Pariwisata Jayapura: Masyarakat Adat Jadi Kunci Utama Pengembangan Sektor Wisata

Pariwisata Jayapura: Masyarakat Adat Jadi Kunci Utama Pengembangan Sektor Wisata

Sekolapedia – 01 Juli 2026 | Pengembangan pariwisata di Kota Jayapura, Papua, memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dari masyarakat adat setempat. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard Nahumury, di Jayapura.

Menurut Richard, sebagian besar potensi wisata di wilayah tersebut berada di atas tanah adat atau hak ulayat. Oleh karena itu, dukungan dari masyarakat adat menjadi kunci utama dalam pengembangan sektor pariwisata.

"Pengembangan pariwisata di Kota Jayapura tidak bisa berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemilik hak ulayat," katanya.

Richard menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat di 14 kampung diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan potensi wisata berbasis masyarakat adat dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

🔖 Baca juga:
Dinamika Global Memanas: Dari Rotasi Militer AS hingga Inovasi Senjata Ukraina dan Spekulasi Film

"Untuk itu, pihak adat harus bersama-sama dengan pemerintah membangun potensi yang ada," ujarnya.

Komitmen bersama ini diharapkan mampu menciptakan tren positif dalam kemajuan pariwisata di ibu kota Provinsi Papua tersebut.

Richard menambahkan, jika sektor pariwisata maju dan berkembang, selain meningkatkan daya tarik wisatawan, hal itu diyakini akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat adat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong berbagai program seperti memberi pelatihan pengolahan kuliner lokal dan pengembangan kerajinan tangan bagi masyarakat di kampung adat untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pelayanan pariwisata.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru meninjau salah satu stan UMKM pada Festival UMKM dan menyebutkan bahwa festival tersebut merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah ini.

"Namun kami juga mengingatkan bahwa hal penting yang harus dijaga juga adalah setiap produk harus berkualitas dan menarik pengunjung untuk membeli," katanya.

Menurut Rustan, festival UMKM juga diharapkan menjadi momen untuk memperkuat pemasaran produk lokal secara digital.

"Bagi pelaku usaha harus bisa kreatif memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan semua produk baik kuliner, kerajinan tangan termasuk buah-buahan," ujarnya.

Dia menjelaskan festival yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Jayapura dengan melibatkan sekitar 34 pelaku usaha lokal dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kami terus memberikan ruang publik bagi UMKM sehingga produk yang dihasilkan semakin dikenal luas tidak hanya di Papua," katanya lagi.

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kota Sorong juga mengadakan kegiatan penguatan kapasitas sumber daya manusia orang asli Papua dalam mengelola destinasi pariwisata.

Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim menekankan bahwa sektor pariwisata kini telah menjadi sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Potensi wisata yang besar tidak akan memberikan manfaat yang optimal apabila tidak didukung oleh SDM yang berkualitas, terampil, serta memiliki kemampuan dalam mengelola destinasi wisata secara profesional dan berkelanjutan," ujar Anshar Karim.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua, tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan pariwisata.

Pemerintah Kota Sorong mendorong keterlibatan aktif Orang Asli Papua sebagai pengelola destinasi yang inovatif dan berdaya saing.

Dengan demikian, diharapkan pariwisata di Jayapura dan Sorong dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.

Kesimpulan dari pengembangan pariwisata di Jayapura dan Sorong adalah bahwa keterlibatan masyarakat adat dan pemerintah daerah sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengelola destinasi wisata secara berkelanjutan.

Post Comment