Krisis Udara di Kalimantan: Indeks Kualitas Udara Mencapai Level Berbahaya di Tengah Ancaman Abu Vulkanik

Krisis Udara di Kalimantan: Indeks Kualitas Udara Mencapai Level Berbahaya di Tengah Ancaman Abu Vulkanik

Sekolapedia – 07 September 2026 | Kondisi lingkungan di beberapa wilayah Indonesia menunjukkan fluktuasi yang ekstrem pada Minggu, 6 September 2026. Laporan terbaru mengenai air quality index mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat kini menempati posisi terburuk di seluruh Indonesia dengan tingkat polusi yang sangat mengkhawatirkan. Fenomena ini terjadi di tengah pemantauan intensif pemerintah terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai menyebar ke wilayah Sumatera Selatan.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Kalimantan Barat mencatatkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebesar 517 pada pukul 18:00 WIB. Berdasarkan regulasi KLHK No. 14/2020, angka di atas 300 dikategorikan sebagai tingkat berbahaya yang memerlukan respons segera. Kondisi serupa juga dialami oleh Kalimantan Tengah yang berada di peringkat kedua dengan skor 481. Kedua provinsi ini saat ini berada dalam zona bahaya bagi kesehatan manusia.

Daftar Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk

Berikut adalah sepuluh provinsi dengan tingkat polusi udara tertinggi di Indonesia per 6 September 2026:

Peringkat Provinsi Skor ISPU
1 Kalimantan Barat 517
2 Kalimantan Tengah 481
3 Sumatera Selatan 233
4 Kalimantan Selatan 204
5 Jambi 174
6 Riau 167
7 Sumatera Barat 160
8 Kalimantan Timur 131
9 Sumatera Selatan (wilayah lain) 115
10 Banten 108

Kenaikan drastis pada air quality index ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor lingkungan. Di wilayah Sumatera Selatan, selain polusi partikulat, aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau turut memberikan kontribusi signifikan. Kementerian Lingkungan Hidup sedang mengerahkan tim teknis untuk memantau kadar PM2.5, PM10, dan sulfur dioksida di sepanjang pesisir Banten dan Lampung.

Dampak Erupsi Anak Krakatau dan Kebakaran Hutan

Di Sumatera Selatan, beberapa lokasi seperti Palembang Bukit Kecil, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Ogan Ilir mencatatkan kondisi “sangat tidak sehat”. Sementara itu, wilayah Lahat, Musi Rawas, dan Jambi Paal Lima berada pada kategori “tidak sehat”. Pemerintah mencatat bahwa selain abu vulkanik, kebakaran hutan dan lahan musiman di Sumatera Selatan juga memperburuk kualitas udara secara keseluruhan. Hal ini membuat analisis teknis sedang dilakukan untuk memisahkan dampak langsung abu vulkanik dengan polusi dari kebakaran lahan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan, penggunaan masker pelindung sangat disarankan saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemantauan terhadap air quality index akan terus dilakukan secara kontinu melalui Sistem Pemantauan Kualitas Udara.

Kontras Kualitas Udara: Kendari Sebagai Wilayah Terbersih

Berbanding terbalik dengan situasi di Kalimantan dan Sumatera, Kota Kendari justru mencatatkan kualitas udara paling bersih di Indonesia pada pagi hari tanggal 6 September 2026. Dengan skor ISPU hanya sebesar 4, Kendari masuk dalam kategori sangat baik dengan tingkat polutan yang sangat rendah. Kota lain seperti Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Nabire juga menunjukkan angka yang sangat positif.

Di kancah internasional, Delhi, India, juga melaporkan kondisi yang relatif stabil. Setelah diguyur hujan ringan, air quality index di Delhi tercatat pada angka 57, yang masuk dalam kategori “memuaskan”. Hal ini memberikan gambaran betapa beragamnya kondisi atmosfer di berbagai belahan dunia akibat interaksi cuaca dan aktivitas geologis.

Secara keseluruhan, situasi kualitas udara di Indonesia saat ini memerlukan perhatian serius, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Kombinasi antara aktivitas vulkanik, kebakaran lahan, dan faktor cuaca telah menciptakan disparitas kualitas udara yang sangat lebar antar wilayah. Pengawasan ketat dari otoritas lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan pernapasan menjadi kunci utama dalam menghadapi krisis polusi ini.

Post Comment