Ulah Anak Pamer Kemewahan Berujung Jabatan Pejabat Tinggi Lepas

Ulah Anak Pamer Kemewahan Berujung Jabatan Pejabat Tinggi Lepas

Sekolapedia – 24 Juli 2026 | Aksi pamer kekayaan atau yang populer disebut flexing di media sosial kembali memakan korban dari kalangan keluarga pejabat publik. Kali ini, tindakan kontroversial yang dilakukan oleh Dea Arranoya, putri dari Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Nevirizal, berujung pada pengunduran diri sang ayah dari jabatan strategisnya di pemerintahan daerah.

Gelombang kecaman publik bermula ketika akun media sosial milik Dea Arranoya mengunggah berbagai momen liburan mewah ke sejumlah destinasi mancanegara, mulai dari Korea Selatan, Bangkok, hingga beberapa negara di Eropa. Tak hanya itu, ia juga memamerkan tangkapan layar percakapan grup keluarga yang membahas rencana pembelian kendaraan roda empat, serta menonjolkan biaya pendidikan tinggi yang dinilai berlebihan oleh warganet.

Situasi semakin memanas setelah muncul unggahan foto yang memperlihatkan belasan jeriken berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) tersusun rapi di sebuah ruangan dekat kendaraan bermotor. Unggahan tersebut langsung memicu amarah luas dari masyarakat, mengingat konten itu beredar di tengah masa pemulihan Kabupaten Gayo Lues yang sedang menghadapi dampak bencana alam. Publik menilai tindakan tersebut sangat tidak berempati terhadap kondisi masyarakat setempat yang masih berjuang bangkit.

Menanggapi polemik yang telanjur viral dan memicu kegaduhan publik, dr. H. Nevirizal akhirnya mengambil langkah ksatria. Ia secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues kepada Wakil Bupati Gayo Lues di Blangkejeren. Nevirizal menegaskan bahwa keputusan tersebut murni lahir dari kesadaran pribadi dan bentuk tanggung jawab moral demi menjaga integritas institusi pemerintahan.

Dalam keterangannya, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan seluruh masyarakat yang merasa tersakiti. Ia mengakui adanya kelalaian dalam mengawasi aktivitas anggota keluarganya dalam bermedia sosial. Terkait isi unggahan yang menuai sorotan, ia memberikan klarifikasi bahwa perjalanan ke luar negeri dilakukan untuk keperluan mendampingi anggota keluarga berobat mata, sementara pembelian BBM dalam jeriken dilakukan pada akhir tahun lalu guna mengantisipasi kelangkaan saat penanganan bencana.

🔖 Baca juga:
Google: Taiwan Giring ‘Peran Sentral’ dalam Transisi Komputasi Berbasis AI

Sosok Dea Arranoya sendiri diketahui merupakan seorang lulusan Sarjana Pendidikan Dokter Hewan dari Universitas Syiah Kuala (USK) tahun 2025 yang sedang menjalani masa koas. Kasus ini memberikan pelajaran berharga bagi para pejabat publik dan keluarganya agar senantiasa menjaga kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial serta menghindari pamer gaya hidup mewah yang dapat mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat.

Post Comment