Gempa Jogja M3,5, Warga Diminta Tetap Memperhatikan Informasi BMKG

Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,5 kembali mengagetkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya. Peristiwa yang terjadi pada Kamis sore ini menjadi perhatian publik setelah dirasakan di berbagai wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk tidak panik dan terus memperhatikan pembaruan informasi dari saluran resmi.

RMOL JATENG+ 2

Rincian Parameter Teknis Gempa M3,5 Jogja

Berdasarkan analisis pemutakhiran data seismik dari Stasiun Geofisika BMKG Sleman, berikut adalah fakta parameter gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta:

  • Waktu Kejadian: Kamis, pukul 17:20:57 WIB Kompas.tv+ 1
  • Magnitudo: M 3,5 Kompas.tv+ 1
  • Lokasi Episenter: 11 km arah Timur Laut Bantul, DIY (7,88° LS dan 110,45° BT) RMOL JATENG
  • Kedalaman Hiposenter: 21 km (kategori gempa bumi dangkal) ANTARA News+ 1
  • Potensi Tsunami: Tidak berpotensi tsunami

Penyebab Gempa: Aktivitas Sesar Opak

ANTARA News

BMKG mengonfirmasi bahwa pemicu utama guncangan ini berasal dari aktivitas patahan aktif darat, yaitu Sesar Opak. Sesar Opak merupakan struktur geologi yang membentang di sepanjang alur Sungai Opak di wilayah Bantul hingga Klaten.

RMOL JATENG

Karena pusat gempa berada di darat dengan kedalaman yang cukup dangkal (21 km), pelepasan energi gelombang seismik merambat cepat ke permukaan dan menghasilkan getaran nyata yang bisa dirasakan oleh warga.

RMOL JATENG

Wilayah yang Merasakan Guncangan Gempa

Suara.com

Dampak getaran gempa bumi dirasakan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) bervariasi di beberapa wilayah DIY hingga Jawa Tengah:

Metro TV

Wilayah TerdampakSkala IntensitasGambaran Getaran yang Dirasakan
Bantul & Kota YogyakartaIII MMIGetaran nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk heavy-duty sedang melintas.
Sleman, Kulon Progo, Klaten, Solo, & MagelangII MMIDirasakan oleh beberapa orang dalam keadaan tenang, benda-benda ringan gantung tampak berayun.

Kondisi Lapangan, Kereta Api, dan Pemantauan Gempa Susulan

BMKG dan BPBD setempat menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

ANTARA News

Sebagai standar operasional prosedur keselamatan (SOP), perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta sempat dihentikan sementara (Berhenti Luar Biasa/BLB) untuk pemeriksaan kelayakan infrastruktur rel, sebelum dinyatakan aman penuh dan beroperasi normal kembali.

Hingga hasil pemantauan terkini, BMKG mencatat belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Suara.com

Imbauan Keselamatan BMKG untuk Masyarakat

Untuk menjaga ketenangan publik, BMKG mengeluarkan beberapa arahan penting:

ANTARA News

  1. Waspada Isu Hoaks: Jangan mudah terpengaruh narasi provokatif, spekulatif, atau berita bohong yang beredar di media sosial non-resmi.
  2. Periksa Struktur Rumah: Sebelum bersantai kembali di dalam ruangan, amati kondisi tembok dan tiang rumah untuk memastikan tidak ada retakan struktural yang membahayakan kestabilan bangunan.
  3. Gunakan Kanal Resmi: Pastikan segala akses informasi gempa bumi diperoleh langsung dari aplikasi InfoBMKG, akun X/Instagram @infoBMKG, atau situs resmi www.bmkg.go.id.

penulis lar

Post Comment