Peristiwa gempa bumi tektonik kembali menggetarkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya. Guncangan yang dirasakan sebagian warga daratan Yogyakarta ini langsung ditanggapi secara cepat oleh Stasiun Geofisika (Stageof) BMKG Sleman untuk merilis parameter teknis, analisis mekanisme, serta peta tingkat guncangan di lapangan.
Parameter Teknis Pemutakhiran BMKG Sleman
Berdasarkan rincian analisis dari Kepala Stasiun Geofisika Sleman, parameter pemutakhiran gempa bumi ini dicatat sebagai berikut:
- Waktu Kejadian: Kamis, pukul 17:20:57 WIB
- Magnitudo: M 3,5 (Pemutakhiran dari data awal M 3,6)
- Episenter (Pusat Gempa): Koordinat 7,88° LS dan 110,45° BT
- Lokasi Darat: Sekitar 11 km arah Timur Laut Kabupaten Bantul, DIY
- Kedalaman Hiposenter: 21 km (Kategori Gempa Dangkal)
- Potensi Tsunami: Tidak Berpotensi Tsunami
Analisis Geologi: Pergerakan Sesar Opak
Stasiun Geofisika Sleman mengonfirmasi bahwa pemicu utama gempa bumi tektonik ini berasal dari aktivitas patahan aktif darat, yaitu Sesar Opak. Sesar Opak merupakan struktur patahan yang membentang dari muara Sungai Opak di Bantul menuju arah utara hingga wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dikarenakan kedalaman hiposenternya yang dangkal (21 km), gelombang seismik yang dipancarkan pelepasan energi sesar ini merambat hingga ke permukaan dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat setempat.
Peta Sebaran Intensitas Guncangan (MMI)
Berdasarkan laporan laporan masyarakat yang diverifikasi Stasiun Geofisika BMKG, intensitas guncangan gempa bumi terbagi dalam beberapa skala MMI (Modified Mercalli Intensity):
| Wilayah Terdampak | Skala Intensitas | Gambaran/Sensasi Getaran |
| Bantul & Kota Yogyakarta | III MMI | Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berat sedang melintas. |
| Sleman & Kulon Progo | II MMI | Getaran halus dirasakan oleh beberapa orang dalam keadaan tenang di dalam ruangan. |
| Klaten, Solo, & Magelang | II MMI | Dirasakan oleh beberapa orang di lantai atas bangunan, benda ringan gantung tampak bergoyang. |
Laporan Kerusakan & Pemantauan Gempa Susulan (Aftershock)
Stasiun Geofisika Sleman memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan dampak kerusakan fisik/struktural pada bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Hasil pemantauan seismograf BMKG juga menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Walau demikian, pemantauan aktivitas tektonik lokal tetap berjalan secara intensif selama 24 jam penuh.
Rekomendasi Keselamatan dari Stasiun Geofisika BMKG
- Tetap Tenang & Waspada: Masyarakat diimbau untuk melanjutkan aktivitas harian dengan tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau hoaks yang tidak jelas sumbernya.
- Periksa Kelayakan Bangunan: Pastikan struktur fisik tempat tinggal tidak mengalami keretakan yang berpotensi membahayakan kestabilan sebelum memasuki kembali ruangan.
- Pantau Informasi Terverifikasi: Dapatkan pembaruan data teknis kegempaan langsung melalui aplikasi InfoBMKG, kanal resmi X/Instagram
@infoBMKG, atau situs resmi www.bmkg.go.id.
penulis lar

Post Comment