Sekolapedia – 08 September 2026 | Perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki babak evaluasi penting setelah hampir dua tahun menjabat. Dalam laporan terbaru, Hasil survei ASI ungkap gap kepuasan Prabowo-Gibran, Prabowo 57,6 persen dan Gibran terpaut 17 persen [titlebase], yang menunjukkan adanya disparitas penilaian publik terhadap dua sosok pemimpin tersebut. Meskipun kepercayaan masyarakat secara umum terhadap pemerintah masih berada di angka yang positif, terdapat catatan kritis mengenai kinerja individu di pucuk pimpinan negara.
Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) melalui riset nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” merilis data yang cukup mengejutkan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 23 hingga 29 Juli 2026 di 38 provinsi, kepercayaan publik terhadap pemerintahan secara keseluruhan mencapai 61,4 persen. Angka ini mencerminkan keyakinan mayoritas masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah, di mana 52,3 persen responden menyatakan cukup percaya dan 9,1 persen menyatakan sangat percaya.
Disparitas Kepuasan: Prabowo vs Gibran
Sorotan utama dalam laporan ini terletak pada perbedaan tingkat kepuasan terhadap figur Presiden dan Wakil Presiden. Hasil survei ASI ungkap gap kepuasan Prabowo-Gibran, Prabowo 57,6 persen dan Gibran terpaut 17 persen [titlebase], yang menggambarkan dinamika persepsi publik terhadap peran masing-masing pemimpin. Berikut adalah rincian perbandingan tingkat kepuasan tersebut:
| Kategori Penilaian | Presiden Prabowo Subianto | Wapres Gibran Rakabuming |
|---|---|---|
| Sangat Puas | 9,0% | 4,1% |
| Cukup Puas | 48,6% | 36,0% |
| Total Puas | 57,6% | 40,1% |
| Total Tidak Puas | 40,6% | 54,4% |
Data di atas menunjukkan bahwa Presiden Prabowo menikmati tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan sang Wakil Presiden. Sebaliknya, mayoritas responden justru menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Gibran dengan total mencapai 54,4 persen. Fenomena ini menjadi catatan penting bagi efektivitas koordinasi di dalam kabinet agar pembagian peran dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat.
Isu Strategis dan Penanganan Masalah
Selain penilaian terhadap figur, survei ini juga membedah bagaimana pemerintah menangani berbagai isu krusial. Menariknya, Hasil survei ASI ungkap gap kepuasan Prabowo-Gibran, Prabowo 57,6 persen dan Gibran terpaut 17 persen [titlebase] juga memberikan gambaran mengenai sektor mana yang dinilai berhasil dan mana yang masih tertinggal. Publik memberikan apresiasi relatif tinggi pada tiga bidang utama:
- Pemberantasan Korupsi: Sebanyak 41,0 persen responden merasa cukup puas.
- Kebebasan Berpendapat: Tercatat 41,2 persen responden menyatakan cukup puas.
- Penanganan Kemiskinan: Sebanyak 28,2 persen responden menyatakan cukup puas.
Namun, tantangan besar masih membayangi pemerintah dalam isu ekonomi rakyat. Tingkat kepuasan terhadap penanganan sulitnya mencari lapangan kerja dan mahalnya harga kebutuhan pokok masih tergolong rendah. Sebanyak 47,9 persen responden merasa kurang puas terkait lapangan kerja, sementara 52,2 persen responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok.
Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu program prioritas yang menjadi sorotan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini terbukti mendapatkan dukungan yang kuat dari masyarakat. Sebanyak 51,5 persen warga menyatakan setuju agar program ini dilanjutkan, yang terdiri dari 12,3 persen sangat setuju dan 39,2 persen cukup setuju. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai lapisan.
Melihat dinamika yang ada, Hasil survei ASI ungkap gap kepuasan Prabowo-Gibran, Prabowo 57,6 persen dan Gibran terpaut 17 persen [titlebase] menjadi pengingat bagi pemerintah. Meskipun secara umum kepercayaan publik masih stabil di angka 61,4 persen, pemerintah perlu bekerja ekstra keras untuk mempersempit gap kepuasan antara Presiden dan Wakil Presiden serta fokus pada penyelesaian masalah ekonomi riil seperti harga pangan dan lapangan kerja demi menjaga stabilitas kepercayaan masyarakat di masa mendatang.



Post Comment