Sekolapedia – 19 Agustus 2026 | Proses pengundian babak grup AFC Champions League (ACL) Two edisi ke-22 untuk musim 2026/2027 telah resmi dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (18/8/2026). Hasil undian ini memetakan persaingan sengit di delapan grup yang akan diikuti oleh 32 klub terbaik dari 25 negara. Salah satu perhatian utama tertuju pada Grup H, di mana klub asal Korea Selatan, gangwon fc, akan menghadapi tantangan dari berbagai wakil Asia lainnya untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.
Dalam pembagian grup tersebut, gangwon fc tergabung dalam Grup H bersama Kuching City FC dari Malaysia, Kitchee SC dari Hong Kong, dan Phnom Penh Crown FC dari Kamboja. Persaingan di grup ini diprediksi akan berjalan ketat mengingat karakteristik permainan tim-tim dari Asia Tenggara yang semakin meningkat kualitasnya. Keberhasilan gangwon fc untuk melaju ke babak 16 besar akan sangat bergantung pada konsistensi mereka dalam format home-and-away yang akan berlangsung mulai September hingga Desember 2026.
Nasib Persib Bandung: Antara Playoff dan Ancaman Grup Neraka
Berbeda dengan tim-tim yang sudah langsung masuk ke fase grup, Persib Bandung harus melewati jalan yang lebih terjal. Sebagai juara BRI Super League 2025/2026, Maung Bandung belum mendapatkan tiket otomatis ke fase grup. Mereka diwajibkan menjalani laga playoff melawan wakil Filipina, Manila Digger, pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Namun, tantangan Persib tidak hanya berhenti di laga playoff. Jika berhasil melaju, Persib Bandung berpotensi besar terjebak dalam ‘grup neraka’ di Grup E. Berdasarkan hasil undian, Grup E akan diisi oleh kekuatan besar seperti FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong – Viettel FC dari Vietnam. Situasi ini tentu menjadi ujian mental bagi skuad asuhan Bojan Hodak.
Selain kendala teknis di lapangan, Persib juga menghadapi tantangan administratif. Komite Disiplin AFC telah menjatuhkan sanksi dua pertandingan kandang tanpa penonton bagi Persib Bandung akibat insiden kericuhan pada musim lalu. Keputusan banding yang ditolak oleh Komite Banding AFC memastikan bahwa laga kandang pertama mereka harus digelar di stadion yang sunyi tanpa kehadiran Bobotoh.
Peta Persaingan Regional Asia
Secara keseluruhan, peta kekuatan di ACL Two 2026/2027 menunjukkan dominasi tim-tim kuat dari berbagai kawasan. Berikut adalah ringkasan pembagian grup yang menjadi sorotan:
| Grup | Peserta |
|---|---|
| Grup A | Al Wahda FC (UAE), PFC Nasaf (UZB), Kuwait SC (KUW), Al Khaldiya SC (BHR) |
| Grup B | Al Jazira Club (UAE), Golgohar Sirjan SC (IRN), Al Muharraq SC (BHR), FC Arkadag (TKM) |
| Grup C | Al Taawoun FC (KSA), Al Rayyan SC (QAT), Al Faisaly (JOR), Al Nahda Club (OMA) |
| Grup D | Al Hussein (JOR), Al Shorta (IRQ), Al Seeb Club (OMA), East Bengal FC (IND) |
| Grup E | FC Seoul (KOR), Melbourne Victory (AUS), The Cong – Viettel FC (VIE), Persib Bandung (IDN)/Manila Digger (PHI) |
| Grup F | Adelaide United (AUS), BG Pathum United (THA), Lion City Sailors FC (SGP), Tai Po FC (HKG) |
| Grup G | FC Machida Zelvia (JPN), Shanghai Shenhua FC (CHN), Preah Khan Reach Svay Rieng FC (CAM), Tampines Rovers FC (SGP) |
| Grup H | gangwon fc (KOR), Kuching City FC (MAS), Kitchee SC (HKG), Phnom Penh Crown FC (CAM) |
Selain itu, klub Singapura seperti Lion City Sailors dan Tampines Rovers juga menghadapi grup yang berat. Sailors akan berjuang di Grup F melawan Adelaide United dan BG Pathum United, sementara Tampines Rovers harus menghadapi raksasa Jepang, FC Machida Zelvia, di Grup G. Turnamen ini dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada laga Final yang akan digelar pada 15 Mei 2027.
Dengan format kompetisi yang semakin kompetitif, setiap klub dituntut untuk melakukan persiapan matang, baik dari sisi kedalaman skuad maupun strategi teknis. Bagi tim seperti gangwon fc dan Persib Bandung, setiap pertandingan akan menjadi penentu apakah mereka mampu mengukir sejarah baru di kancah Asia atau harus pulang lebih awal.


Post Comment