Sekolapedia – 22 September 2026 | Kekecewaan mendalam menyelimuti Tottenham Hotspur Stadium setelah laga pekan kelima Premier League berakhir dengan skor mengecewakan. Gol akhir tak cukup, Tottenham tumbang dari Aston Villa di Liga Inggris dengan skor tipis 2-3 pada Sabtu (19/9/2026) malam WIB. Meski sempat memberikan perlawanan sengit di menit-menit terakhir, kegagalan Spurs untuk menjaga konsistensi pertahanan membuat mereka harus kembali menelan pil pahit.
Pertandingan ini menjadi sangat krusial bagi kedua tim yang sama-sama mengincar kemenangan perdana musim ini. Namun, skenario berbeda terjadi. Aston Villa berhasil mengamankan tiga poin pertama mereka, sementara Tottenham justru semakin terperosok ke zona degradasi. Fenomena ini menjadi sorotan tajam, mengingat gol akhir tak cukup, Tottenham tumbang dari Aston Villa di Liga Inggris yang membuat posisi mereka di klasemen semakin mengkhawatirkan.
Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Berujung Petaka
Sejak peluit pertama dibunyikan, Tottenham sebenarnya tampil dominan. Pasukan Roberto De Zerbi menguasai penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang melalui Dominik Solanke dkk. Namun, ketangguhan kiper Aston Villa, Zion Suzuki, menjadi tembok besar yang sulit ditembus. Ironisnya, dominasi tersebut tidak berbuah gol, bahkan sempat ada gol Mohamed Kudus yang dianulir oleh VAR.
Titik balik terjadi pada masa tambahan waktu babak pertama. Saat bek Tottenham, Micky van de Ven, harus keluar lapangan untuk mendapatkan perawatan medis, koordinasi pertahanan Spurs goyah. Memanfaatkan situasi tersebut, John McGinn memberikan umpan matang kepada Boubacar Kamara yang kemudian disambar dengan dingin oleh Johan Manzambi. Skor 1-0 untuk Aston Villa menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Tottenham mencoba bangkit dengan mengambil inisiatif serangan. Namun, Aston Villa justru bermain sangat disiplin dengan mengandalkan serangan balik cepat. Pada menit ke-67, kesalahan antisipasi terhadap bola panjang dari tendangan gawang Suzuki dimanfaatkan oleh Nicolas Jackson untuk menggandakan keunggulan Villa menjadi 2-0. Tak berselang lama, sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti oleh Emiliano Buendia membuat skor menjadi 3-0 pada menit ke-79.
Tottenham baru mampu memberikan sedikit harapan melalui gol Conor Gallagher pada menit ke-86, yang disusul oleh sundulan Jan Paul van Hecke pada menit ke-90+8. Namun, kenyataan pahit tetap harus diterima; gol akhir tak cukup, Tottenham tumbang dari Aston Villa di Liga Inggris meskipun telah menunjukkan semangat kebangkitan di penghujung laga.
Rekor Buruk dan Krisis Manajerial
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan sebuah catatan sejarah kelam bagi klub asal London Utara tersebut. Berikut adalah ringkasan performa buruk Tottenham di awal musim ini:
- Poin Terkumpul: Hanya 2 poin dari 5 pertandingan pembuka.
- Selisih Gol: -6 gol, yang merupakan rekor terburuk dibandingkan musim 2008-2009.
- Posisi Klasemen: Terlempar ke peringkat 18/19, berada di zona degradasi.
- Status Kemenangan: Belum meraih satu pun kemenangan di Liga Inggris musim ini.
Pelatih Roberto De Zerbi mengungkapkan kekecewaannya terhadap organisasi pertahanan timnya yang dianggap terlalu rapuh. Ia mengakui bahwa timnya terlalu ceroboh dalam mengantisipasi situasi krusial, terutama saat kehilangan pemain di lapangan. Situasi ini membuat tekanan terhadap De Zerbi semakin meningkat, mengingat investasi besar yang telah dilakukan klub pada bursa transfer musim panas lalu belum membuahkan hasil nyata.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Aston Villa untuk keluar dari puasa kemenangan. Hasil ini membuktikan bahwa efektivitas serangan balik dan ketenangan dalam menjaga keunggulan menjadi kunci kemenangan mereka di laga tandang ini.
Sebagai penutup, laga ini menjadi pengingat keras bagi Tottenham Hotspur bahwa kualitas individu saja tidak cukup tanpa organisasi tim yang solid. Dengan jadwal internasional yang akan segera tiba, Spurs harus segera berbenah jika tidak ingin terus terpuruk di papan bawah klasemen. Fakta bahwa gol akhir tak cukup, Tottenham tumbang dari Aston Villa di Liga Inggris menjadi pelajaran mahal bagi seluruh elemen klub untuk segera memperbaiki lini pertahanan mereka.



Post Comment