Bukan Ditutup! KAI Bongkar Rencana Besar Integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru

Bukan Ditutup! KAI Bongkar Rencana Besar Integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru

Sekolapedia – 07 September 2026 | Isu mengenai penutupan Stasiun Karet di Jakarta Pusat sempat memicu simpang siur di kalangan pengguna Commuter Line. Namun, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan klarifikasi resmi untuk Bantah stasiun Karet ditutup, KAI: Sedang proses integrasi dengan Sudirman Baru demi meningkatkan layanan transportasi publik di ibu kota.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa Stasiun Karet tidak akan dihapuskan dari peta perjalanan kereta api. Sebaliknya, stasiun yang telah beroperasi sejak tahun 1922 ini sedang menjalani fase transformasi besar-besaran. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan konektivitas yang lebih mulus antara kawasan Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru melalui penataan akses dan fasilitas penghubung yang modern.

Transformasi Fasilitas: Menuju Transportasi Terpadu

KAI menjelaskan bahwa integrasi ini dilakukan untuk menjawab tantangan lonjakan volume penumpang yang terus meningkat. Berdasarkan data periode Januari hingga Agustus 2026, kedua stasiun ini mencatatkan angka aktivitas pelanggan yang sangat tinggi. Berikut adalah rincian data aktivitas pelanggan tersebut:

Nama Stasiun Jumlah Aktivitas Pelanggan (Jan-Agu 2026)
Stasiun Karet 4.909.334
Stasiun Sudirman Baru 1.793.346
Total 6.702.680

Dalam upaya untuk Bantah stasiun Karet ditutup, KAI: Sedang proses integrasi dengan Sudirman Baru, perusahaan tengah melakukan berbagai peningkatan infrastruktur. Penataan di sisi Stasiun Karet mencakup peningkatan lanskap, penyediaan area drop-off untuk kendaraan lanjutan dan ojek online, serta perbaikan koridor pejalan kaki. Untuk memudahkan mobilitas, KAI akan menyediakan fasilitas modern berupa satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal yang menghubungkan kawasan Karet menuju layanan Commuter Line di Sudirman Baru.

Pengalihan Fungsi Sementara Demi Keselamatan

Meskipun statusnya tetap aktif sebagai pintu akses, terdapat perubahan teknis terkait operasional naik-turun penumpang. Anne Purba menjelaskan bahwa layanan naik-turun penumpang akan dialihkan sementara ke peron Stasiun BNI City guna menjamin aspek keselamatan selama masa konstruksi. Proses penataan fisik ini diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu satu hingga tujuh bulan ke depan.

Selama masa renovasi, area stasiun akan ditutup sementara untuk pengerjaan fisik, namun akan dibuka kembali secara bertahap hingga target investasi akhir tahun 2026. Fokus utama dari proyek ini adalah memastikan pelanggan tidak mengalami kelelahan saat berpindah antar-stasiun melalui penyediaan eskalator, kanopi selasar pelindung cuaca, dan jalur pedestrian yang nyaman di sisi Jalan Kendal.

Rencana Strategis KAI: Integrasi Gambir dan MRT

Selain fokus pada kawasan Karet-Sudirman, KAI juga tengah melakukan kajian strategis untuk mengoptimalkan aset lainnya, yakni Stasiun Gambir. Dalam rencana jangka panjang, KAI berencana mengaktifkan kembali layanan KRL Commuter Line di Stasiun Gambir untuk mendukung integrasi antarmoda dengan MRT Jakarta.

Penataan Stasiun Gambir ditargetkan berlangsung dalam dua tahun ke depan. Prioritas utama adalah memperbaiki layanan kereta jarak jauh terlebih dahulu sebelum melangkah ke pembangunan sarana KRL. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan kawasan Gambir sebagai pusat mobilitas utama di Jabodetabek seiring dengan semakin berkembangnya jaringan MRT dan LRT.

Melalui berbagai langkah pengembangan ini, manajemen KAI kembali menegaskan komitmennya untuk Bantah stasiun Karet ditutup, KAI: Sedang proses integrasi dengan Sudirman Baru sebagai bagian dari perjalanan panjang modernisasi transportasi rel perkotaan di Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Secara keseluruhan, penataan ini merupakan bagian dari visi besar KAI dalam memperkuat konektivitas antarkawasan. Dengan adanya fasilitas penghubung yang lebih baik, hambatan mobilitas di titik-titik padat seperti Karet dan Sudirman diharapkan dapat terurai, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan bagi jutaan pelanggan Commuter Line setiap harinya.

Post Comment