Kumpulan Contoh Soal Ujian Model Baru Kurikulum Merdeka

Kumpulan Contoh Soal Ujian Model Baru Kurikulum Merdeka

Perubahan sistem pembelajaran membuat bentuk evaluasi pendidikan juga ikut berkembang. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, siswa tidak hanya dituntut untuk menghafal materi, tetapi juga memahami konsep, menerapkan pengetahuan, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, latihan mengerjakan soal dengan model yang lebih kontekstual menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Kumpulan contoh soal ujian model baru Kurikulum Merdeka dapat menjadi bahan latihan bagi siswa untuk mengenali berbagai bentuk pertanyaan. Soal dapat disusun berdasarkan situasi sehari-hari, teks bacaan, data, tabel, maupun permasalahan tertentu. Dengan berlatih secara rutin, siswa diharapkan lebih terbiasa menganalisis informasi sebelum menentukan jawaban.

Apa Itu Model Soal Kurikulum Merdeka?

Model soal dalam Kurikulum Merdeka pada dasarnya diarahkan untuk mengukur kemampuan siswa secara lebih menyeluruh. Pertanyaan tidak selalu diberikan dalam bentuk hafalan atau definisi, tetapi dapat meminta siswa menggunakan pengetahuan yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Soal juga dapat menggabungkan kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Artinya, siswa perlu memahami konteks soal terlebih dahulu sebelum menentukan jawaban.

Sebagai contoh, daripada hanya menanyakan rumus matematika, sebuah soal dapat memberikan kasus mengenai perhitungan harga barang, diskon, atau penggunaan uang. Siswa kemudian diminta melakukan perhitungan berdasarkan situasi tersebut.

Ciri-Ciri Soal Ujian Model Baru

Ada beberapa ciri yang sering ditemukan dalam soal yang mengutamakan kemampuan berpikir. Pertama, soal menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa. Kedua, terdapat informasi yang harus dipahami dan dianalisis.

Selain itu, soal dapat menggunakan teks yang cukup panjang, tabel, grafik, gambar, atau data tertentu. Jawaban juga tidak selalu dapat ditemukan secara langsung sehingga siswa perlu menghubungkan beberapa informasi.

Model seperti ini bertujuan agar siswa tidak hanya mengetahui suatu konsep, tetapi mampu menggunakan konsep tersebut ketika menghadapi permasalahan baru.

Contoh Soal 1: Literasi

Bacalah teks berikut!

Perpustakaan sekolah mulai menyediakan koleksi buku digital agar siswa dapat membaca melalui perangkat elektronik. Program tersebut bertujuan meningkatkan minat baca dan mempermudah siswa memperoleh bahan bacaan. Namun, sekolah tetap menyediakan buku cetak karena sebagian siswa lebih nyaman membaca menggunakan buku secara langsung.

Pertanyaan:

Berdasarkan teks tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah ….

A. Buku digital harus menggantikan seluruh buku cetak.
B. Buku cetak sudah tidak diperlukan oleh siswa.
C. Sekolah menggunakan berbagai media untuk mendukung kegiatan membaca.
D. Siswa hanya diperbolehkan membaca buku digital.
E. Buku digital tidak memberikan manfaat bagi siswa.

Jawaban: C. Sekolah menggunakan berbagai media untuk mendukung kegiatan membaca.

Pembahasan

Teks menjelaskan bahwa sekolah menyediakan buku digital sekaligus tetap mempertahankan buku cetak. Hal tersebut menunjukkan bahwa sekolah menggunakan lebih dari satu media untuk mendukung kegiatan membaca siswa.

Pilihan lainnya tidak sesuai dengan isi teks karena menyatakan bahwa salah satu jenis buku harus dihilangkan.

Contoh Soal 2: Numerasi

Sebuah toko memberikan diskon sebesar 20% untuk sebuah tas yang memiliki harga Rp300.000. Setelah mendapatkan diskon, pembeli mendapatkan potongan tambahan sebesar Rp10.000.

Berapa harga yang harus dibayar setelah kedua potongan tersebut?

A. Rp220.000
B. Rp230.000
C. Rp240.000
D. Rp250.000
E. Rp260.000

Jawaban: B. Rp230.000

Pembahasan

Diskon pertama:

20% × Rp300.000 = Rp60.000.

Harga setelah diskon:

Rp300.000 − Rp60.000 = Rp240.000.

Kemudian mendapatkan potongan tambahan Rp10.000:

Rp240.000 − Rp10.000 = Rp230.000.

Jadi, harga yang harus dibayar adalah Rp230.000.

Contoh Soal 3: Berpikir Kritis

Sekolah ingin mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Pihak sekolah menyediakan tempat pengisian air minum dan mengajak siswa membawa botol minum sendiri.

Tindakan tersebut dilakukan terutama untuk ….

A. meningkatkan penggunaan plastik
B. mengurangi sampah plastik
C. meningkatkan harga makanan di kantin
D. mengurangi jumlah siswa di sekolah
E. mengganti seluruh fasilitas sekolah

Jawaban: B. Mengurangi sampah plastik

Pembahasan

Penyediaan tempat pengisian air dan ajakan membawa botol sendiri dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Dengan demikian, jumlah sampah plastik yang dihasilkan juga dapat berkurang.

Soal ini menguji kemampuan siswa dalam memahami hubungan antara tindakan dan tujuan dari sebuah program.

Contoh Soal 4: Analisis Data

Perhatikan data jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berikut:

Ekstrakurikuler Jumlah Siswa
Futsal 30
Basket 20
Pramuka 35
Paskibra 25
Karya Ilmiah 15

Berdasarkan data tersebut, kegiatan ekstrakurikuler yang paling banyak diminati siswa adalah ….

A. Futsal
B. Basket
C. Pramuka
D. Paskibra
E. Karya Ilmiah

Jawaban: C. Pramuka

Pembahasan

Jumlah peserta Pramuka adalah 35 siswa. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Futsal sebanyak 30 siswa, Paskibra 25 siswa, Basket 20 siswa, dan Karya Ilmiah 15 siswa.

Jadi, ekstrakurikuler yang paling banyak diminati adalah Pramuka.

Contoh Soal 5: Pemecahan Masalah

Sebuah kelompok siswa mendapatkan tugas membuat presentasi. Dua anggota kelompok mengerjakan sebagian besar tugas, sedangkan anggota lainnya belum memberikan kontribusi. Waktu pengumpulan semakin dekat.

Langkah yang paling tepat adalah ….

A. Membiarkan anggota lain tidak mengerjakan tugas
B. Membatalkan tugas kelompok
C. Membagi tugas kembali sesuai kemampuan setiap anggota dan menentukan batas waktu
D. Mengerjakan seluruh tugas sendiri
E. Menyalahkan anggota yang belum bekerja

Jawaban: C. Membagi tugas kembali sesuai kemampuan setiap anggota dan menentukan batas waktu

Pembahasan

Permasalahan dalam soal tersebut berkaitan dengan kerja sama dan pemecahan masalah. Pembagian tugas yang jelas dapat membuat setiap anggota mengetahui tanggung jawabnya.

Menentukan batas waktu juga penting agar pekerjaan dapat selesai sebelum waktu pengumpulan. Cara tersebut lebih efektif daripada menyalahkan anggota kelompok atau mengerjakan seluruh tugas seorang diri.

Manfaat Berlatih Soal Kurikulum Merdeka

Berlatih soal dengan model Kurikulum Merdeka dapat memberikan berbagai manfaat bagi siswa. Salah satunya adalah meningkatkan kemampuan memahami informasi. Siswa menjadi terbiasa membaca soal secara menyeluruh sebelum menentukan jawaban.

Latihan juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Siswa perlu mempertimbangkan informasi yang tersedia dan membedakan jawaban yang benar dengan jawaban yang terlihat benar tetapi tidak sesuai dengan konteks.

Selain itu, soal berbasis numerasi membantu siswa menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan tersebut dapat digunakan ketika menghitung uang, membaca data, membandingkan informasi, maupun membuat keputusan.

Tips Menghadapi Soal Model Baru

Menghadapi soal dengan model baru membutuhkan ketelitian. Jangan terburu-buru memilih jawaban hanya karena menemukan kata yang terlihat sama dengan pertanyaan.

Bacalah soal secara keseluruhan dan tentukan informasi yang paling penting. Jika terdapat teks, pahami gagasan utama dan informasi pendukungnya. Jika terdapat tabel atau grafik, perhatikan angka, satuan, dan keterangan yang diberikan.

Untuk soal yang membutuhkan perhitungan, tuliskan langkah penyelesaian secara sistematis. Sementara itu, untuk soal studi kasus, identifikasi masalah terlebih dahulu kemudian pertimbangkan solusi yang paling sesuai.

Rutin mengerjakan latihan juga sangat membantu. Siswa dapat mencoba berbagai jenis soal agar tidak hanya terbiasa dengan satu p

Penulis: Shofiya M.P

Post Comment