Sekolapedia – 22 September 2026 | Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki babak baru yang penuh tanda tanya. Dalam perkembangan terbaru, Polisi Sebut Sinyal Ponsel Jurnalis Hilang Sempat Terdeteksi Sekitar Lampung, sebuah temuan yang memberikan petunjuk mengenai keberadaan terakhir perangkat komunikasi milik salah satu korban sebelum dinyatakan hilang kontak total.
Insiden tragis ini melibatkan delapan orang, yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal Kapal Cepat Arupadhatu 1. Mereka diketahui sedang melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat kapal tersebut hilang kontak. Setelah operasi pencarian resmi dihentikan oleh tim SAR gabungan pada Kamis (17/9/2026) setelah berlangsung selama 10 hari, pihak kepolisian mulai mendalami jejak digital para korban.
Jejak Digital di Sekitar Pulau Sebesi
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengungkapkan bahwa tim penyidik telah melakukan pengecekan terhadap nomor telepon milik para korban. Dalam proses tersebut, Polisi Sebut Sinyal Ponsel Jurnalis Hilang Sempat Terdeteksi Sekitar Lampung, tepatnya melalui jaringan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
Sinyal tersebut berasal dari perangkat iPhone 14 milik jurnalis Firdaus Wajidi (dikenal sebagai Bang Daus) dari Anadolu. Berikut adalah rincian teknis temuan tersebut:
- Jenis Perangkat: iPhone 14 dengan kartu Telkomsel Kartu Halo.
- Lokasi Terdeteksi: Jaringan BTS di Rajabasa, sekitar Pulau Sebesi.
- Jangkauan Sinyal: Kurang lebih tiga kilometer dari Pulau Sebesi.
- Status Terakhir: Perangkat tersebut tidak aktif kembali sejak hari pertama dinyatakan hilang kontak.
Maruli menjelaskan bahwa adanya transaksi elektronik yang terekam di tower BTS tersebut menunjukkan bahwa sebelum benar-benar hilang kontak, perangkat tersebut sempat melakukan aktivitas seperti panggilan telepon, WhatsApp, atau SMS. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kapal berada di sekitar kawasan tersebut sebelum insiden fatal terjadi.
Tantangan Berat Tim SAR di Lapangan
Operasi pencarian yang dipimpin oleh Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara Nunyai, digambarkan sebagai misi yang sangat berbahaya. Selama sepuluh hari, tim SAR harus menerjang gelombang tinggi, arus laut yang kuat, hingga tertutupnya jarak pandang akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Pencarian awalnya dipicu oleh laporan dari rekan media di Lampung yang menyadari bahwa rombongan jurnalis yang berangkat dari Carita, Banten, tidak kunjung tiba di Pulau Sebesi sesuai jadwal. Meskipun tim telah mengerahkan berbagai armada, termasuk Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB), keberadaan fisik kapal Arupadhatu 1 tidak ditemukan di titik koordinat terakhir yang sempat dikirimkan melalui fitur berbagi lokasi.
Temuan Jenazah di Pulau Enggano
Di tengah ketidakpastian tersebut, muncul informasi mengenai penemuan jenazah di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Polisi tengah melakukan koordinasi intensif dengan Polda Bengkulu untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan salah satu korban hilang di Selat Sunda. Berdasarkan data awal, jenazah tersebut adalah seorang laki-laki berusia sekitar 50 tahun dengan tinggi badan sekitar 163 cm.
Meskipun Polisi Sebut Sinyal Ponsel Jurnalis Hilang Sempat Terdeteksi Sekitar Lampung, temuan jenazah di Bengkulu memberikan dimensi baru dalam penyelidikan ini. Pihak kepolisian telah menyerahkan data antemortem, termasuk data DNA dari keluarga korban, kepada tim medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses identifikasi ilmiah yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu.
Penghormatan Terakhir Keluarga Korban
Pasca penghentian operasi pencarian resmi, suasana duka menyelimuti keluarga korban. Pada Jumat (18/9/2026), keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal melakukan aksi tabur bunga di tengah Perairan Selat Sunda. Aksi yang dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka Sapta Arif Rohadi ini bertolak dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan, Kota Cilegon.
Lokasi tabur bunga dipilih tepat di sekitar titik koordinat yang menjadi dugaan terakhir hilangnya kontak Kapal Cepat Arupadhatu 1. Prosesi ini berlangsung penuh haru, sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir bagi mereka yang sedang dalam pencarian keadilan dan kepastian.
Secara keseluruhan, meskipun operasi pencarian fisik telah dihentikan, upaya penyelidikan melalui jejak digital dan identifikasi jenazah terus berjalan. Temuan bahwa Polisi Sebut Sinyal Ponsel Jurnalis Hilang Sempat Terdeteksi Sekitar Lampung menjadi salah satu potongan puzzle penting dalam mengungkap kronologi terakhir peristiwa di perairan Selat Sunda ini.



Post Comment