Tragedi Duka Berlapis: Pasutri Tewas dalam Ambulans Kecelakaan Saat Antar Jenazah Anak

Tragedi Duka Berlapis: Pasutri Tewas dalam Ambulans Kecelakaan Saat Antar Jenazah Anak

Sekolapedia – 21 Agustus 2026 | Sebuah peristiwa memilukan mengguncang ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, saat sebuah ambulans kecelakaan beruntun yang membawa jenazah seorang anak berujung pada kematian seluruh penumpang di dalamnya. Perjalanan yang semula dimaksudkan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang putra, justru berubah menjadi tragedi kematian massal yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Insiden maut ini terjadi di KM 379+900, wilayah Gringsing, Kabupaten Batang, pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 00.45 WIB. Ambulans Suzuki APV dengan nomor polisi D 1142-AFZ tersebut tengah melaju dari arah Jakarta menuju Semarang dengan tujuan mengantarkan jenazah Vicky Tio Prasetyo ke Desa Keling, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Kecelakaan beruntun ini melibatkan empat kendaraan yang melaju searah. Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika ambulans tersebut menabrak sebuah truk di depannya. Diduga kuat, kecelakaan ini dipicu oleh hilangnya konsentrasi sopir ambulans saat mengemudikan kendaraan di jalur tol tersebut.

Kronologi dan Identitas Korban

Tragedi ambulans kecelakaan ini memakan tiga korban jiwa yang berada di dalam kendaraan tersebut. Para korban adalah pasangan suami istri yang sedang menemani jenazah anak mereka, serta rekan sopir ambulans. Berikut adalah rincian identitas korban:

Nama Korban Usia Kondisi/Penyebab Kematian
Mulyana 50 Tahun Cedera kepala sedang dan patah tulang lengan kiri; meninggal saat evakuasi ke RSI Weleri.
Giyati 50 Tahun Cedera kepala berat; meninggal saat dievakuasi menuju rumah sakit.
Tekat Susanto 48 Tahun Cedera kepala sedang dan patah tulang tangan kiri; meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Mulyana dan Giyati diketahui duduk di bagian belakang ambulans untuk menemani jenazah putra mereka, Vicky, sepanjang perjalanan dari Jakarta. Namun, malang tak dapat ditolak, kecelakaan fatal tersebut merenggut nyawa mereka tepat di samping jenazah anak mereka sendiri.

Duka yang Tak Berujung bagi Keluarga

Keluarga korban mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Sutomo, salah satu anggota keluarga, menyatakan bahwa niat awal mereka adalah memakamkan Vicky di Jepara. Namun, peristiwa ambulans kecelakaan ini memaksa keluarga menghadapi kenyataan pahit di mana mereka harus mengurus tiga jenazah sekaligus dari satu perjalanan yang sama.

Rencana pemakaman pun berubah drastis akibat kejadian ini. Jenazah Giyati dan Vicky direncanakan akan dimakamkan di Desa Keling, Jepara. Sementara itu, jenazah Mulyana harus dibawa kembali ke Jakarta untuk dimakamkan di kawasan Cengkareng. Situasi ini menggambarkan betapa beratnya beban psikologis yang harus dipikul oleh keluarga yang selamat.

Pihak kepolisian, melalui Kasi Humas Polresta Batang Ipda Sri Widadi dan Kasatlantas AKP Eka Hendra Ardiansyah, telah mengonfirmasi kejadian ini. Meskipun kondisi jalan tol dalam keadaan lurus, permukaan beton yang baik, dan cuaca cerah, faktor kelalaian manusia diduga menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan ambulans kecelakaan yang sangat tragis ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan tol untuk selalu menjaga konsentrasi dan kewaspadaan tinggi, terutama saat berkendara pada dini hari, demi mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat merenggut nyawa orang-orang yang tak bersalah.

Post Comment