Sekolapedia – 10 Agustus 2026 | Ajax memulai kampanye musim baru mereka di Eredivisie dengan langkah mantap setelah meraih kemenangan tandang 2-0 atas PEC Zwolle. Sorotan utama dalam pertandingan ini tertuju pada sosok julian brandt, pemain anyar tim asal Amsterdam tersebut, yang berhasil mencetak gol pertamanya bagi klub pada masa injury time. Penampilan gemilang sang gelandang Jerman ini tidak hanya memastikan tiga poin bagi Ajax, tetapi juga memicu diskusi hangat di kalangan pengamat sepak bola Belanda mengenai kualitas dan statusnya di klub sebesar Ajax.
Pertandingan yang berlangsung di kandang PEC Zwolle tersebut berjalan cukup ketat sebelum tuan rumah harus bermain dengan sepuluh orang setelah Sherel Floranus menerima kartu merah pada menit ke-57. Keunggulan Ajax akhirnya pecah pada menit ke-76 melalui Jorthy Mokio, yang memanfaatkan assist apik dari pemain pinjaman Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare. Kemenangan Ajax kemudian dikunci oleh julian brandt pada menit kelima masa injury time setelah menerima umpan matang dari Mika Godts.
Keberhasilan Brandt mencetak gol dalam debut liganya membawa dampak besar bagi kepercayaan diri tim. Mantan pemain Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen ini menunjukkan visi bermain yang tinggi, sebagaimana terlihat dalam penampilannya sebelumnya di laga Conference League melawan Shelbourne FC. Meski baru mencatatkan satu gol di liga, kontribusi Brandt dalam mengatur ritme permainan sudah mulai terasa nyata bagi lini tengah Ajax.
Namun, kesuksesan awal ini tidak lepas dari komentar kontroversial analis sepak bola, Rafael van der Vaart. Ia merasa tidak setuju dengan narasi yang menyebutkan bahwa Ajax harus merasa beruntung bisa mendapatkan pemain sekaliber Brandt. Van der Vaart justru berpendapat sebaliknya, bahwa Brandt-lah yang seharusnya bersyukur bisa bermain untuk klub sebesar Ajax. Ia juga memberikan catatan kritis dengan menyebut Brandt sebagai tipe pemain ‘fair-weather footballer’ yang performanya sangat bergantung pada kondisi tim.
Di sisi lain, Brandt menunjukkan sisi profesionalisme dan hubungan baik dengan rekan sejawat di liga. Pasca pertandingan, ia mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam terhadap pelatih PSV, Peter Bosz, yang merupakan mantan pelatihnya di Bayer Leverkusen. Meskipun mereka kini berada di kubu rival, Brandt menyatakan bahwa hubungan personal mereka tetap terjaga dengan baik melalui komunikasi rutin.
Berikut adalah ringkasan statistik dan poin penting dari pertandingan tersebut:
| Kategori | Detail Pertandingan |
|---|---|
| Skor Akhir | PEC Zwolle 0-2 Ajax |
| Pencetak Gol Ajax | Jorthy Mokio (76′), Julian Brandt (90+5′) |
| Pemain Kunci | Tolu Arokodare (Assist), Mika Godts (Assist) |
| Kartu Merah | Sherel Floranus (PEC Zwolle) |
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Ajax sebelum mereka menghadapi jadwal padat, termasuk laga tandang di Conference League melawan Shelbourne dan laga kandang melawan Heerenveen. Performa julian brandt diprediksi akan terus menjadi faktor penentu bagi ambisi Ajax untuk kembali mendominasi kompetisi domestik musim ini.
Secara keseluruhan, debut Brandt memberikan harapan baru bagi pendukung Ajax. Meskipun ada kritik mengenai konsistensi, kemampuan teknis yang ditunjukkan dalam laga melawan Zwolle membuktikan bahwa ia adalah investasi yang berharga bagi skuad asuhan MÃchel Sánchez. Fokus Ajax selanjutnya adalah menjaga stabilitas lini pertahanan dan memaksimalkan efektivitas serangan yang dipimpin oleh para pemain kreatif seperti Brandt.



Post Comment