Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas: Polemik Nafkah Ratusan Juta hingga Perebutan Hak Asuh Anak

Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas: Polemik Nafkah Ratusan Juta hingga Perebutan Hak Asuh Anak

Sekolapedia – 06 September 2026 | Perseteruan antara presenter kondang Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kini memasuki babak yang semakin pelik. Soal konflik dengan Sarwendah yang kini melebar, Ruben Onsu: Cuma minta waktu sama anak [titlebase] menjadi inti dari ketegangan yang melibatkan persoalan nafkah anak, hak asuh, hingga status hukum yang sempat menjerat pihak pria.

Salah satu isu yang paling menyita perhatian publik adalah besaran uang bulanan untuk anak-anak mereka. Muncul dugaan bahwa Sarwendah ikut menikmati uang nafkah yang mencapai Rp200 juta per bulan. Namun, fakta hukum yang disampaikan oleh kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan perspektif berbeda. Ia menegaskan bahwa nominal tersebut bukan untuk kepentingan pribadi Sarwendah, melainkan dialokasikan untuk biaya pendidikan dan pemeliharaan anak yang mencakup cakupan luas.

Di sisi lain, pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mempertanyakan transparansi pengeluaran tersebut. Ruben mengaku sering menerima tagihan dengan angka yang berubah-ubah tanpa rincian yang jelas. Bahkan, sempat dilaporkan ada pengeluaran yang mencapai Rp263 juta per bulan, termasuk tagihan kartu kredit yang diklaim untuk keperluan anak-anak. Minola menegaskan bahwa Ruben tidak berniat lari dari tanggung jawab, namun ia meminta adanya rincian biaya tetap agar pembayaran dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Ketidakjelasan komunikasi ini berdampak pada terhentinya pemberian nafkah selama hampir satu tahun. Abraham Simon, kuasa hukum Sarwendah, menyoroti bahwa penghentian nafkah ini merupakan bentuk protes dari pihak Ruben karena adanya kewajiban yang dianggap belum dipenuhi. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai hak-hak anak yang mungkin terabaikan akibat perselisihan orang tua mereka. Dalam situasi yang semakin rumit ini, Soal konflik dengan Sarwendah yang kini melebar, Ruben Onsu: Cuma minta waktu sama anak [titlebase] menjadi narasi yang terus digaungkan oleh pihak Ruben yang merasa hanya ingin menjalankan perannya sebagai ayah.

Persoalan semakin meruncing ketika masuk ke ranah hak asuh anak. Pihak Sarwendah berencana menggunakan status tersangka yang pernah disandang Ruben Onsu di Polres Metro Jakarta Selatan sebagai salah satu argumen dalam persidangan. Meski perkara tersebut telah diselesaikan melalui restorative justice (RJ), kuasa hukum Sarwendah menilai bahwa fakta hukum mengenai peristiwa tersebut tetap relevan untuk dipertimbangkan dalam gugatan hak asuh.

Selain itu, muncul polemik mengenai syarat tes kesehatan bagi Ruben untuk dapat bertemu dengan anak-anaknya. Minola Sebayang menyatakan keberatan karena syarat tersebut tidak tercantum dalam Akta 39 tahun 2024 yang mengatur pertemuan anak dengan ayah. Menurutnya, kedua belah pihak telah membuktikan hasil tes kesehatan yang non-reaktif, sehingga aturan baru tersebut dianggap tidak perlu. Namun, di tengah segala tuntutan hukum dan perdebatan materiil, Soal konflik dengan Sarwendah yang kini melebar, Ruben Onsu: Cuma minta waktu sama anak [titlebase] tetap menjadi fokus utama bagi pihak Ruben.

Berikut adalah ringkasan poin-poin utama dalam perselisihan ini:

  • Persoalan Nafkah: Perbedaan persepsi antara biaya pemeliharaan anak yang besar dengan permintaan rincian biaya tetap dari pihak Ruben.
  • Status Hukum: Rencana penggunaan status tersangka Ruben Onsu sebagai materi jawaban dalam gugatan hak asuh anak.
  • Akses Bertemu Anak: Polemik persyaratan tes kesehatan yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal (Akta 39).
  • Hak Anak: Kekhawatiran akan terganggunya biaya pendidikan dan pemeliharaan akibat penghentian nafkah sementara.

Konflik ini menunjukkan betapa kompleksnya urusan pasca-perceraian ketika komunikasi antara kedua belah pihak terputus. Di tengah hiruk-pikuk tuntutan hukum dan pembuktian materiil, Soal konflik dengan Sarwendah yang kini melebar, Ruben Onsu: Cuma minta waktu sama anak [titlebase] menjadi pengingat bahwa kepentingan terbaik bagi anak seharusnya menjadi prioritas utama di atas ego dan perselisihan hukum orang tua.

Melalui rangkaian persidangan mendatang, diharapkan akan ada titik terang mengenai mekanisme nafkah yang transparan serta kepastian akses pertemuan antara ayah dan anak yang tidak lagi dibayangi oleh syarat-syarat yang memberatkan. Dengan tetap berpegang pada prinsip bahwa Soal konflik dengan Sarwendah yang kini melebar, Ruben Onsu: Cuma minta waktu sama anak [titlebase], diharapkan solusi yang diambil nantinya benar-benar berpihak pada kesejahteraan anak-anak mereka.

Post Comment