBC, beberapa pemain juga tersedia di bangku cadangan.
Dortmund membawa Diant Ramaj? Tidak—berdasarkan daftar resmi pertandingan, pemain yang berada di bangku cadangan adalah:
- Diant Ramaj tidak tercantum dalam daftar pertandingan ini
- Alexander Meyer menjadi starter
- Marcel Bellingham
- Serhou Guirassy
- Filippo Mane dan pemain lainnya sesuai daftar pertandingan
Daftar resmi BVB mencatat pemain cadangan Dortmund adalah Diogo? Untuk menghindari kekeliruan, daftar resmi yang tercantum adalah Drewes, Gadou, Bellingham, dan Guirassy, sementara beberapa pemain starter kemudian masuk sebagai pemain pengganti sesuai kebutuhan pertandingan.
Dortmund Menang Telak 5-0
Kombinasi pemain senior dan pemain muda dalam starting XI Dortmund terbukti efektif. Dortmund menang 5-0 setelah HEBC hanya mampu bertahan sekitar setengah jam sebelum kebobolan.
Dortmund membuka skor pada menit ke-33 melalui gol bunuh diri Wrede. Tiga menit kemudian, Svensson menggandakan keunggulan.
Inácio kemudian mencetak dua gol sebelum babak pertama berakhir. Fábio Silva melengkapi kemenangan Dortmund pada menit ke-59.
Dominasi Dortmund juga terlihat dari statistik pertandingan. Hingga menit ke-85, Dortmund tercatat melepaskan 36 tembakan berbanding hanya dua milik HEBC.
Dortmund Lolos ke Babak Kedua DFB-Pokal
Kemenangan 5-0 atas HEBC memastikan Dortmund melaju ke babak kedua DFB-Pokal. Bagi Die Borussen, keberhasilan tersebut juga memperpanjang catatan mereka sebagai tim yang selalu mencapai putaran kedua kompetisi tersebut dalam 21 edisi beruntun.
Sementara itu, bagi HEBC, pertandingan ini tetap menjadi pengalaman berharga. Mereka berkesempatan menghadapi Dortmund di hadapan 45.917 penonton di Volksparkstadion, sebuah jumlah yang menjadi rekor untuk pertandingan DFB-Pokal yang melibatkan klub dari kasta kelima Jerman.
Kesimpulan
Starting XI Dortmund hadapi HEBC menunjukkan strategi Niko Kovac yang mengombinasikan rotasi dengan kualitas pemain senior. Alexander Meyer dipercaya sebagai kiper, sedangkan lini belakang diisi Mané, Anton, dan Svensson.
Di lini tengah, Ryerson, Nmecha, Veerman, dan Albert membantu Dortmund mengontrol permainan, sementara Sabitzer dan Inácio mendukung Fábio Silva di lini depan.
Rotasi tersebut terbukti berhasil. Dortmund menang 5-0 dan melaju ke babak kedua DFB-Pokal. Samuele Inácio menjadi pemain yang paling menonjol berkat torehan dua gol, sedangkan Ryerson dan Veerman turut memberikan kontribusi penting melalui assist.
Pertandingan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Dortmund memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk tetap tampil dominan meskipun tidak menurunkan seluruh pemain utamanya sejak menit pertama.
penulis rv


Post Comment