×

Contoh Soal Menghitung Volume Bangun Ruang Gabungan dan Cara Mengerjakannya

Contoh Soal Menghitung Volume Bangun Ruang Gabungan dan Cara Mengerjakannya

Menghitung volume bangun ruang gabungan merupakan salah satu materi matematika yang sering dipelajari di sekolah. Materi ini membutuhkan pemahaman tentang rumus volume berbagai bangun ruang, seperti kubus, balok, tabung, prisma, limas, dan kerucut.

Berbeda dengan bangun ruang tunggal yang hanya menggunakan satu rumus, bangun ruang gabungan terdiri dari dua atau lebih bentuk bangun ruang yang digabungkan menjadi satu. Oleh karena itu, untuk menghitung volumenya, kita perlu memisahkan terlebih dahulu setiap bagian bangun ruang, kemudian menghitung volume masing-masing bagian dan menjumlahkannya.

Artikel ini membahas contoh soal menghitung volume bangun ruang gabungan lengkap dengan rumus dan cara mengerjakannya secara bertahap. Dengan memahami langkah-langkahnya, diharapkan kamu tidak lagi kesulitan ketika menemukan soal volume bangun ruang gabungan.

Apa Itu Bangun Ruang Gabungan?

Bangun ruang gabungan adalah bangun tiga dimensi yang tersusun dari dua atau lebih bangun ruang sederhana. Bentuk tersebut dapat terdiri dari kombinasi kubus dan balok, balok dan prisma, tabung dan kerucut, atau bentuk lainnya.

Contohnya, sebuah bangunan dapat memiliki bagian bawah berbentuk balok dan bagian atas berbentuk prisma. Untuk mengetahui volume seluruh bangunan, volume setiap bagian harus dihitung terlebih dahulu.

Secara sederhana, prinsip menghitung volume bangun ruang gabungan adalah:

Volume total = Volume bangun 1 + Volume bangun 2 + …

Jika terdapat bagian yang dipotong atau dilubangi, perhitungannya dapat menggunakan:

Volume total = Volume bangun utama − Volume bagian yang dipotong

Karena itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali bentuk bangun ruang yang terdapat pada soal.

Rumus Volume Bangun Ruang yang Perlu Diketahui

Sebelum mengerjakan soal volume bangun ruang gabungan, penting untuk mengingat beberapa rumus dasar.

1. Volume Kubus

Kubus memiliki enam sisi berbentuk persegi dengan panjang rusuk yang sama.

Rumus:

V = s × s × s

atau:

V = s³

Keterangan:

  • V = volume kubus
  • s = panjang rusuk kubus

2. Volume Balok

Balok memiliki tiga ukuran utama, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.

Rumus:

V = p × l × t

Keterangan:

  • V = volume balok
  • p = panjang
  • l = lebar
  • t = tinggi

3. Volume Prisma

Volume prisma dapat dihitung dengan mengalikan luas alas dengan tinggi prisma.

Rumus:

V = Luas alas × tinggi

Jika alasnya berbentuk segitiga, maka:

Luas alas = ½ × alas × tinggi segitiga

4. Volume Tabung

Rumus volume tabung adalah:

V = π × r² × t

Keterangan:

  • V = volume tabung
  • π = 22/7 atau 3,14
  • r = jari-jari
  • t = tinggi tabung

5. Volume Kerucut

Rumus volume kerucut adalah:

V = ⅓ × π × r² × t

Keterangan:

  • V = volume kerucut
  • r = jari-jari alas
  • t = tinggi kerucut

Dengan mengetahui rumus tersebut, kamu dapat menentukan volume setiap bagian dari bangun ruang gabungan.

Cara Menghitung Volume Bangun Ruang Gabungan

Secara umum, terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan soal volume bangun ruang gabungan.

Langkah 1: Kenali Bentuk Bangun

Perhatikan gambar atau informasi yang diberikan. Tentukan bangun ruang apa saja yang menyusun bentuk tersebut.

Langkah 2: Catat Ukuran yang Diketahui

Tuliskan panjang, lebar, tinggi, jari-jari, diameter, atau ukuran lainnya.

Langkah 3: Pilih Rumus yang Sesuai

Gunakan rumus volume berdasarkan jenis bangun ruang yang ditemukan.

Langkah 4: Hitung Volume Setiap Bagian

Jika terdapat dua bangun, hitung volume bangun pertama dan bangun kedua secara terpisah.

Langkah 5: Jumlahkan atau Kurangkan

Jika semua bangun digabungkan, jumlahkan volumenya. Jika terdapat bagian yang dipotong, kurangkan volume bagian tersebut.

Langkah 6: Tuliskan Satuan Volume

Volume selalu menggunakan satuan kubik, seperti cm³, m³, atau dm³.

Contoh Soal 1: Gabungan Balok dan Kubus

Sebuah bangun ruang terdiri dari sebuah balok dan sebuah kubus yang diletakkan di atasnya. Balok memiliki panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 8 cm. Kubus yang berada di atas balok memiliki panjang rusuk 10 cm. Berapakah volume seluruh bangun ruang tersebut?

Penyelesaian

Bangun tersebut terdiri dari:

  • Balok
  • Kubus

Pertama, hitung volume balok.

Rumus volume balok:

V = p × l × t

Masukkan ukuran yang diketahui:

V balok = 20 × 10 × 8

V balok = 1.600 cm³

Selanjutnya, hitung volume kubus.

Rumus volume kubus:

V = s³

V kubus = 10³

V kubus = 1.000 cm³

Kemudian, jumlahkan kedua volume tersebut.

V total = V balok + V kubus

V total = 1.600 + 1.000

V total = 2.600 cm³

Jadi, volume seluruh bangun ruang gabungan adalah 2.600 cm³.

Contoh Soal 2: Gabungan Tabung dan Kerucut

Sebuah bangun ruang terdiri dari tabung dan kerucut yang memiliki jari-jari sama. Tabung memiliki jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm. Di atas tabung terdapat kerucut dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 12 cm. Hitunglah volume seluruh bangun tersebut.

Gunakan π = 22/7.

Penyelesaian

Bangun terdiri dari:

  • Tabung
  • Kerucut

Pertama, hitung volume tabung.

Rumus:

V = π × r² × t

V tabung = 22/7 × 7² × 10

Karena 7² = 49, maka:

V tabung = 22/7 × 49 × 10

V tabung = 3.080 cm³

Selanjutnya, hitung volume kerucut.

Rumus:

V = ⅓ × π × r² × t

V kerucut = ⅓ × 22/7 × 7² × 12

V kerucut = 1.848 cm³

Sekarang jumlahkan kedua volume tersebut:

V total = 3.080 + 1.848

V total = 4.928 cm³

Jadi, volume bangun ruang gabungan tersebut adalah 4.928 cm³.

Contoh Soal 3: Gabungan Balok dan Prisma Segitiga

Sebuah bangun ruang terdiri dari balok dan prisma segitiga yang berada di atas balok. Balok memiliki panjang 15 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 6 cm. Prisma segitiga memiliki alas segitiga 8 cm, tinggi segitiga 4 cm, dan panjang prisma 15 cm. Hitung volume seluruh bangun.

Penyelesaian

Pertama, hitung volume balok.

V balok = p × l × t

V balok = 15 × 8 × 6

V balok = 720 cm³

Selanjutnya, hitung luas alas segitiga.

Luas segitiga = ½ × alas × tinggi

Luas alas = ½ × 8 × 4

Luas alas = 16 cm²

Karena volume prisma adalah luas alas dikali panjang prisma, maka:

V prisma = 16 × 15

V prisma = 240 cm³

Kemudian, jumlahkan kedua volume:

V total = 720 + 240

V total = 960 cm³

Jadi, volume bangun ruang gabungan tersebut adalah 960 cm³.

Contoh Soal 4: Gabungan Kubus dan Balok

Sebuah kotak mainan terdiri dari sebuah kubus dengan panjang rusuk 12 cm dan balok yang memiliki panjang 20 cm, lebar 12 cm, serta tinggi 5 cm. Jika kedua bangun tersebut digabungkan, berapakah volumenya?

Penyelesaian

Volume kubus:

V = s³

V kubus = 12³

V kubus = 1.728 cm³

Kemudian, volume balok:

V = p × l × t

V balok = 20 × 12 × 5

V balok = 1.200 cm³

Volume keseluruhan:

V total = 1.728 + 1.200

V total = 2.928 cm³

Jadi, volume bangun ruang gabungan tersebut adalah 2.928 cm³.

Contoh Soal 5: Bangun Gabungan dengan Bagian yang Dipotong

Tidak semua soal bangun ruang gabungan meminta kita menjumlahkan volume. Ada juga soal yang memiliki bagian kosong atau potongan.

Sebuah balok berukuran panjang 20 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 10 cm memiliki sebuah lubang berbentuk kubus dengan panjang rusuk 5 cm. Berapakah volume balok yang tersisa?

Penyelesaian

Pertama, hitung volume balok.

V balok = p × l × t

V balok = 20 × 15 × 10

V balok = 3.000 cm³

Kemudian, hitung volume kubus yang menjadi lubang.

V kubus = s³

V kubus = 5³

V kubus = 125 cm³

Karena kubus tersebut merupakan bagian yang dipotong, volumenya harus dikurangkan.

V tersisa = V balok − V kubus

V tersisa = 3.000 − 125

V tersisa = 2.875 cm³

Jadi, volume balok yang tersisa adalah 2.875 cm³.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Volume

Dalam mengerjakan soal volume bangun ruang gabungan, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan siswa.

1. Salah Mengenali Bangun Ruang

Kesalahan pertama adalah tidak memisahkan bangun gabungan dengan benar. Sebelum menghitung, perhatikan bentuknya dan tentukan bangun penyusunnya.

2. Salah Menggunakan Rumus

Setiap bangun ruang mempunyai rumus yang berbeda. Jangan menggunakan rumus volume balok untuk menghitung kubus atau rumus tabung untuk menghitung kerucut.

3. Lupa Mengubah Diameter Menjadi Jari-Jari

Pada bangun seperti tabung dan kerucut, terkadang soal memberikan diameter. Jika yang diketahui adalah diameter, maka:

r = d ÷ 2

Misalnya diameter 14 cm, maka jari-jarinya adalah 7 cm.

4. Salah Menjumlahkan atau Mengurangkan

Jika semua bagian merupakan bangun yang menyusun objek, volumenya dijumlahkan. Namun, jika ada bagian yang dilubangi atau dipotong, volume bagian tersebut harus dikurangkan.

5. Lupa Satuan Kubik

Volume harus ditulis menggunakan satuan berpangkat tiga, misalnya:

  • cm³
  • dm³
  • mm³

Tips Mudah Mengerjakan Soal Volume Bangun Ruang Gabungan

Agar lebih mudah, gunakan metode “Pisahkan, Hitung, Gabungkan”.

Pisahkan bentuk menjadi bangun ruang sederhana.

Hitung volume setiap bangun menggunakan rumus yang sesuai.

Gabungkan hasilnya dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan sesuai kondisi soal.

Selain itu, biasakan menulis langkah perhitungan secara berurutan. Jangan langsung memasukkan semua angka ke dalam kalkulator tanpa mengetahui asal rumusnya.

Jika soal menggunakan satuan yang berbeda, ubah terlebih dahulu ke satuan yang sama. Misalnya panjang menggunakan meter sementara ukuran lain menggunakan sentimeter. Penyamaan satuan penting agar hasil perhitungan tidak keliru.

Kesimpulan

Menghitung volume bangun ruang gabungan sebenarnya dapat dilakukan dengan langkah yang sederhana selama kita memahami bentuk penyusunnya dan menguasai rumus volume masing-masing bangun ruang.

Langkah utamanya adalah mengenali setiap bangun, mencatat ukuran yang diketahui, memilih rumus yang tepat, menghitung volume setiap bagian, lalu menjumlahkan atau mengurangkan hasilnya sesuai bentuk bangun.

Beberapa rumus penting yang perlu diingat antara lain volume kubus V = s³, volume balok V = p × l × t, volume prisma V = luas alas × tinggi, volume tabung V = π × r² × t, dan volume kerucut V = ⅓ × π × r² × t.

Dengan sering berlatih menggunakan berbagai variasi soal, kemampuan menghitung volume bangun ruang gabungan akan semakin baik. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami bagaimana sebuah bangun ruang dapat dipecah menjadi beberapa bentuk sederhana.

Penulis: W.S

Post Comment