Langit Moskow Membara: Ratusan Drone Ukraina Hantam Ibu Kota Rusia di Hari Terakhir Pemilu

Langit Moskow Membara: Ratusan Drone Ukraina Hantam Ibu Kota Rusia di Hari Terakhir Pemilu

Sekolapedia – 22 September 2026 | Ketegangan perang antara Rusia dan Ukraina mencapai titik didih baru ketika serangan udara skala masif menghantam jantung politik Rusia. Peristiwa mencekam ini terjadi tepat saat proses demokrasi sedang berlangsung, di mana ratusan drone sasar Moskow saat pemilu parlemen Rusia digelar, 2 orang tewas dalam serangan yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar sejak invasi dimulai pada tahun 2022.

Pada Minggu, 20 September 2026, suasana pemungutan suara untuk anggota Duma Negara yang seharusnya berlangsung tenang berubah menjadi mencekam. Langit Moskow dan wilayah sekitarnya dipenuhi oleh kawanan pesawat nirawak (drone) yang meluncur cepat menuju sasaran strategis. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan bahwa pertahanan udara Rusia telah berjuang keras mencegat lebih dari 1.600 drone sejak Sabtu, dengan sekitar 450 unit di antaranya diarahkan langsung ke ibu kota.

Dampak Serangan: Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur

Serangan ini bukan sekadar gangguan visual di langit, melainkan serangan yang membawa dampak fatal. Berdasarkan laporan otoritas setempat, ratusan drone sasar Moskow saat pemilu parlemen Rusia digelar, 2 orang tewas di lokasi yang berbeda, yang kemudian dilaporkan meningkat menjadi tiga orang setelah salah satu korban meninggal di rumah sakit. Korban jiwa diidentifikasi sebagai seorang pria lansia berusia 74 tahun dan seorang wanita berusia 44 tahun.

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur penting juga dilaporkan secara luas:

  • Kilang Minyak Moskow: Sebuah fasilitas pengolahan minyak penting di kawasan Kapotnya terkena hantaman drone, menyebabkan kebakaran hebat dan kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari kejauhan.
  • Bangunan Apartemen: Di Distrik Ramenskoye, sebuah drone menghantam gedung apartemen setinggi 21 lantai, memicu kebakaran hebat di bagian atap dan menciptakan lubang besar pada struktur bangunan.
  • Evakuasi Massal: Akibat kerusakan bangunan dan ancaman kebakaran, sekitar 400 warga, termasuk 70 anak-anak, terpaksa dievakuasi dari hunian mereka demi keamanan.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa meskipun sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat mayoritas drone, sebagian wahana udara tetap berhasil menembus pertahanan dan menghantam target sipil maupun industri.

Reaksi Ukraina dan Ancaman Eskalasi Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan pernyataan melalui media sosial X bahwa serangan jarak jauh ini merupakan bagian dari strategi untuk melumpuhkan mesin perang Rusia. Zelensky menegaskan bahwa fasilitas logistik dan industri minyak yang menjadi sasaran adalah penopang utama ekonomi perang Kremlin yang bernilai miliaran dolar. Menurutnya, serangan ini memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas operasional Rusia.

Di sisi lain, pemerintah Rusia melalui Kementerian Pertahanan memberikan respons keras. Moskow menuding Ukraina sengaja meluncurkan serangan ini untuk mengganggu proses pemungutan suara dan merusak kehendak demokratis warga Rusia. Sebagai balasan, Rusia mengancam akan meningkatkan intensitas serangan presisi tinggi terhadap target-target militer di Kyiv. Eskalasi ini menandakan bahwa perang kini telah menembus jantung politik Rusia, bukan lagi sekadar pertempuran di garis depan Ukraina.

Meskipun serangan besar terjadi, hasil awal pemilu menunjukkan bahwa partai berkuasa, Rusia Bersatu (United Russia), tetap diprediksi akan mempertahankan dominasinya. Namun, insiden di mana ratusan drone sasar Moskow saat pemilu parlemen Rusia digelar, 2 orang tewas ini telah mengubah persepsi keamanan di ibu kota Rusia secara permanen. Dunia kini menanti apakah ancaman balasan dari Moskow akan memicu babak baru perang yang lebih destruktif di wilayah Kyiv.

Secara keseluruhan, peristiwa ini menegaskan bahwa wilayah sipil dan pusat pemerintahan kini menjadi medan tempur yang sangat rentan. Dengan meningkatnya penggunaan drone jarak jauh, batasan antara garis depan perang dan zona aman politik semakin kabur, menciptakan ketidakpastian baru dalam dinamika konflik Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun kelima.

Post Comment