Liverpool memulai perjalanan baru di Premier League 2026/2027 dengan menghadapi Newcastle United di St James’ Park. Pertandingan Newcastle vs Liverpool menjadi ujian pertama bagi pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola, yang dituntut membawa The Reds kembali bersaing di papan atas.
Liverpool datang dengan perubahan besar pada musim panas. Selain pergantian pelatih, komposisi skuad juga mengalami sejumlah perubahan. Karena itu, laga melawan Newcastle menjadi kesempatan penting untuk melihat sejauh mana persiapan tim menjelang musim baru.
Menjelang pertandingan, Liverpool siapkan skuad terbaik dengan mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman seperti Alisson Becker dan Virgil van Dijk, ditambah pemain baru seperti Jérémy Jacquet, Jeremie Frimpong, Milos Kerkez, serta Florian Wirtz.
Pada akhirnya, pertandingan yang berlangsung Minggu, 23 Agustus 2026 tersebut berakhir dramatis dengan skor Newcastle 2-2 Liverpool. Dominik Szoboszlai menjadi penyelamat Liverpool lewat penalti pada menit ke-99. (Reuters)
Liverpool Siapkan Skuad Terbaik
Menghadapi Newcastle di pertandingan pembuka, Iraola harus menentukan komposisi terbaik dari pemain yang tersedia.
Liverpool memang memiliki sejumlah masalah kebugaran. Hugo Ekitike, Joe Gomez, Conor Bradley, Giovanni Leoni, dan Wataru Endo termasuk pemain yang tidak tersedia untuk laga tersebut. (The Standard)
Situasi tersebut membuat Iraola harus memaksimalkan pemain yang berada dalam kondisi siap tampil.
Pada akhirnya, Liverpool menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Alisson sebagai penjaga gawang, Virgil van Dijk sebagai pemimpin pertahanan, serta Alexander Isak sebagai ujung tombak.
Starting XI Liverpool vs Newcastle
Berikut susunan pemain Liverpool yang akhirnya diturunkan:
Alisson; Jeremie Frimpong, Jérémy Jacquet, Virgil van Dijk, Milos Kerkez; Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai; Rio Ngumoha, Florian Wirtz, Cody Gakpo; Alexander Isak.
Jérémy Jacquet mendapatkan kesempatan menjalani debut kompetitif bersama Liverpool dan dipercaya berduet dengan Van Dijk di jantung pertahanan. Sementara itu, Alexis Mac Allister dan Ronald Araújo berada di bangku cadangan. (The Empire of The Kop)
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Iraola berani memberikan kepercayaan kepada pemain baru sekaligus tetap mempertahankan sejumlah pemain berpengalaman.
Alisson Becker Tetap Jadi Pilihan Utama
Di bawah mistar, Alisson Becker tetap menjadi pilihan utama.
Pengalaman penjaga gawang asal Brasil tersebut sangat penting bagi Liverpool, terutama ketika menghadapi Newcastle di St James’ Park yang terkenal memiliki atmosfer luar biasa.
Alisson juga menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu memberikan ketenangan kepada lini pertahanan yang mengalami perubahan.
Di depannya, Van Dijk menjadi pemimpin utama. Kombinasi pengalaman Van Dijk dan kemampuan Alisson menjadi fondasi penting bagi pertahanan Liverpool.
Jérémy Jacquet Dapat Kesempatan
Salah satu kejutan dalam skuad Liverpool menghadapi Newcastle adalah keputusan Iraola menurunkan Jérémy Jacquet.
Pemain tersebut dipercaya mengisi posisi bek tengah bersama Van Dijk.
Jacquet sebenarnya sempat mengalami masalah kebugaran selama pramusim setelah menjalani operasi bahu ketika masih memperkuat Rennes. Namun, performanya membuat Iraola yakin untuk memberikan kesempatan sejak awal. (The Standard)
Keputusan ini menjadi langkah penting dalam proses regenerasi lini belakang Liverpool.
Ronald Araújo yang juga merupakan rekrutan baru justru memulai pertandingan dari bangku cadangan dan kemudian masuk pada babak kedua. (This Is Anfield)
Frimpong dan Kerkez Jadi Senjata dari Sisi Lapangan
Liverpool juga mengandalkan dua bek sayap baru, Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez.
Frimpong memiliki karakter ofensif yang sangat kuat. Ia dapat membantu serangan melalui kecepatan dan pergerakan dari sisi kanan.
Kerkez mempunyai peran serupa di sisi kiri.
Namun, penggunaan dua bek sayap yang agresif juga memiliki risiko. Ketika Liverpool kehilangan bola, ruang di belakang keduanya dapat dimanfaatkan Newcastle melalui serangan balik cepat.
Dalam pertandingan, Newcastle memang berhasil mencetak gol pertama setelah memanfaatkan transisi cepat. Anthony Elanga bergerak di belakang Kerkez sebelum menaklukkan Alisson. (This Is Anfield)
Gravenberch dan Szoboszlai di Lini Tengah
Untuk menjaga keseimbangan lini tengah, Iraola menurunkan Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai.
Gravenberch bertugas membantu sirkulasi bola sekaligus menjaga keseimbangan ketika Liverpool melakukan serangan.
Szoboszlai memiliki tugas lebih fleksibel. Selain membantu lini tengah, pemain asal Hungaria tersebut juga dapat maju ke area depan.
Peran Szoboszlai akhirnya menjadi sangat penting. Ia mencetak penalti pada menit ke-99 yang menyelamatkan Liverpool dari kekalahan. (Reuters)
Florian Wirtz Jadi Kreator Serangan
Liverpool juga memberikan tanggung jawab besar kepada Florian Wirtz.
Pemain asal Jerman tersebut dimainkan sebagai nomor 10 di belakang Alexander Isak.
Wirtz diharapkan mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan. Kreativitasnya menjadi salah satu senjata Liverpool untuk membongkar pertahanan Newcastle.
Namun, Newcastle memberikan tekanan ketat sehingga Wirtz tidak selalu mendapatkan ruang yang cukup.
Iraola kemudian menarik Wirtz pada babak kedua dan memasukkan Alexis Mac Allister untuk menambah kreativitas lini tengah. (This Is Anfield)
Alexander Isak Jadi Sorotan Utama
Tidak dapat dipungkiri, Alexander Isak menjadi pemain yang paling banyak dibicarakan menjelang Newcastle vs Liverpool.
Isak kembali ke St James’ Park setelah pindah ke Liverpool dengan nilai transfer £125 juta.
Sebelumnya, Isak merupakan salah satu pemain terpenting Newcastle. Karena itu, kepulangannya sebagai pemain lawan menghadirkan atmosfer berbeda.
Suporter Newcastle memberikan sambutan keras kepada mantan striker mereka. Isak sendiri dipercaya menjadi starter Liverpool, tetapi tidak berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut. (The Standard)
Bagi Liverpool, Isak tetap menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang.
Cody Gakpo Berikan Kontribusi Penting
Cody Gakpo juga menjadi bagian dari trio pendukung Isak.
Pemain asal Belanda tersebut ditempatkan di sisi kiri dan memiliki kebebasan bergerak ke area tengah.
Peran Gakpo menjadi sangat penting setelah Liverpool tertinggal 1-0.
Pada menit ke-55, Gakpo berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui tembakan dari luar kotak penalti. Gol tersebut membuat Liverpool kembali memiliki momentum. (This Is Anfield)
Performa tersebut menjadikan Gakpo salah satu pemain Liverpool yang paling menonjol dalam pertandingan.
Rio Ngumoha Dipercaya Sebagai Starter
Absennya beberapa pemain depan membuat Rio Ngumoha mendapatkan kesempatan tampil sejak awal.
Pemain muda tersebut dimainkan di sisi kanan.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Iraola tidak ragu memberikan kepercayaan kepada pemain muda.
Ngumoha kemudian digantikan Victor Muñoz pada babak kedua. Muñoz akhirnya terlibat dalam momen penting karena dilanggar Lewis Hall di kotak penalti Newcastle. Pelanggaran tersebut menghasilkan penalti yang dikonversi menjadi gol oleh Szoboszlai. (This Is Anfield)
Liverpool Harus Mengatasi Masalah Kedalaman Skuad
Salah satu tantangan terbesar Liverpool musim ini adalah kedalaman skuad.
Iraola sebelumnya mengakui Liverpool masih membutuhkan tambahan pemain, terutama di sektor sayap. Klub juga masih dikaitkan dengan sejumlah target transfer. (Sky Sports)
Situasi tersebut terlihat dalam pertandingan melawan Newcastle.
Liverpool memiliki beberapa pemain berkualitas di bangku cadangan, tetapi pilihan di beberapa posisi belum sepenuhnya ideal.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen dan Iraola jika ingin membawa Liverpool bersaing dalam perebutan gelar.
Liverpool Tetap Menunjukkan Mentalitas Kuat
Meskipun penampilan Liverpool belum sempurna, ada satu hal positif yang terlihat jelas, yaitu mentalitas.
Liverpool dua kali tertinggal dalam pertandingan.
Newcastle membuka skor melalui Anthony Elanga pada menit kelima. Liverpool kemudian menyamakan kedudukan melalui Gakpo, tetapi Joe Willock kembali membuat Newcastle unggul. (Reuters)
Saat pertandingan hampir selesai, Liverpool tidak menyerah.
Victor Muñoz berhasil mendapatkan penalti dan Szoboszlai menjalankan tugas dengan sempurna.
Gol pada menit ke-99 tersebut menyelamatkan Liverpool dari kekalahan.
Strategi Iraola Masih Membutuhkan Waktu
Pertandingan Newcastle menjadi ujian pertama bagi Iraola sebagai pelatih Liverpool dalam pertandingan kompetitif.
Sistem permainan yang diterapkan membutuhkan intensitas tinggi, pressing, serta koordinasi antarlini.
Namun, menghadapi Newcastle di St James’ Park bukan tugas mudah.
Liverpool masih terlihat kesulitan ketika kehilangan bola. Newcastle mampu memanfaatkan ruang kosong dan melakukan serangan balik cepat.
Karena itu, Iraola masih memiliki banyak pekerjaan untuk membuat sistem permainan Liverpool berjalan lebih konsisten.
Hasil Newcastle vs Liverpool
Pertandingan akhirnya berakhir 2-2.
Newcastle mencetak gol pertama melalui Anthony Elanga pada menit kelima. Liverpool membalas lewat Cody Gakpo pada menit ke-55.
Hanya dua menit kemudian, Joe Willock membawa Newcastle kembali unggul.
Liverpool kemudian mendapatkan penalti pada masa injury time setelah Victor Muñoz dijatuhkan Lewis Hall di kotak terlarang. Dominik Szoboszlai sukses menjalankan tugas dan mencetak gol penyama pada menit ke-99. (Reuters)
Hasil ini membuat Liverpool hanya membawa pulang satu poin dari St James’ Park.
Apa yang Bisa Dipelajari Liverpool?
Pertandingan melawan Newcastle memberikan sejumlah pelajaran penting.
Pertama, lini pertahanan Liverpool masih harus diperbaiki. Newcastle mampu menciptakan peluang berbahaya melalui serangan balik.
Kedua, Liverpool perlu meningkatkan koordinasi lini tengah. Ketika Gravenberch kehilangan bola sebelum gol pertama Newcastle, transisi pertahanan Liverpool terlihat belum optimal. (This Is Anfield)
Ketiga, kedalaman skuad harus diperkuat.
Namun, kemampuan Liverpool untuk bangkit hingga menit terakhir merupakan modal positif.
Kesimpulan
Liverpool siapkan skuad terbaik untuk menghadapi Newcastle dengan menggabungkan pemain berpengalaman, rekrutan baru, dan talenta muda. Andoni Iraola menurunkan Alisson, Jeremie Frimpong, Jérémy Jacquet, Virgil van Dijk, Milos Kerkez, Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai, Rio Ngumoha, Florian Wirtz, Cody Gakpo, dan Alexander Isak sebagai starting XI. (The Empire of The Kop)
Komposisi tersebut memperlihatkan arah baru Liverpool pada musim 2026/2027. Jérémy Jacquet mendapatkan kesempatan debut, sementara Isak menjadi pusat perhatian karena kembali ke mantan klubnya.
Pertandingan akhirnya berakhir Newcastle 2-2 Liverpool. Gakpo dan Szoboszlai menjadi penyelamat The Reds setelah Newcastle dua kali memimpin. (Reuters)
Bagi Liverpool, satu poin bukan hasil ideal jika melihat target mereka di musim baru. Namun, kemampuan untuk mencetak gol penyeimbang pada menit ke-99 menunjukkan bahwa skuad memiliki mentalitas untuk berjuang sampai peluit akhir.
Iraola kini mempunyai waktu untuk mengevaluasi lini pertahanan, meningkatkan koordinasi antarpemain, dan memaksimalkan potensi skuad. Jika beberapa masalah tersebut dapat diperbaiki, Liverpool masih memiliki peluang besar menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan Premier League 2026/2027.
penulis rv
Post Comment