Juventus Ditahan Imbang Basel: Spalletti Didesak Beli Striker Baru di Tengah Kabar Kessie dan Kolo Muani

Juventus Ditahan Imbang Basel: Spalletti Didesak Beli Striker Baru di Tengah Kabar Kessie dan Kolo Muani

Sekolapedia – 20 Juli 2026 | TURIN, ITALIA – Pertandingan pramusim Juventus melawan FC Basel pada 18 Juli 2026 berakhir tanpa pemenang, memicu kembali desakan kuat agar klub segera merekrut striker baru. Hasil imbang 0-0 melawan tim Swiss yang dilatih mantan bek Juventus, Stephan Lichtsteiner, ini semakin menyoroti performa lini serang Bianconeri yang dinilai tumpul.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menghadapi tekanan yang meningkat untuk memperkuat skuadnya, terutama di sektor penyerangan. Media Italia seperti La Gazzetta dello Sport dan Tuttosport kompak menyatakan bahwa Juventus membutuhkan amunisi baru jika ingin bersaing di musim mendatang. Minimnya gol dalam laga basel vs Juventus ini menjadi bukti nyata kebutuhan tersebut.

Situasi semakin pelik dengan cedera yang dialami penyerang muda Jeff Ekhator pada babak pertama. Cedera otot tersebut menambah daftar masalah yang harus segera diatasi Spalletti sebelum kompetisi resmi bergulir. Ekhator, salah satu pemain baru yang belum lama didatangkan, harus menepi, menyisakan lebih sedikit opsi di lini depan.

Di tengah kebutuhan mendesak ini, nama Randal Kolo Muani kembali mencuat sebagai target utama. Juventus dikabarkan tengah bernegosiasi intensif dengan Paris Saint-Germain (PSG) untuk memulangkan mantan striker mereka tersebut. Namun, negosiasi ini dilaporkan menemui jalan buntu, belum ada kata sepakat yang tercapai antara kedua klub.

Selain masalah di lini depan, Juventus juga dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan untuk memperkuat lini tengah. Khéphren Thuram dipastikan akan absen sepanjang pramusim karena cedera runner’s knee, menyoroti kurangnya kedalaman skuad di sektor tersebut. Dalam konteks ini, Juventus dilaporkan telah melakukan kontak dengan gelandang Franck Kessie.

🔖 Baca juga:
Demam Piala Presiden 2026: Harga Tiket Terjangkau dan Jadwal Laga Panas Pembuka Turnamen

Franck Kessie, yang tampil impresif bersama Pantai Gading di Piala Dunia 2026, memiliki pengalaman luas di Serie A bersama Atalanta dan AC Milan sebelum pindah ke Barcelona dan Al-Ahli. Meskipun kontraknya belum diperpanjang dan ia terbuka untuk kembali ke Italia, tuntutan gaji Kessie yang berada di kisaran €5-6 juta per tahun ditambah bonus penandatanganan yang substansial menjadi hambatan bagi Juventus yang disebut-sebut memiliki keterbatasan finansial. Kendati demikian, transfer gratis Kessie dengan gaji yang dinegosiasikan dinilai masih lebih ekonomis daripada mendatangkan pemain berlevel serupa dengan biaya transfer normal.

Namun, Juventus tidak sendirian dalam perburuan Kessie. AS Roma dikabarkan turut meminati pemain tersebut dan berpotensi menjadi pesaing serius. Ketertarikan Roma ini disebut-sebut sebagai respons atas kekecewaan mereka karena gagal mendapatkan Zeki Celik, yang justru bergabung dengan Juventus.

Dalam pertandingan melawan Basel, Juventus menurunkan skuad yang bervariasi. Di babak pertama, Spalletti menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Ekhator sebagai ujung tombak, didukung oleh trio Boga, Adzic, dan Zhegrova. Babak kedua melihat perubahan total dengan masuknya sejumlah pemain dari tim Nex Gen. Dua pemain yang kembali dari masa pinjaman, Douglas Luiz dan Arthur, juga mendapat kesempatan bermain, meski masa depan mereka di klub masih belum pasti.

Meski gagal mencetak gol, ada beberapa momen penting dalam laga basel vs Juventus ini. Douglas Luiz berhasil mendapatkan penalti di babak kedua, namun eksekusinya berhasil digagalkan oleh kiper Basel. Mattia Perin, yang masuk di babak kedua, juga menunjukkan performa gemilang dengan menyelamatkan tendangan penalti dari pemain Basel. Peluang terbaik Juventus datang dari Miretti dan Oboavwoduo, namun penyelesaian akhir mereka belum maksimal.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui bahwa timnya masih jauh dari performa puncak. “Bisa jadi sulit untuk menciptakan peluang, tetapi kami berhasil melakukannya, dan melakukannya dengan baik juga,” ujar Spalletti. “Ada sedikit kekurangan presisi di momen-momen krusial dan dua atau tiga kesempatan di mana kami seharusnya bisa mencetak gol, tetapi kiper lawan tampil baik. Saya senang dengan komitmen yang saya lihat minggu ini.”

Pemain Juventus, Jeremie Boga, menambahkan, “Tim menampilkan performa yang bagus. Saya merasa baik secara pribadi, dan rasanya hebat bisa kembali bermain. Saya pikir kami bermain bagus, tentu saja kami belum dalam kondisi fisik terbaik, tetapi dengan bola, kami menunjukkan beberapa hal bagus, dan itulah yang ingin kami lakukan tahun ini. Kami akan menghadapi setiap pertandingan dengan tujuan meningkatkan kondisi kami.”

Pertandingan basel vs Juventus ini menjadi ajang pemanasan penting sebelum dimulainya musim baru. Hasil yang kurang memuaskan dan potensi kepergian serta kedatangan pemain baru menunjukkan bahwa Juventus masih dalam fase transisi dan membutuhkan solusi cepat untuk memperkuat skuad demi mengarungi kompetisi yang ketat.

Post Comment