Inovasi ATM Sampah di Magelang: Membuat Perubahan dengan Mengubah Botol Plastik Menjadi Saldo Elektronik

Inovasi ATM Sampah di Magelang: Membuat Perubahan dengan Mengubah Botol Plastik Menjadi Saldo Elektronik

Sekolapedia – 01 Juli 2026 | ATM sampah digital Recoin di Kampung Dukuh, Kecamatan Magelang, telah membuka peluang baru bagi warga untuk mengelola sampah botol plastik mereka dengan lebih baik. Dengan menggunakan teknologi digital, warga dapat menukarkan botol plastik bekas mereka menjadi saldo elektronik.

Prosesnya cukup mudah, warga hanya perlu memindai barcode pada mesin Recoin, memasukkan botol plastik satu per satu ke dalam ATM sampah, dan secara otomatis sistem akan mencatat jumlah botol dan menambahkan saldo digital ke akun pengguna.

Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Seluruh botol plastik yang terkumpul akan masuk ke tempat penampungan untuk diproses lebih lanjut menjadi bahan daur ulang.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juga telah meluncurkan program pemberdayaan desa melalui inovasi pengelolaan sampah dan sosiopreneurship di Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah dan menciptakan nilai ekonomi baru dari sampah.

Ketua RT 11/RW 3 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori, juga telah menghadirkan inovasi untuk warganya dengan mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah. Ia menggunakan gerobak bantuan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebagai kendaraan pengangkut sampah dari rumah ke rumah.

🔖 Baca juga:
Kudeta Adalah: Definisi, Sejarah, serta Dampaknya terhadap Stabilitas Politik

Inovasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan nilai ekonomi baru yang dapat mendukung terwujudnya desa wisata berbasis lingkungan.

Dengan demikian, inovasi ATM sampah di Magelang dan program pemberdayaan desa di Desa Salam dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengelola sampah dengan lebih baik dan menciptakan nilai ekonomi baru dari sampah.

Post Comment