Latihan soal TWK CPNS Bahasa Indonesia kalimat efektif dan EYD menjadi salah satu materi yang dapat dipelajari peserta untuk meningkatkan kemampuan menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Kemampuan berbahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan hafalan kata baku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami struktur kalimat, penggunaan ejaan, tanda baca, pilihan kata, serta penyampaian informasi secara tepat.
Dalam soal TWK, materi Bahasa Indonesia dapat dikemas dalam berbagai bentuk. Peserta mungkin diminta memilih kalimat yang paling efektif, menentukan penggunaan tanda baca yang benar, memperbaiki kalimat tidak efektif, atau mengidentifikasi penulisan kata yang sesuai kaidah.
Istilah EYD juga masih sering digunakan dalam pembahasan soal dan materi belajar. Dalam kaidah resmi saat ini, pedoman ejaan bahasa Indonesia menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V, yang ditetapkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Keputusan Kepala Badan Nomor 0424/I/BS.00.01/2022. EYD Edisi V merupakan pemutakhiran dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Karena itu, peserta sebaiknya memahami istilah EYD sekaligus mengikuti kaidah ejaan yang berlaku. Berikut materi lengkap dan kumpulan latihan soal yang dapat digunakan untuk belajar.
Apa Itu Kalimat Efektif?
Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan gagasan kepada pembaca atau pendengar secara tepat, jelas, dan mudah dipahami.
Kalimat efektif tidak selalu berarti kalimat yang pendek. Kalimat yang panjang tetap dapat menjadi kalimat efektif apabila struktur, pilihan kata, hubungan antargagasan, dan penggunaan tandanya tepat.
Contoh:
Tidak efektif:
Para peserta-peserta mengikuti ujian TWK dengan tertib.
Efektif:
Para peserta mengikuti ujian TWK dengan tertib.
Kata para sudah menunjukkan bentuk jamak sehingga tidak perlu diikuti kata ulang peserta-peserta.
Contoh lainnya:
Tidak efektif:
Ia masuk ke dalam ruangan ujian.
Efektif:
Ia masuk ke ruangan ujian.
Dalam konteks tertentu, kata “ke dalam” memang dapat digunakan. Namun, jika maksudnya hanya menunjukkan pergerakan menuju ruangan, penggunaan “ke” sudah cukup.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif
Ada beberapa ciri yang perlu diperhatikan ketika mengerjakan soal kalimat efektif.
1. Kesepadanan Struktur
Kalimat harus memiliki hubungan yang jelas antara subjek dan predikat.
Contoh:
Para peserta sedang mengerjakan soal TWK.
Subjeknya adalah para peserta, sedangkan predikatnya sedang mengerjakan.
2. Keparalelan
Unsur-unsur yang memiliki fungsi sama sebaiknya menggunakan bentuk yang sejajar.
Contoh tidak efektif:
Kegiatan tersebut meliputi membaca buku, membuat rangkuman, dan diskusi.
Bentuknya tidak sejajar karena “membaca”, “membuat”, dan “diskusi” memiliki bentuk yang berbeda.
Perbaikannya:
Kegiatan tersebut meliputi membaca buku, membuat rangkuman, dan berdiskusi.
3. Kehematan Kata
Kalimat efektif menghindari kata yang tidak diperlukan.
Contoh:
Para peserta semuanya harus hadir tepat waktu.
Kata para dan semuanya sama-sama memberikan informasi jamak sehingga salah satunya dapat dihilangkan.
Kalimat efektif:
Semua peserta harus hadir tepat waktu.
4. Kecermatan
Kalimat harus disusun sehingga tidak menimbulkan makna ganda.
Contoh:
Saya melihat petugas dengan teropong.
Kalimat tersebut dapat ditafsirkan bahwa yang menggunakan teropong adalah “saya” atau petugas.
Kalimat dapat diperjelas sesuai maksud:
Dengan menggunakan teropong, saya melihat petugas.
5. Kepaduan
Hubungan antarunsur dalam kalimat harus tersusun dengan baik.
Contoh:
Peserta itu menjelaskan tentang materi TWK.
Dalam konteks tertentu, kata “tentang” dapat dihilangkan jika predikat “menjelaskan” langsung diikuti objek.
Perbaikannya:
Peserta itu menjelaskan materi TWK.
6. Ketepatan Pilihan Kata
Kata yang digunakan harus sesuai dengan maksud kalimat.
Dalam soal CPNS, peserta perlu membedakan kata baku dan tidak baku serta memahami konteks penggunaannya.
Apa Itu EYD?
EYD merupakan pedoman penggunaan ejaan bahasa Indonesia. EYD Edisi V mencakup berbagai aturan, antara lain penggunaan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, serta penulisan unsur serapan.
Beberapa materi ejaan yang penting dipelajari untuk latihan TWK antara lain:
- huruf kapital;
- huruf miring;
- huruf tebal;
- kata dasar;
- kata berimbuhan;
- bentuk ulang;
- gabungan kata;
- kata depan;
- partikel;
- singkatan dan akronim;
- angka dan bilangan;
- tanda titik;
- tanda koma;
- tanda titik koma;
- tanda titik dua;
- tanda hubung;
- tanda petik;
- tanda kurung;
- serta unsur serapan.
Perbedaan Kata Depan “di”, “ke”, dan “dari”
Salah satu materi yang sering menjadi jebakan adalah penggunaan kata depan.
Kata depan di, ke, dan dari yang menunjukkan tempat umumnya ditulis terpisah.
Contoh:
- di rumah
- di sekolah
- ke kantor
- ke Jakarta
- dari Bandung
Sementara itu, di- sebagai imbuhan ditulis serangkai.
Contoh:
- dibaca
- ditulis
- dikerjakan
- dipelajari
Cara sederhana untuk membedakannya adalah melihat fungsi kata tersebut.
Buku itu dibaca oleh Rina.
“di-” merupakan imbuhan sehingga ditulis serangkai.
Rina belajar di perpustakaan.
“di” menunjukkan tempat sehingga ditulis terpisah.
Penggunaan Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan pada kondisi tertentu, termasuk pada awal kalimat dan nama diri.
Contoh:
Peserta mengikuti ujian pada pagi hari.
Huruf “P” ditulis kapital karena berada pada awal kalimat.
Contoh lainnya:
Indonesia memiliki wilayah yang luas.
“Indonesia” menggunakan huruf kapital karena merupakan nama negara.
Nama orang juga menggunakan huruf kapital:
Rina membaca buku Bahasa Indonesia.
Peserta perlu berhati-hati karena tidak semua kata yang dianggap penting harus ditulis dengan huruf kapital.
Penggunaan Tanda Koma
Tanda koma memiliki beberapa fungsi. Salah satunya digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian.
Contoh:
Peserta membawa kartu ujian, alat tulis, dan dokumen yang diperlukan.
Tanda koma juga dapat digunakan setelah ungkapan penghubung antarkalimat tertentu.
Contoh:
Oleh karena itu, peserta harus membaca soal dengan teliti.
Latihan Soal TWK CPNS Bahasa Indonesia
Berikut 25 soal latihan yang dapat digunakan untuk menguji pemahaman mengenai kalimat efektif dan EYD.
Soal 1
Kalimat yang paling efektif adalah …
A. Para peserta-peserta sedang mengikuti ujian.
B. Semua para peserta sedang mengikuti ujian.
C. Para peserta sedang mengikuti ujian.
D. Peserta-peserta semuanya sedang mengikuti ujian.
E. Semua peserta-peserta sedang mengikuti ujian.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kata “para” sudah menunjukkan jumlah jamak sehingga tidak perlu menggunakan bentuk ulang “peserta-peserta”.
Soal 2
Kalimat berikut yang menggunakan kata depan dengan tepat adalah …
A. Rina belajar diperpustakaan.
B. Rina belajar di perpustakaan.
C. Rina belajar diPerpustakaan.
D. Rina belajar diper pustakaan.
E. Rina belajar di-perpustakaan.
Jawaban: B
Pembahasan:
“Di” pada kalimat tersebut berfungsi sebagai kata depan yang menunjukkan tempat sehingga ditulis terpisah.
Soal 3
Manakah kalimat yang paling efektif?
A. Demi untuk meningkatkan kemampuan, ia rajin belajar.
B. Untuk demi meningkatkan kemampuan, ia rajin belajar.
C. Demi meningkatkan kemampuan, ia rajin belajar.
D. Demi agar meningkatkan kemampuan, ia rajin belajar.
E. Untuk supaya meningkatkan kemampuan, ia rajin belajar.
Jawaban: C
Pembahasan:
“Demi” dan “untuk” tidak perlu digunakan bersamaan dalam struktur tersebut. Kalimat C lebih hemat dan jelas.
Soal 4
Penulisan yang tepat adalah …
A. di kerjakan
B. dikerjakan
C. di-kerjakan
D. diKerjakan
E. di kerjakanlah
Jawaban: B
Pembahasan:
“di-” merupakan imbuhan pada kata “kerjakan”, sehingga ditulis serangkai.
Soal 5
Kalimat yang menggunakan tanda koma dengan tepat adalah …
A. Oleh karena itu peserta harus belajar.
B. Oleh karena itu, peserta harus belajar.
C. Oleh, karena itu peserta harus belajar.
D. Oleh karena, itu peserta harus belajar.
E. Oleh karena itu peserta, harus belajar.
Jawaban: B
Pembahasan:
Ungkapan “oleh karena itu” sebagai penghubung antarkalimat diikuti tanda koma ketika berada di awal kalimat.
Soal 6
Kalimat yang memiliki struktur paling efektif adalah …
A. Pemerintah melakukan upaya untuk agar meningkatkan pelayanan.
B. Pemerintah melakukan upaya agar meningkatkan pelayanan.
C. Pemerintah berupaya meningkatkan pelayanan.
D. Pemerintah adalah melakukan upaya meningkatkan pelayanan.
E. Pemerintah untuk melakukan upaya peningkatan pelayanan.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalimat C lebih ringkas, jelas, dan tidak menggunakan unsur yang berlebihan.
Soal 7
Penulisan nama negara yang tepat terdapat pada kalimat …
A. warga negara indonesia harus menaati hukum.
B. Warga Negara Indonesia harus menaati hukum.
C. Warga negara Indonesia harus menaati hukum.
D. warga Negara Indonesia harus menaati hukum.
E. Warga negara indonesia harus menaati hukum.
Jawaban: C
Pembahasan:
“Indonesia” merupakan nama negara sehingga menggunakan huruf kapital. Kata “warga negara” tidak perlu menggunakan huruf kapital jika berada di tengah kalimat dan bukan nama resmi.
Soal 8
Kalimat yang menunjukkan keparalelan adalah …
A. Ia suka membaca, menulis, dan berdiskusi.
B. Ia suka membaca, tulisan, dan berdiskusi.
C. Ia suka membaca, menulis, dan diskusi.
D. Ia suka bacaan, menulis, dan diskusi.
E. Ia suka membaca, tulisan, dan diskusi.
Jawaban: A
Pembahasan:
Kata “membaca”, “menulis”, dan “berdiskusi” menggunakan bentuk verba yang sejajar.
Soal 9
Manakah kalimat yang tidak efektif?
A. Peserta membaca soal dengan teliti.
B. Peserta mengerjakan soal secara mandiri.
C. Para peserta semuanya hadir tepat waktu.
D. Peserta mengikuti ujian dengan tertib.
E. Peserta memeriksa jawaban sebelum dikumpulkan.
Jawaban: C
Pembahasan:
“Para peserta” sudah menunjukkan bentuk jamak. Kata “semuanya” menyebabkan pemborosan kata.
Soal 10
Penulisan yang tepat adalah …
A. ke sekolah
B. kesekolah
C. ke-sekolah
D. ke Sekolah
E. kes ekolah
Jawaban: A
Pembahasan:
“Ke” merupakan kata depan yang menunjukkan tempat sehingga ditulis terpisah dari “sekolah”.
Soal 11
Kalimat yang paling tepat adalah …
A. Para mahasiswa-mahasiswa sedang berdiskusi.
B. Para mahasiswa sedang berdiskusi.
C. Para mahasiswa semuanya sedang berdiskusi bersama-sama.
D. Semua para mahasiswa sedang berdiskusi.
E. Mahasiswa-mahasiswa para sedang berdiskusi.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B tidak mengandung pemborosan unsur jamak.
Soal 12
Kalimat berikut yang menggunakan kata baku adalah …
A. Peserta harus memiliki ijin.
B. Peserta harus memiliki izin.
C. Peserta harus memiliki idzin.
D. Peserta harus memiliki ijinan.
E. Peserta harus memiliki izzin.
Jawaban: B
Pembahasan:
Bentuk baku yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah izin.
Soal 13
Kalimat yang efektif adalah …
A. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tersebut efektif.
B. Berdasarkan hasil penelitian, metode tersebut efektif.
C. Berdasarkan daripada hasil penelitian metode tersebut efektif.
D. Hasil penelitian berdasarkan menunjukkan metode efektif.
E. Berdasarkan hasil penelitian adalah menunjukkan metode efektif.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat A tidak memiliki struktur yang tepat karena frasa “berdasarkan hasil penelitian” seolah menjadi subjek dari kata “menunjukkan”. Kalimat B lebih jelas.
Soal 14
Penulisan kalimat yang tepat adalah …
A. Saya pergi ke Jakarta pada hari Senin.
B. Saya pergi ke jakarta pada hari senin.
C. saya pergi ke Jakarta pada hari Senin.
D. Saya pergi ke Jakarta pada Hari Senin.
E. saya pergi ke jakarta pada Hari senin.
Jawaban: A
Pembahasan:
Awal kalimat, nama kota, dan nama hari menggunakan huruf kapital.
Soal 15
Kalimat yang paling hemat adalah …
A. Ia naik ke atas tangga.
B. Ia turun ke bawah.
C. Ia masuk ke dalam ruangan.
D. Ia naik tangga.
E. Ia maju ke depan.
Jawaban: D
Pembahasan:
Kata “naik” sudah menunjukkan gerakan ke arah atas sehingga kata “ke atas” dapat menjadi unsur yang tidak diperlukan dalam konteks tersebut.
Soal 16
Kalimat yang menggunakan tanda baca dengan tepat adalah …
A. Peserta harus membawa pensil, penghapus dan kartu ujian.
B. Peserta harus membawa pensil penghapus, dan kartu ujian.
C. Peserta harus membawa pensil, penghapus, dan kartu ujian.
D. Peserta harus membawa, pensil, penghapus dan kartu ujian.
E. Peserta harus membawa pensil penghapus dan, kartu ujian.
Jawaban: C
Pembahasan:
Tanda koma digunakan untuk memisahkan unsur dalam perincian.
Soal 17
Kalimat berikut yang menggunakan bentuk kata yang tepat adalah …
A. Pemerintah mensosialisasikan kebijakan baru.
B. Pemerintah menyosialisasikan kebijakan baru.
C. Pemerintah mensosialisasi kebijakan baru.
D. Pemerintah mensosialkan kebijakan baru.
E. Pemerintah menyosialkan kebijakan baru.
Jawaban: B
Pembahasan:
Bentuk yang sesuai kaidah adalah “menyosialisasikan”.
Soal 18
Kalimat yang paling efektif adalah …
A. Dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan, peserta mengikuti pelatihan.
B. Untuk dalam rangka meningkatkan kemampuan, peserta mengikuti pelatihan.
C. Dalam rangka meningkatkan kemampuan, peserta mengikuti pelatihan.
D. Dalam rangka agar meningkatkan kemampuan, peserta mengikuti pelatihan.
E. Peserta adalah dalam rangka mengikuti pelatihan.
Jawaban: C
Pembahasan:
Penggunaan “dalam rangka untuk” menyebabkan pemborosan. Kalimat C lebih ringkas.
Soal 19
Manakah penulisan yang benar?
A. antar negara
B. antar-negara
C. antarnegara
D. antar Negara
E. antar Negara-Negara
Jawaban: C
Pembahasan:
Bentuk terikat “antar-” ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Soal 20
Kalimat yang paling efektif adalah …
A. Ia mengatakan bahwa dirinya akan hadir besok.
B. Ia mengatakan bahwa ia akan hadir besok.
C. Ia mengatakan bahwasanya dirinya akan hadir besok.
D. Ia adalah mengatakan bahwa dirinya akan hadir besok.
E. Ia mengatakan tentang bahwa ia akan hadir besok.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B lebih sederhana dan efektif. Penggunaan “tentang” sebelum “bahwa” seperti pada pilihan E tidak diperlukan.
Soal 21
Penulisan judul yang sesuai adalah …
A. latihan Soal TWK CPNS Bahasa Indonesia
B. Latihan soal TWK CPNS bahasa Indonesia
C. Latihan Soal TWK CPNS Bahasa Indonesia
D. LATIHAN soal TWK CPNS Bahasa indonesia
E. latihan SOAL TWK CPNS Bahasa Indonesia
Jawaban: C
Pembahasan:
Dalam judul, unsur utama ditulis dengan huruf kapital sesuai ketentuan penulisan judul, sedangkan kata tugas tertentu dapat ditulis dengan huruf kecil sesuai posisinya.
Soal 22
Kalimat yang paling jelas adalah …
A. Berdasarkan informasi tersebut mengatakan bahwa ujian ditunda.
B. Berdasarkan informasi tersebut, ujian ditunda.
C. Berdasarkan daripada informasi tersebut ujian ditunda.
D. Informasi tersebut berdasarkan mengatakan ujian ditunda.
E. Informasi berdasarkan tersebut mengatakan bahwa ujian ditunda.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B memiliki struktur yang lebih jelas dan tidak memiliki subjek semu.
Soal 23
Kalimat yang menggunakan kata baku adalah …
A. Analisa data dilakukan secara berkala.
B. Analisis data dilakukan secara berkala.
C. Analisa data di lakukan secara berkala.
D. Analisis data di lakukan secara berkala.
E. Analisa data dilakukan dengan sistim berkala.
Jawaban: B
Pembahasan:
Bentuk baku yang tepat adalah analisis, bukan “analisa”.
Soal 24
Kalimat yang tidak mengandung pemborosan kata adalah …
A. Para peserta berkumpul bersama-sama.
B. Peserta berkumpul bersama-sama.
C. Para peserta berkumpul.
D. Semua peserta berkumpul bersama-sama semuanya.
E. Para peserta semuanya berkumpul bersama.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kata “para” sudah menunjukkan jamak, sedangkan kata “berkumpul” sudah menunjukkan aktivitas berkumpul. Kalimat C paling hemat.
Soal 25
Kalimat yang paling efektif adalah …
A. Peserta diharapkan untuk dapat supaya memahami materi.
B. Peserta diharapkan dapat memahami materi.
C. Peserta diharapkan untuk supaya dapat memahami materi.
D. Peserta adalah diharapkan dapat untuk memahami materi.
E. Peserta diharapkan agar supaya dapat memahami materi.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B menghilangkan kata-kata yang berlebihan sehingga menjadi lebih ringkas dan jelas.
Tips Menguasai Materi Kalimat Efektif untuk TWK CPNS
Untuk menguasai materi ini, peserta tidak harus menghafalkan seluruh kaidah sekaligus. Belajar dapat dilakukan secara bertahap.
Pelajari Kata Baku
Buat daftar kata yang sering tertukar, misalnya:
- izin, bukan ijin;
- risiko, bukan resiko;
- analisis, bukan analisa;
- praktik, bukan praktek;
- objek, bukan obyek;
- subjek, bukan subyek;
- sistem, bukan sistim;
- aktivitas, bukan aktifitas.
Latihan Memperbaiki Kalimat
Ambil kalimat yang panjang, kemudian coba hilangkan kata yang tidak diperlukan. Perhatikan apakah makna kalimat tetap sama.
Pelajari Pola Kesalahan
Dalam soal pilihan ganda, kesalahan sering berupa:
- pemborosan kata;
- penggunaan kata depan;
- ketidaksejajaran bentuk;
- struktur subjek-predikat yang tidak jelas;
- penggunaan tanda baca;
- kata tidak baku;
- huruf kapital yang tidak tepat.
Jangan Hanya Mengandalkan Intuisi
Kalimat yang terdengar “enak” belum tentu sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Ketika mengerjakan soal TWK, gunakan prinsip kebahasaan sebagai dasar menentukan jawaban.
Strategi Mengerjakan Soal Bahasa Indonesia dalam TWK
Ketika waktu ujian terbatas, peserta dapat menggunakan strategi sederhana.
Pertama, baca seluruh kalimat secara cepat untuk memahami maksudnya.
Kedua, cari bagian yang terasa janggal. Periksa apakah masalahnya terdapat pada struktur kalimat, kata baku, ejaan, atau tanda baca.
Ketiga, eliminasi pilihan yang jelas salah.
Keempat, bandingkan dua pilihan terakhir berdasarkan kaidah bahasa Indonesia.
Kelima, jangan terlalu lama pada satu soal. Jika masih ragu, tandai dan lanjutkan ke soal berikutnya apabila sistem ujian memungkinkan.
FAQ Latihan Soal TWK Bahasa Indonesia
Apa saja materi Bahasa Indonesia yang perlu dipelajari untuk TWK?
Materi yang dapat dipelajari antara lain kalimat efektif, kata baku, ejaan, huruf kapital, tanda baca, struktur kalimat, makna kata, dan pemahaman teks.
Apakah EYD masih digunakan?
Istilah EYD masih sangat dikenal dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pedoman resmi yang berlaku saat ini adalah EYD Edisi V, yang merupakan pemutakhiran dari PUEBI.
Apa ciri utama kalimat efektif?
Kalimat efektif harus memiliki struktur yang jelas, menggunakan kata secara tepat dan hemat, memiliki hubungan antargagasan yang padu, serta tidak menimbulkan kerancuan makna.
Apa perbedaan “di” sebagai kata depan dan “di-” sebagai imbuhan?
“Di” sebagai kata depan yang menunjukkan tempat ditulis terpisah, seperti di rumah dan di sekolah. Sementara “di-” sebagai imbuhan ditulis serangkai, seperti dibaca, ditulis, dan dikerjakan.
Bagaimana cara cepat menemukan kalimat tidak efektif?
Periksa apakah terdapat kata yang berlebihan, struktur yang tidak jelas, penggunaan kata yang tidak tepat, bentuk yang tidak sejajar, atau makna yang ambigu.
Kesimpulan
Latihan soal TWK CPNS Bahasa Indonesia kalimat efektif dan EYD dapat membantu peserta memahami berbagai kaidah yang sering digunakan dalam soal kemampuan kebahasaan. Materinya mencakup lebih dari sekadar menghafalkan kata baku karena peserta juga perlu mampu mengenali struktur kalimat, penggunaan tanda baca, huruf kapital, kata depan, imbuhan, serta kehematan dan ketepatan bahasa.
Beberapa konsep penting yang perlu dikuasai adalah kesepadanan, keparalelan, kehematan, kecermatan, kepaduan, ketepatan pilihan kata, serta penggunaan ejaan sesuai kaidah.
Untuk materi ejaan, peserta juga perlu mengikuti pedoman yang berlaku saat ini, yaitu EYD Edisi V. Dengan memahami kaidah tersebut, peserta dapat lebih mudah membedakan kalimat yang efektif dan tidak efektif.
Kunci utama mengerjakan soal Bahasa Indonesia adalah teliti membaca kalimat dan memahami alasan di balik setiap pilihan jawaban. Jangan hanya memilih kalimat yang terdengar paling familiar. Perhatikan struktur, kata, ejaan, dan tanda baca secara keseluruhan.
Semakin sering berlatih, semakin mudah peserta mengenali pola kesalahan dalam soal TWK. Oleh karena itu, gunakan kumpulan soal di atas sebagai latihan awal, kemudian lanjutkan dengan soal berbentuk analisis teks dan kalimat agar kemampuan penalaran Bahasa Indonesia semakin kuat.
Penulis: W.S


Post Comment