Kisah Spektakuler Eka Sandy: Jalan Kaki 16 Bulan ke Makkah Lintasi 11 Negara di Tengah Gejolak Global

Kisah Spektakuler Eka Sandy: Jalan Kaki 16 Bulan ke Makkah Lintasi 11 Negara di Tengah Gejolak Global

Sekolapedia – 24 Juli 2026 | Perjalanan luar biasa berhasil dituntaskan oleh seorang pria asal Kauman, Kabupaten Nganjuk, M Eka Sandy atau yang akrab disapa Nano Agata (36). Ia mengklaim sukses menempuh perjalanan darat dengan berjalan kaki dari Indonesia menuju Tanah Suci Makkah dalam kurun waktu 16 bulan. Petualangan penuh tantangan ini dimulai dari Surabaya pada tanggal 8 Maret 2025 dan berhasil menuntaskan misinya untuk tiba di Makkah pada 6 November 2025.

Dalam memulai pengembaraannya, Eka Sandy tidak sendirian. Ia berangkat bersama dua orang rekannya, yakni Adit dan Besti. Namun, dinamika di lapangan membuat formasi mereka menyusut seiring berjalannya rute yang harus mereka lewati. Ketika perjalanan mencapai wilayah Karawang, salah satu rekannya memutuskan untuk pulang. Perjalanan kemudian dilanjutkan berdua hingga wilayah Lampung Selatan, di mana rekan satu lagi juga memutuskan kembali ke kampung halaman, menyisakan Eka Sandy seorang diri melanjutkan misi berat tersebut.

Bekal finansial yang minim tidak menyurutkan tekad ayah satu anak ini. Saat memulai start dari Surabaya, ia hanya membawa uang saku sebesar Rp 1,7 juta. Sesampainya di Lampung Selatan, sisa uang sakunya bahkan tinggal Rp 20 ribu. Meskipun demikian, ia mengaku tidak pernah merasa putus asa karena keyakinan kuat serta banyaknya pertolongan dari orang-orang baik yang ditemuinya di sepanjang jalan.

Selama pengembaraannya, Eka Sandy mengaku dihadapkan pada berbagai rintangan pelik, terutama saat harus mencari tempat beristirahat yang aman serta makanan halal di negara-negara asing. Tantangan tersebut sangat terasa ketika ia harus melewati sejumlah wilayah seperti Vietnam, Laos, dan China. Beruntung, kegemarannya mengonsumsi mi instan menjadi penyelamat di saat ia kesulitan menemukan sumber makanan yang sesuai.

Setelah berhasil tiba dan menetap cukup lama di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah selama kurang lebih 4 bulan 3 minggu, Eka Sandy akhirnya memutuskan pulang ke kampung halamannya di Nganjuk. Kendala sempat ia hadapi saat hendak kembali ke tanah air akibat mahalnya harga tiket pesawat yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Ia akhirnya memilih terbang dari Jeddah menuju Thailand sebelum melanjutkan penerbangan pulang hingga akhirnya bisa berkumpul kembali dengan ibu dan buah hatinya.

🔖 Baca juga:
Tips Memilih File Anti-Reset Saat Download Game Mod di Internet

Di sisi lain, dinamika global di kawasan Timur Tengah pada periode pertengahan 2026 ini juga diwarnai oleh ketegangan geopolitik yang memengaruhi jalur transportasi internasional. Berbagai insiden keamanan melanda rute-rute vital pelayaran dunia, termasuk insiden di Selat Hormuz serta kawasan Laut Merah. Kendati demikian, beberapa kapal logistik internasional mulai mencoba kembali rute perdagangan tersebut di bawah bayang-bayang eskalasi konflik regional, menunjukkan betapa kompleksnya situasi internasional saat sang pengembara asal Nganjuk tersebut merampungkan perjalanannya kembali ke tanah air.

Post Comment