Pergeseran Geopolitik: Citra Xi Jinping dan Tiongkok Menguat di Tengah Penurunan Kepercayaan Global terhadap AS

Pergeseran Geopolitik: Citra Xi Jinping dan Tiongkok Menguat di Tengah Penurunan Kepercayaan Global terhadap AS

Sekolapedia – 16 Juli 2026 | Dunia saat ini tengah menyaksikan pergeseran drastis dalam peta persepsi global, di mana pengaruh Amerika Serikat dilaporkan mengalami penurunan signifikan sementara citra Tiongkok dan kepemimpinan xi jinping justru menunjukkan tren pemulihan yang stabil. Fenomena ini tercermin dalam survei terbaru dari Pew Research Centre yang melibatkan lebih dari 45.000 responden di 37 negara, yang menunjukkan bahwa kepercayaan publik internasional terhadap Washington telah merosot tajam di tengah berbagai krisis regional dan ketegangan politik global.

Survei tersebut mencatat bahwa untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, banyak negara kini memandang Tiongkok lebih positif dibandingkan Amerika Serikat. Faktor utama yang memicu perubahan ini adalah persepsi mengenai stabilitas kebijakan serta cara pandang dunia terhadap kepemimpinan Donald Trump yang dinilai kurang berkontribusi pada perdamaian global. Di berbagai kawasan, termasuk Eropa, Kanada, dan Meksiko, tingkat dukungan terhadap xi jinping dan kebijakan negaranya kini melampaui angka kepercayaan terhadap pemimpin Amerika Serikat.

Di sisi lain, Tiongkok terus memperkuat posisinya melalui diplomasi strategis yang terukur. Langkah terbaru terlihat dari kunjungan delegasi tingkat tinggi Tiongkok yang dipimpin oleh Wang Huning ke Pyongyang, Korea Utara. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan bersejarah xi jinping ke Korea Utara pada Juni lalu, yang menjadi kunjungan pertama dalam tujuh tahun terakhir. Langkah ini menegaskan komitmen Beijing untuk mempererat hubungan dengan sekutu tradisionalnya di tengah dinamika hubungan Korea Utara dengan Rusia.

Selain diplomasi luar negeri, stabilitas internal Tiongkok juga menjadi sorotan dunia. Buku seri kelima berjudul Xi Jinping: The Governance of China baru saja diperkenalkan dalam sebuah acara di Astana, Kazakhstan. Karya ini dianggap sebagai kunci untuk memahami logika modernisasi Tiongkok yang mengedepankan filosofi pembangunan yang berpusat pada rakyat serta komitmen terhadap kerja sama internasional melalui visi komunitas masa depan bersama bagi umat manusia.

Para ahli menilai bahwa keberhasilan Tiongkok dalam menjaga stabilitas domestik dibandingkan dengan gejolak kebijakan di Barat memberikan citra yang lebih dapat diandalkan bagi mitra internasionalnya. Pendekatan xi jinping yang berfokus pada perencanaan jangka panjang dan menghindari perubahan kebijakan yang drastis dianggap memberikan kepastian bagi pasar dan mitra dagang global. Hal ini menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi negara-negara berkembang untuk menjalin kerja sama ekonomi yang lebih erat dengan Beijing.

🔖 Baca juga:
Siapa Jannik Sinner? Profil, Biodata, Karier, dan Perjalanan Sang Bintang Tenis Dunia

Secara keseluruhan, tren global saat ini menunjukkan bahwa dunia sedang berada dalam masa transisi kepercayaan. Meningkatnya citra positif terhadap Tiongkok tidak hanya didorong oleh kekuatan ekonomi, tetapi juga oleh persepsi bahwa Beijing menawarkan alternatif kepemimpinan yang lebih stabil dan konsisten. Jika Amerika Serikat tidak segera memperbaiki posisi diplomasinya di mata dunia, dominasi pengaruh yang telah bertahan lama di bawah kepemimpinan Barat kemungkinan besar akan terus menghadapi tantangan serius dari kekuatan baru yang sedang bangkit.

Post Comment