Dunia Sepak Bola Berduka: Sosok Legendaris Iwan Setiawan Berpulang, Persebaya Kenang Masa Kejayaan 2017

Dunia Sepak Bola Berduka: Sosok Legendaris Iwan Setiawan Berpulang, Persebaya Kenang Masa Kejayaan 2017

Sekolapedia – 04 September 2026 | Dunia sepak bola Indonesia tengah diselimuti awan mendung setelah kabar duka menyebar luas. Pelatih Iwan Setiawan meninggal dunia, Persebaya berduka atas kepergian sosok juru taktik senior yang dikenal memiliki karakter kuat dan tegas tersebut. Kabar wafatnya pelatih kelahiran Medan, 5 Juli 1968 ini, dikonfirmasi pada Kamis, 3 September 2026, di Medan, Sumatra Utara, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar sepak bola tanah air.

Kehilangan ini terasa sangat personal bagi klub Persebaya Surabaya. Melalui pernyataan resmi di media sosialnya, manajemen Persebaya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Bagi tim berjuluk Bajul Ijo tersebut, almarhum bukan sekadar pelatih biasa, melainkan sosok arsitek yang meletakkan fondasi penting saat klub mulai menapaki kembali tangga kompetisi nasional.

Mengenang Peran Vital Iwan Setiawan di Persebaya

Iwan Setiawan memiliki tempat istimewa dalam sejarah modern Persebaya. Ia adalah pelatih pertama yang menukangi tim saat Persebaya kembali berkompetisi di kancah sepak bola nasional melalui Liga 2 pada musim 2017. Di bawah arahan taktiknya yang disiplin, Persebaya berhasil menunjukkan taringnya dan sukses merengkuh gelar juara Liga 2 pada akhir musim tersebut.

Pihak klub menegaskan bahwa jasa almarhum dalam membangun mentalitas juara tim tidak akan terlupakan. Oleh karena itu, kabar Pelatih Iwan Setiawan meninggal dunia, Persebaya berduka ini menjadi momentum bagi seluruh pendukung setia Persebaya untuk mengenang kembali masa-masa kejayaan tersebut. Almarhum dikenang sebagai sosok yang baik dan memiliki dedikasi tinggi terhadap profesinya.

Baca juga:
Argentina vs Spain: Duel Dua Raksasa Dunia Perebutkan Gelar Juara Piala Dunia 2026

Aji Santoso: Iwan Setiawan adalah Mentor Terbaik Saya

Kesedihan tidak hanya dirasakan oleh manajemen klub, tetapi juga oleh rekan sejawat dan para pelatih yang pernah dididiknya. Mantan pelatih Timnas Indonesia, Aji Santoso, mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat besar. Bagi Aji, Iwan Setiawan adalah mentor pertama yang membimbingnya saat ia memutuskan untuk beralih profesi dari pemain menjadi seorang juru taktik.

Aji menceritakan momen bersejarah ketika ia pertama kali mendatangi Iwan Setiawan yang saat itu sedang menangani Timnas U-14 untuk bertanding di Laos. Dengan keberanian penuh, Aji meminta untuk menjadi asistennya. Kesempatan yang diberikan oleh Coach Iwan inilah yang menjadi batu loncatan bagi karier kepelatihan Aji Santoso yang kini telah melatih berbagai klub besar seperti Persik Kediri, Persebaya, hingga Arema.

Aspek Karier Detail Informasi
Tempat & Tanggal Lahir Medan, 5 Juli 1968
Karier Pemain Pelita Jaya, Arseto Solo, Persija Jakarta
Karier Pelatih Utama Persebaya, Persija, Persikabo, PSMS Medan, Borneo FC
Prestasi Ikonik Juara Liga 2 bersama Persebaya (2017)

Kepergian sang pelatih juga menyisakan kenangan akan gaya kepelatihannya yang khas. Ia dikenal sebagai sosok yang ceplas-ceplos dan sering menggunakan teknik psywar untuk membakar semangat pemain maupun mengintimidasi lawan sebelum pertandingan dimulai. Karakter kuat inilah yang membuatnya selalu mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia.

Baca juga:
Uji Nyali di GBT: Ramadhan Sananta Siap Jalani Uji Coba Internasional Kontra Penang FC

Meskipun kabar Pelatih Iwan Setiawan meninggal dunia, Persebaya berduka membawa kesedihan, warisan ilmu dan semangat juang yang ia tanamkan kepada para pemain dan pelatih muda akan terus hidup. Perjalanan panjangnya dari seorang pemain profesional hingga menjadi pelatih senior yang disegani akan selalu tercatat dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Sebagai penutup, seluruh elemen sepak bola tanah air memberikan penghormatan terakhir bagi sang mentor. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana doa yang dipanjatkan oleh keluarga besar Persebaya dan seluruh rekan sejawatnya.

Baca juga:
Misi Hidup Mati Skuad Garuda: Mampukah Timnas Indonesia Bangkit dalam Duel Indonesia vs Singapore?

Post Comment