Misteri Api di Gedung Bapenda DKI: Puslabfor Polri Turun Tangan Usut Titik Awal Kebakaran

Misteri Api di Gedung Bapenda DKI: Puslabfor Polri Turun Tangan Usut Titik Awal Kebakaran

Sekolapedia – 10 Agustus 2026 | Peristiwa kebakaran hebat yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, kini memasuki babak penyelidikan mendalam. Tim dari pusat laboratorium forensik Bareskrim Polri telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengungkap misteri di balik kobaran api yang melalap sebagian besar bangunan tersebut pada Jumat malam, 7 Agustus 2026.

Kebakaran yang bermula sekitar pukul 21.30 WIB ini sempat menimbulkan kepanikan besar bagi para pegawai yang berada di dalam gedung. Api dilaporkan melahap lantai 11 hingga lantai 16 sebelum akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran pada Sabtu dini hari. Hingga saat ini, kepolisian masih bekerja keras untuk memastikan apakah peristiwa ini murni kecelakaan atau terdapat unsur lain yang memicunya.

Proses Olah TKP dan Pengambilan Sampel

Dalam upaya mengungkap penyebab pasti kebakaran, personel dari pusat laboratorium forensik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif. Proses ini melibatkan berbagai unsur kepolisian, mulai dari penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek Gambir.

Berdasarkan hasil observasi umum dari lantai 1 hingga lantai 16, petugas memberikan perhatian khusus pada area yang mengalami kerusakan paling parah. Berikut adalah rincian teknis pemeriksaan yang dilakukan oleh tim ahli:

  • Area Pemeriksaan Utama: Fokus pada lantai 11, 12, dan 16 yang merupakan titik penyebaran api paling masif.
  • Metode Pengambilan Bukti: Petugas mengambil sejumlah sampel berupa abu dan arang dari tiga lantai terdampak.
  • Tujuan Pengujian: Sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk dibandingkan guna menentukan titik awal api (origin point) dan faktor pemicunya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robby Heri Saputra, menyatakan bahwa hasil perbandingan sampel dari lantai 11, 12, dan 16 akan menjadi kunci utama dalam menentukan penyebab kebakaran. Dugaan sementara menunjukkan bahwa api kemungkinan besar bermula dari lantai 11, yang saat ini sedang dalam proses renovasi.

🔖 Baca juga:
Terrarium Bioaktif: Revolusi Perawatan Hewan Eksotis dengan Sentuhan Alam

Dampak Operasional dan Kondisi Korban

Menanggapi insiden ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Minggu (9/8/2026). Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa operasional di gedung Bapenda DKI Jakarta harus dihentikan sementara waktu demi keamanan dan kelancaran proses penyelidikan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi terkait dampak operasional, di antaranya:

Aspek Dampak Tindakan Penanganan
Operasional Pegawai Penyediaan tempat kerja alternatif bagi pegawai yang ruangannya terdampak.
Pelayanan Publik Penghentian sementara aktivitas di gedung yang terdampak kebakaran.
Kondisi Gedung Menunggu hasil investigasi resmi dari pihak kepolisian.

Selain dampak terhadap fasilitas negara, kebakaran ini juga memakan korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa beberapa korban saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Tarakan. Mayoritas korban mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas akibat menghirup asap pekat saat mencoba menyelamatkan diri.

Langkah Penyelidikan Selanjutnya

Pihak kepolisian tidak hanya mengandalkan bukti fisik dari pusat laboratorium forensik, tetapi juga melakukan pendekatan melalui keterangan saksi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold E.P. Hutagalung, menyebutkan bahwa pihaknya telah meminta keterangan awal dari sekitar 10 orang di lapangan. Pemeriksaan intensif akan terus dilakukan terhadap pegawai yang berada di dalam gedung saat kejadian serta warga di sekitar lokasi untuk melengkapi kronologi peristiwa.

Dengan keterlibatan pusat laboratorium forensik, kepolisian berharap dapat memberikan kepastian hukum dan teknis mengenai penyebab kebakaran ini dalam waktu dekat. Penyelidikan ini menjadi krusial mengingat gedung tersebut merupakan aset penting dalam pengelolaan pendapatan daerah Provinsi DKI Jakarta.

Secara keseluruhan, meskipun situasi pemadaman telah terkendali, proses pemulihan baik dari sisi fungsi pelayanan maupun kepastian penyebab kebakaran masih terus berjalan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian terkait hasil uji laboratorium forensik tersebut.

Post Comment