Terkuak! Ini Alasan Mengapa Warga Israel Bisa Menetap dan Buka Usaha di Bali

Terkuak! Ini Alasan Mengapa Warga Israel Bisa Menetap dan Buka Usaha di Bali

Sekolapedia – 14 Agustus 2026 | Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan berbagai unggahan yang menunjukkan keberadaan warga negara Israel di Pulau Dewata. Isu mengenai Heboh warga Israel masuk Bali, Ditjen Imigrasi buka suara menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis pembela Palestina hingga pemengaruh luar negeri. Banyak video yang memperlihatkan aktivitas warga Israel yang berlibur, bahkan ada klaim bahwa mereka telah menetap hingga membuka unit usaha di Bali.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) akhirnya memberikan penjelasan resmi. Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto, menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap fenomena ini dan telah melakukan verifikasi mendalam melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

Mekanisme Ketat ‘Calling Visa’ untuk Warga Israel

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa warga negara Israel tidak bisa masuk ke Indonesia dengan sembarangan. Terdapat mekanisme khusus yang disebut sebagai calling visa. Berbeda dengan visa biasa, penerbitan visa bagi pemegang paspor Israel melibatkan proses verifikasi lintas kementerian dan lembaga yang sangat ketat.

Dalam menjawab isu Heboh warga Israel masuk Bali, Ditjen Imigrasi buka suara, Eko menjelaskan bahwa keputusan pemberian visa bukan berada di tangan pihak imigrasi semata, melainkan melibatkan persetujuan dari berbagai instansi keamanan dan pemerintahan, antara lain:

  • Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)
  • Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
  • Badan Intelijen Negara (BIN)
  • Badan Intelijen Strategis (BAIS)
  • Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
  • Kejaksaan Republik Indonesia

Karena prosedur yang sangat berlapis ini, jumlah warga negara Israel yang masuk ke Indonesia menggunakan paspor mereka sendiri sebenarnya relatif sangat sedikit.

Baca juga:
Farewell to a Legend: The Extraordinary Life and Final Days of Sam Neill

Fenomena Kewarganegaraan Ganda (Multiple Citizenship)

Lantas, bagaimana mereka bisa berada di Bali jika mekanisme visa Israel sangat ketat? Berdasarkan temuan data di lapangan, Heboh warga Israel masuk Bali, Ditjen Imigrasi buka suara mengenai adanya fakta bahwa mayoritas warga Israel yang ditemukan di Indonesia menggunakan paspor negara lain. Hal ini dimungkinkan karena banyak warga negara Israel yang memiliki kewarganegaraan ganda (multiple citizenship), sebuah praktik yang umum di negara-negara Eropa.

Dalam sistem keimigrasian Indonesia, verifikasi dilakukan berdasarkan kewarganegaraan (nationality) yang tertera pada dokumen perjalanan, bukan berdasarkan tempat kelahiran. Berikut adalah beberapa negara yang paspornya sering digunakan oleh warga Israel untuk masuk ke Indonesia:

Negara Asal Paspor Status Verifikasi
Portugal Memenuhi syarat keimigrasian
Jerman Memenuhi syarat keimigrasian
Yunani Memenuhi syarat keimigrasian

Eko Budianto menjelaskan bahwa ketika mereka menggunakan paspor negara ketiga seperti Portugal atau Jerman, proses verifikasi akan mengikuti aturan kewarganegaraan negara tersebut. Jika negara tersebut memiliki akses masuk yang lebih mudah ke Indonesia, maka mereka dapat memperoleh visa sesuai ketentuan yang berlaku bagi pemegang paspor tersebut.

Menanggapi Viralitas di Media Sosial

Fenomena ini semakin memanas setelah sejumlah tokoh, termasuk Imam Shamsi Ali, ikut menyoroti kegaduhan di media sosial terkait keberadaan warga Israel di Indonesia. Muncul pula video dari pemengaruh luar negeri yang mengklaim adanya grup diskusi untuk berbagi cara masuk ke Indonesia bagi warga Israel.

Menyikapi isu Heboh warga Israel masuk Bali, Ditjen Imigrasi buka suara untuk memastikan bahwa pengawasan tetap berjalan. Imigrasi terus memantau aktivitas warga negara asing di wilayah Indonesia, termasuk di Bali, guna memastikan setiap orang yang tinggal mematuhi aturan izin tinggal dan tidak melanggar hukum yang berlaku di tanah air.

Sebagai simpulan, keberadaan warga Israel di Bali mayoritas terjadi karena penggunaan paspor kewarganegaraan ganda dari negara-negara Eropa yang memungkinkan mereka masuk dengan prosedur reguler. Meskipun mekanisme masuk dengan paspor Israel sangat ketat melalui sistem calling visa, celah kewarganegaraan ganda menjadi faktor utama yang ditemukan oleh petugas di lapangan.

Post Comment