Revolusi Sepak Bola Dunia: FIFA Pertimbangkan Piala Dunia dengan 64 Tim

Revolusi Sepak Bola Dunia: FIFA Pertimbangkan Piala Dunia dengan 64 Tim

Sekolapedia – 14 Juli 2026 | Dunia sepak bola internasional kembali diguncang oleh wacana ambisius dari otoritas tertinggi sepak bola dunia. Walau baru adaptasi 48 tim, FIFA sudah mau bahas Piala Dunia jadi 64 tim sebagai langkah progresif untuk masa depan turnamen paling bergengsi ini. Rencana ini mencuat menyusul kesuksesan format 48 negara yang mulai diterapkan pada edisi 2026, yang kini tengah menjadi pusat perhatian global.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka menyatakan bahwa gagasan penambahan peserta menjadi 64 negara bukanlah sekadar isu belaka. Rencana ini akan menjadi agenda utama yang dibahas bersama komite terkait segera setelah perhelatan Piala Dunia 2026 berakhir. Walau baru adaptasi 48 tim, FIFA sudah mau bahas Piala Dunia jadi 64 tim guna merespons usulan resmi yang sebelumnya diajukan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) pada Maret 2025 lalu.

Infantino menekankan bahwa filosofi di balik ekspansi ini adalah inklusivitas. Ia berpendapat bahwa setiap negara di seluruh dunia, tidak peduli seberapa kecil atau besarnya tradisi sepak bola mereka, harus memiliki kesempatan untuk bermimpi tampil di putaran final. Dengan kualitas tim nasional yang terus meningkat di berbagai belahan dunia, FIFA memandang perlu adanya wadah yang lebih besar untuk menampung bakat-bakat tersebut. Walau baru adaptasi 48 tim, FIFA sudah mau bahas Piala Dunia jadi 64 tim karena meyakini bahwa keterlibatan lebih banyak negara akan memicu motivasi bagi federasi nasional untuk terus meningkatkan kualitas kompetisi domestik dan pembinaan pemain muda.

Peluang ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Jika format 64 tim benar-benar diterapkan untuk edisi 2030, kuota untuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan performa Timnas Indonesia yang mampu menembus putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah asuhan Shin Tae-yong, serta progres di putaran keempat bersama Patrick Kluivert, peluang skuad Garuda untuk mencicipi panggung dunia terbuka jauh lebih lebar.

Tentu saja, wacana ini tidak lepas dari sorotan. Legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, menyatakan dukungannya terhadap pemberian kesempatan yang lebih luas bagi negara-negara kecil. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kualitas pertandingan harus tetap menjadi prioritas utama. Evaluasi mendalam terhadap efektivitas format 48 tim saat ini akan menjadi acuan penting bagi FIFA sebelum mengambil keputusan final mengenai penambahan kuota di masa depan.

🔖 Baca juga:
Drama Final Piala Dunia: Kemenangan Spanyol atas Argentina Berujung Investigasi FIFA

Secara keseluruhan, wacana ini merepresentasikan pergeseran paradigma dalam manajemen sepak bola global. Meskipun masih dalam tahap pembahasan awal, langkah FIFA ini menegaskan komitmen mereka untuk menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang benar-benar mendunia. Jika nantinya disetujui, format 64 tim akan mengubah peta persaingan sepak bola internasional secara permanen, sekaligus membuka era baru di mana mimpi berlaga di Piala Dunia menjadi target yang lebih realistis bagi setiap negara anggota FIFA.

Post Comment