Inter Milan Tampil Perkasa, Udinese Gagal Pertahankan Keunggulan

Inter Milan kembali menunjukkan mentalitas kuat di Serie A 2026/2027. Menghadapi Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (14/9/2026), Nerazzurri sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol pada awal pertandingan. Namun, Inter Milan mampu bangkit dan mengakhiri laga dengan kemenangan spektakuler 5-3.

Pertandingan Inter Milan vs Udinese menjadi salah satu laga paling menarik pada pekan keempat Serie A musim ini. Delapan gol tercipta dalam duel yang berlangsung terbuka tersebut. Udinese sempat membuat kejutan besar dengan unggul 2-0, tetapi Inter Milan menunjukkan kualitas dan pengalaman untuk membalikkan keadaan.

Kemenangan ini sekaligus mempertahankan start sempurna Inter Milan di Serie A. Tim asuhan Cristian Chivu mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dan tetap berada di persaingan teratas bersama AS Roma.

Udinese Mengejutkan Inter Milan di Babak Pertama

Inter Milan sebenarnya tampil sebagai tim yang lebih diunggulkan sebelum pertandingan. Bermain di kandang sendiri, Nerazzurri diharapkan mampu mengontrol permainan sejak menit awal.

Namun, Udinese justru memberikan kejutan.

Tim tamu membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui James Abankwah. Gol tersebut berawal dari umpan silang Unai Gomez yang disambut sundulan Abankwah. Bola kemudian masuk ke gawang Josep Martinez dan membuat publik San Siro terdiam.

Situasi semakin mengejutkan bagi Inter Milan ketika Udinese mencetak gol kedua pada menit ke-16. Jurgen Ekkelenkamp berhasil memanfaatkan umpan Keinan Davis dan mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 0-2.

Keunggulan dua gol tersebut sebenarnya menjadi modal besar bagi Udinese. Akan tetapi, Inter Milan tidak kehilangan kepercayaan diri. Tuan rumah perlahan meningkatkan tekanan dan mulai menemukan ruang di pertahanan lawan.

Carlos Augusto Buka Jalan Comeback

Kebangkitan Inter Milan dimulai pada menit ke-26. Carlos Augusto mencetak gol melalui tembakan kaki kiri yang menjadi titik balik pertandingan.

Gol tersebut membuat Inter Milan semakin percaya diri. Intensitas serangan tuan rumah meningkat dan Udinese mulai kesulitan mempertahankan organisasi pertahanannya.

Tekanan Inter akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-35. Nicolo Barella berhasil mencetak gol penyama kedudukan sehingga skor berubah menjadi 2-2.

Hanya dalam waktu kurang dari 20 menit, Inter Milan mampu menghapus defisit dua gol. Situasi tersebut menunjukkan karakter kuat yang dimiliki skuad Cristian Chivu.

Bagi Udinese, keunggulan yang sebelumnya terlihat aman berubah menjadi masalah besar. Mereka tidak lagi mampu mempertahankan momentum seperti pada awal pertandingan.

Inter Milan Berbalik Unggul di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Inter Milan tampil semakin agresif. Nerazzurri tidak puas hanya dengan menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-57, Marcus Thuram membawa Inter Milan berbalik unggul. Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri dan Udinese berada dalam tekanan besar.

Keunggulan Inter kemudian bertambah pada menit ke-67. Francesco Pio Esposito mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan sebuah rangkaian serangan dengan baik.

Skor 4-2 membuat Inter Milan berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman. Udinese harus keluar menyerang jika ingin menghindari kekalahan, tetapi kondisi tersebut justru membuka ruang bagi pemain-pemain tuan rumah.

Inter kemudian mencetak gol kelima melalui Ange-Yoan Bonny pada menit ke-79. Gol tersebut praktis membuat kemenangan Nerazzurri semakin sulit untuk digagalkan.

Udinese memang masih mampu mencetak satu gol tambahan melalui Idrissa Gueye pada menit ke-90. Namun, gol tersebut hanya memperkecil ketertinggalan dan pertandingan berakhir dengan skor 5-3 untuk Inter Milan.

Mentalitas Comeback Inter Milan Jadi Sorotan

Salah satu hal paling menarik dari kemenangan Inter Milan adalah kemampuan mereka bangkit setelah tertinggal dua gol.

Menariknya, ini bukan kali pertama Inter melakukan comeback dengan situasi serupa pada awal musim Serie A. Sebelumnya, Nerazzurri juga pernah bangkit dari ketertinggalan dua gol saat menghadapi Napoli.

Karena itu, kemenangan atas Udinese bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Inter Milan memiliki mentalitas yang mampu menjaga mereka tetap kompetitif meski berada dalam situasi sulit.

Pelatih Cristian Chivu tentu bisa mengambil banyak pelajaran dari pertandingan tersebut. Inter memang menunjukkan kualitas luar biasa dalam menyerang, tetapi kebobolan dua gol dalam 16 menit pertama menjadi catatan yang perlu diperbaiki.

Chivu sendiri mengakui bahwa pertandingan seperti ini merupakan bagian dari risiko permainan modern, meskipun Inter tetap berhasil mendapatkan hasil maksimal.

Udinese Gagal Mempertahankan Keunggulan

Dari sisi Udinese, pertandingan ini menjadi contoh bagaimana keunggulan dua gol belum tentu menjamin kemenangan.

Tim tamu sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Pressing dan serangan cepat mereka berhasil membuat lini belakang Inter Milan kesulitan.

James Abankwah dan Jurgen Ekkelenkamp memberikan keunggulan awal yang sangat berharga. Namun, setelah Inter memperkecil skor melalui Carlos Augusto, permainan Udinese mulai berubah.

Masalah utama Udinese adalah mereka gagal mempertahankan intensitas. Inter Milan semakin dominan dan mampu mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola serta pergerakan pemain di lini tengah.

Setelah Barella menyamakan skor menjadi 2-2, momentum pertandingan sepenuhnya berpihak kepada Inter. Udinese akhirnya kebobolan tiga gol lagi pada babak kedua.

Menurut laporan resmi Udinese, kekalahan tersebut menjadi kekalahan kedua secara beruntun setelah sebelumnya mereka juga kehilangan keunggulan ketika menghadapi tim papan atas.

Peran Penting Barella dan Thuram

Nicolò Barella menjadi salah satu pemain penting dalam comeback Inter Milan. Golnya pada menit ke-35 tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga mengubah atmosfer pertandingan.

Sementara itu, Marcus Thuram kembali memberikan kontribusi penting di lini depan. Penyerang asal Prancis tersebut mencetak gol ketiga Inter dan ikut terlibat dalam tekanan yang terus diberikan kepada Udinese.

Carlos Augusto juga layak mendapatkan perhatian. Golnya menjadi pemicu kebangkitan Inter setelah tim tertinggal 0-2.

Selain ketiga pemain tersebut, Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny juga memperlihatkan kemampuan mereka dalam memberikan kontribusi di lini serang. Kemenangan 5-3 menunjukkan bahwa Inter Milan tidak hanya bergantung kepada satu atau dua pemain untuk menciptakan gol.

Inter Milan Tetap Sempurna di Serie A

Tambahan tiga poin dari pertandingan melawan Udinese membuat Inter Milan tetap mencatatkan hasil sempurna di Serie A musim 2026/2027.

Inter kini mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. AS Roma juga memiliki jumlah poin yang sama setelah meraih kemenangan atas Torino, sehingga persaingan di papan atas masih sangat ketat.

Kemenangan atas Udinese juga menjadi respons positif Inter setelah sebelumnya mengalami kekalahan 1-2 dari Real Madrid di Liga Champions. Karena itu, hasil 5-3 memiliki arti penting bagi kepercayaan diri tim.

Meski demikian, lini pertahanan Inter tetap harus menjadi perhatian. Kebobolan tiga gol di kandang menunjukkan masih ada celah yang dapat dimanfaatkan lawan.

Tantangan Berikutnya Menanti Inter Milan

Setelah kemenangan atas Udinese, Inter Milan tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Nerazzurri dijadwalkan menghadapi AS Roma pada pertandingan Serie A berikutnya.

Duel tersebut akan menjadi ujian besar bagi Inter karena Roma juga mengawali musim dengan koleksi 12 poin. Pertandingan itu berpotensi menjadi penentu awal dalam persaingan papan atas Serie A.

Jika Inter mampu memperbaiki masalah di lini belakang sekaligus mempertahankan produktivitas serangan, mereka memiliki peluang besar untuk terus bersaing dalam perebutan gelar.

Kemenangan 5-3 atas Udinese menjadi bukti bahwa Inter Milan memiliki kualitas sekaligus mentalitas untuk bangkit dari situasi sulit. Udinese sempat menguasai jalannya pertandingan dengan keunggulan dua gol, tetapi Nerazzurri mampu mengubah keadaan melalui respons cepat dan permainan menyerang yang efektif.

Pada akhirnya, Inter Milan tampil perkasa, sementara Udinese gagal mempertahankan keunggulan. Delapan gol yang tercipta di San Siro menjadi gambaran pertandingan penuh drama, sekaligus mempertegas status Inter sebagai salah satu kandidat kuat di papan atas Serie A 2026/2027.

penulis rv

Post Comment