Kebijakan Kontroversial Donald Trump: Dari Tarif Impor Global hingga Pakta Nuklir Arab Saudi

Kebijakan Kontroversial Donald Trump: Dari Tarif Impor Global hingga Pakta Nuklir Arab Saudi

Sekolapedia – 24 Juli 2026 | Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang panggung geopolitik dan perdagangan global lewat serangkaian kebijakan luar negeri yang agresif. Langkah terbaru pemerintahan Trump mencakup penerapan tarif impor baru yang menyasar 60 negara mitra dagang serta pengesahan pakta nuklir kontroversial dengan Arab Saudi yang langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak internasional.

Kebijakan tarif baru yang mulai berlaku pada hari Jumat ini merupakan kelanjutan dari upaya berkelanjutan Trump untuk merombak arsitektur perdagangan internasional. Berdasarkan Bagian 301 Undang-Undang Perdagangan AS, tarif berkisar antara 10 persen hingga 12.5 persen dikenakan kepada negara-negara yang dianggap gagal menegakkan larangan impor barang hasil kerja paksa. Langkah ini diambil menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang sebelumnya membatalkan kebijakan tarif ‘Liberation Day’ serta berakhirnya masa berlaku bea masuk darurat 150 hari.

India, misalnya, berhasil mendapatkan keringanan dengan tarif 10 persen setelah melakukan amandemen kebijakan perdagangan luar negeri untuk melarang produk dari kerja paksa. Sementara itu, Selandia Baru dikenakan tarif sebesar 12.5 persen. Perubahan kebijakan ini tidak hanya berdampak pada ekonomi mitra dagang utama seperti China, India, dan Uni Eropa, tetapi juga memicu ketidakpastian pasar global yang harus beradaptasi dengan pendekatan proteksionis Washington.

Di sisi lain, kebijakan luar negeri Trump juga mencetak sejarah lewat persetujuan perjanjian nuklir sipil dengan Arab Saudi. Pakta strategis yang diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar ini memungkinkan Riyadh untuk memperkaya uranium di wilayahnya sendiri. Kendati dirancang untuk mendukung program energi nuklir sipil, perjanjian ini menuai kecaman dan kekhawatiran mendalam dari Israel yang khawatir akan potensi pengembangan senjata nuklir di kawasan tersebut. Para pengamat pertahanan menilai bahwa minimnya pengawasan ketat, termasuk tidak diwajibkannya Protokol Tambahan IAEA, membuka celah bagi program militer tersembunyi.

Gejolak akibat manuver politik kepresidenan ini tidak hanya dirasakan di tingkat internasional, tetapi juga di dalam negeri AS sendiri. Puluhan orang tua dan warga di Cobb County, Georgia, menggelar aksi protes dan walkout dari rapat dewan sekolah. Kemarahan warga tersulut setelah sekolah menengah setempat, Wheeler High School, digunakan sebagai lokasi kampanye politik bagi para kandidat Partai Republik bertepatan dengan kunjungan kepresidenan.

🔖 Baca juga:
Puasa Tetap Sah Meski Belum Mandi Wajib: Fakta, Dalil, dan Rekomendasi Praktis

Secara keseluruhan, rangkaian kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Donald Trump mencerminkan strategi politik yang radikal dan berisiko tinggi. Baik dalam memaksakan agenda tarif perdagangan global maupun dalam membentuk kembali peta kekuatan nuklir di Timur Tengah, langkah-langkah ini menunjukkan tekad Washington untuk mendikte arah kebijakan internasional, meskipun harus menghadapi gelombang protes domestik serta ketegangan diplomatik yang semakin meningkat.

Post Comment