Kontroversi Leandro Paredes: Kartu Merah yang Dihapus dan Investigasi FIFA Pasca Final Piala Dunia

Kontroversi Leandro Paredes: Kartu Merah yang Dihapus dan Investigasi FIFA Pasca Final Piala Dunia

Sekolapedia – 21 Juli 2026 | Dunia sepak bola internasional tengah diguncang oleh insiden memalukan yang terjadi tepat setelah peluit panjang dibunyikan pada laga final Piala Dunia 2026 di New Jersey. Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menjadi pusat perhatian publik setelah terekam kamera terlibat dalam keributan fisik dengan para pemain Spanyol sesaat setelah timnya menelan kekalahan 1-0.

Kejadian bermula ketika emosi para pemain Argentina memuncak pasca kekalahan. Dalam rekaman yang beredar luas, Leandro Paredes terlihat melakukan aksi agresif terhadap beberapa pemain Spanyol. Ia terekam mendorong bek Barcelona, Eric Garcia, hingga terjatuh dan mencekik lehernya. Tidak berhenti di situ, ia juga menyerang Gavi dengan cara mendorong pemain muda tersebut hingga tersungkur ke tanah di tengah kekacauan massal yang melibatkan pemain dari kedua belah pihak.

Awalnya, laporan resmi dari sistem informasi komentator FIFA mencatat bahwa wasit Slavko Vincic telah memberikan kartu merah kepada Leandro Paredes akibat tindakan tidak terpuji tersebut. Namun, situasi berubah drastis ketika FIFA secara resmi menghapus catatan kartu merah tersebut dari sistem mereka, mengklaim bahwa tidak ada tindakan disipliner yang diambil terhadap sang pemain di lapangan. Keputusan ini memicu kemarahan di kalangan pakar sepak bola, termasuk mantan kepala PGMOL, Keith Hackett, yang secara terbuka mengkritik keras sikap FIFA dan menyebut perilaku sang gelandang sebagai tindakan yang memalukan.

Menanggapi tekanan publik dan kritik tajam yang terus mengalir, FIFA akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka telah menunjuk seorang Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki insiden tersebut lebih lanjut. Investigasi ini didasarkan pada Pasal 36 Kode Disiplin FIFA (FDC) guna memeriksa potensi pelanggaran yang terjadi selama keributan pasca-pertandingan. FIFA menegaskan bahwa detail lebih lanjut akan disampaikan setelah laporan jaksa penuntut selesai disusun.

Sementara itu, Leandro Paredes telah memberikan tanggapannya melalui media sosial. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, sang pemain memilih untuk tidak meminta maaf atau membahas insiden kekerasan tersebut. Sebaliknya, ia menyampaikan pesan emosional kepada para pendukung Argentina, mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjuangan tim nasional meskipun harus pulang dengan tangan hampa. Ia menyebut bahwa menjadi bagian dari skuad Argentina kali ini merupakan sebuah kehormatan besar, tanpa menyinggung sedikit pun mengenai skandal yang baru saja melibatkan namanya.

🔖 Baca juga:
Langkah Strategis Manchester United: Mengamankan Andrey Santos untuk Revolusi Lini Tengah

Situasi ini menyisakan tanda tanya besar mengenai integritas pengambilan keputusan di level tertinggi sepak bola dunia. Dengan adanya penyelidikan formal yang sedang berjalan, publik kini menantikan apakah FIFA akan memberikan sanksi tegas atau justru mempertahankan keputusan kontroversial mereka terkait penghapusan kartu merah tersebut. Kejadian ini tidak hanya mencoreng citra laga final, tetapi juga menyoroti pentingnya disiplin pemain di luar durasi permainan resmi.

Post Comment