Polemik Bendera Merah Putih di Rancabungur Berakhir Damai: Tukang Cukur Minta Maaf dan Camat Beri Klarifikasi

Polemik Bendera Merah Putih di Rancabungur Berakhir Damai: Tukang Cukur Minta Maaf dan Camat Beri Klarifikasi

Sekolapedia – 14 Agustus 2026 | Dunia maya sempat dihebohkan oleh sebuah video viral yang melibatkan seorang pemilik tempat pangkas rambut di Kabupaten Bogor. Sempat tolak pasang bendera, tukang cukur di Bogor kini minta maaf dan akui Indonesia merdeka setelah sempat melontarkan pernyataan kontroversial yang memicu perdebatan publik mengenai nasionalisme.

Peristiwa ini bermula saat Nur Hidayat, atau yang akrab disapa Kang Abuy, sedang melayani pelanggan di tempat usahanya di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur. Saat itu, Camat Rancabungur, Dita Aprillia, melakukan kunjungan untuk mensosialisasikan imbauan pemasangan bendera Merah Putih dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, situasi berubah tegang ketika seorang pria yang ikut dalam rombongan merekam percakapan dan mencecar Kang Abuy dengan nada tinggi mengenai alasannya belum memasang bendera.

Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, Kang Abuy sempat mengeluarkan kalimat “Kata siapa sudah merdeka” yang kemudian menjadi sorotan tajam netizen. Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Nur Hidayat akhirnya buka suara. Ia mengaku sempat merasa ketakutan hingga sulit tidur akibat video tersebut tersebar luas. Namun, demi meredakan ketegangan, sempat tolak pasang bendera, tukang cukur di Bogor kini minta maaf dan akui Indonesia merdeka serta berkomitmen untuk mengikuti aturan yang berlaku.

Camat Rancabungur, Dita Aprillia, juga segera memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan polemik tersebut. Dita menegaskan bahwa kunjungan tersebut murni merupakan bentuk sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat serta pelaku usaha sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bogor melalui Bakesbangpol. Ia juga membantah adanya tindakan intimidasi dari pihak kecamatan terhadap warga.

Pihak Terkait Pernyataan/Klarifikasi
Camat Rancabungur (Dita Aprillia) Menegaskan tidak ada intimidasi; pria perekam video bukan pegawai kecamatan.
Tukang Cukur (Nur Hidayat) Meminta maaf atas ucapan yang kurang berkenan; mengakui kemerdekaan Indonesia.
Bupati Bogor (Rudy Susmanto) Mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak membuat kegaduhan.

Menariknya, Dita Aprillia mengungkapkan bahwa pria yang melakukan perekaman dan mencecar Kang Abuy dalam video tersebut bukanlah oknum pegawai dari Kecamatan Rancabungur. Hal ini memicu perhatian netizen yang kini tengah mencari tahu identitas pelaku perekam video tersebut. Meskipun sempat tolak pasang bendera, tukang cukur di Bogor kini minta maaf dan akui Indonesia merdeka, masyarakat masih mempertanyakan motif di balik perekaman yang dianggap provokatif tersebut.

Baca juga:
Polemik Ijazah Jokowi Memanas: Peran Vital Dian Sandi Utama hingga Pakar Hukum Ungkap Kejanggalan Pasal ITE

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turut memberikan tanggapan bijak terkait insiden ini. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dan tetap fokus pada esensi kemerdekaan. Rudy mengingatkan bahwa bendera Merah Putih yang berkibar saat ini adalah simbol dari pengorbanan besar para pahlawan yang telah mengorbankan darah dan nyawa demi bangsa.

Melalui kejadian ini, baik pihak Camat maupun Kang Abuy telah saling menyampaikan permohonan maaf. Dita Aprillia berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah kecamatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keterbukaan terhadap aspirasi warga. Sementara itu, sempat tolak pasang bendera, tukang cukur di Bogor kini minta maaf dan akui Indonesia merdeka sebagai langkah untuk kembali menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, polemik ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondusivitas wilayah di tengah momentum peringatan hari besar nasional. Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap simbol negara harus tetap dijunjung tinggi tanpa harus menimbulkan kegaduhan di media sosial.

Post Comment