Sekolapedia – 26 September 2026 | Stadion Olimpico yang biasanya riuh kini diselimuti keheningan dan kekecewaan saat laga pembuka UEFA Nations League mempertemukan italy vs belgium pada Jumat malam. Dalam laga yang penuh tekanan, tim nasional Italia harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh Belgia dengan skor telak 0-2. Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan poin di turnamen, melainkan sinyal bahaya bagi upaya pembangunan kembali tim nasional Italia pasca kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut.
Pertandingan italy vs belgium ini menjadi panggung kembalinya Roberto Mancini ke kursi kepelatihan Italia, tiga tahun setelah ia meninggalkan tim demi tawaran dari Arab Saudi. Namun, kepulangan sang pahlawan EURO 2020 tidak berjalan sesuai skenario indah. Mancini tampak frustrasi di pinggir lapangan saat melihat anak asuhnya kesulitan membendung serangan cepat tim tamu. Suasana semakin mencekam ketika hanya 47.155 penonton yang memadati stadion berkapasitas 70.000 kursi tersebut, menunjukkan adanya krisis kepercayaan antara pendukung dan tim nasional.
Dominasi Belgia dan Bintang Baru Mika Godts
Belgia, di bawah asuhan pelatih baru Mark van Bommel, tampil sangat klinis. Gol pembuka tercipta pada menit ke-20 melalui aksi individu memukau dari bintang muda Paris Saint-Germain, Mika Godts. Berawal dari umpan manis Kevin De Bruyne yang melakukan penampilan ke-125 internasionalnya, Godts melakukan penetrasi tajam dari sisi kiri. Ia melewati tiga pemain bertahan Italia sebelum dengan tenang mengecoh kiper Gianluigi Donnarumma, membuat bek Diego Coppola terlambat melakukan intervensi.
Upaya Italia untuk bangkit sempat terlihat pada babak kedua. Mancini mencatat adanya peningkatan performa setelah jeda turun minum, namun Belgia justru menghukum kesalahan pertahanan Azzurri. Pada menit ke-69, Dodi Lukebakio mencetak gol kedua setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Gol ini seolah memupus harapan Italia untuk mengejar ketertinggalan dan memastikan kemenangan bagi Setan Merah.
| Statistik Pertandingan | Italia | Belgia |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 0 | 2 |
| Gol | – | Mika Godts (20′), Dodi Lukebakio (69′) |
| Status Grup | Dasar Klasemen | Puncak Klasemen (Bersama Prancis) |
Analisis Pasca Pertandingan: Evaluasi Mancini
Dalam sesi konferensi pers, Roberto Mancini mengakui bahwa performa timnya di babak pertama berada di bawah ekspektasi. Meskipun ia memuji semangat juang para pemain di babak kedua yang berhasil menekan Belgia, ia tidak bisa menampik bahwa kesalahan individu berakibat fatal. “Belgia bermain lebih baik di babak pertama, kami mengambil inisiatif di babak kedua dan bisa saja menyamakan kedudukan, tetapi kami kebobolan lewat serangan balik akibat kesalahan kami sendiri. Ini adalah sepak bola,” ujar Mancini kepada media.
Kekalahan dalam laga italy vs belgium ini menempatkan Italia di posisi dasar klasemen bersama Turki, sementara Belgia melesat ke puncak grup bersama Prancis. Tekanan kini semakin besar bagi Mancini untuk memperbaiki performa tim sebelum menghadapi jadwal padat melawan Turki, Prancis, dan kembali melawan Turki di laga berikutnya. Jika tren negatif ini berlanjut, proses rekonstruksi menuju Piala Dunia akan semakin sulit ditempuh.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menunjukkan perbedaan mencolok antara stabilitas taktik Belgia yang sedang naik daun dengan rapuhnya mentalitas Italia yang masih dihantui trauma kegagalan turnamen besar sebelumnya. Bagi Belgia, kemenangan ini adalah awal yang sempurna, sementara bagi Italia, ini adalah peringatan keras bahwa waktu mereka tidak banyak untuk memperbaiki keadaan.


Post Comment