Drama VAR Masih Jadi Sorotan Utama Piala Dunia 2026 Africa Top Sports

Drama VAR Masih Jadi Sorotan Utama Piala Dunia 2026 Africa Top Sports

Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak hanya menyajikan persaingan sengit antarnegara, tetapi juga menghadirkan gelombang perdebatan teknologi yang belum mereda. Memasuki fase krusial turnamen, implementasi Video Assistant Referee (VAR) terbukti masih menjadi sorotan utama dan memicu kontroversi mendalam di kalangan pencinta sepak bola dunia.

Africa Top Sports

Alih-alih menjadi solusi mutlak untuk menegakkan keadilan di lapangan, teknologi peninjauan video ini justru melahirkan berbagai drama dramatis yang mengubah nasib sejumlah tim nasional secara drastis.

Momen Offside Tipis yang Mengubah Sejarah Tim

Salah satu sorotan terbesar yang memicu perdebatan panas seputar efektivitas VAR terjadi pada babak penyisihan grup. Tim nasional Iran harus menelan pil pahit dan mengubur mimpi mereka untuk melaju ke babak gugur untuk pertama kalinya setelah gol penentu kemenangan mereka dianulir.

Catatan Kontroversi: Peninjauan VAR menyatakan bahwa pemain Iran, Shoja Khalilzadeh, berada dalam posisi offside dengan margin yang sangat tipis, yakni hanya sekitar 1 milimeter. Skor imbang 1-1 melawan Mesir pun bertahan hingga peluit panjang, mengakhiri perjalanan dramatis wakil Asia tersebut.

🔖 Baca juga:
Fakta Menarik Kemenangan Liverpool atas Wrexham

Viva

Nasib serupa juga dialami oleh Kolombia saat menghadapi Portugal di Miami. Sundulan Davinson Sanchez di menit-menit akhir pertandingan sempat dirayakan sebagai gol kemenangan. Namun, intervensi VAR membatalkan pesta tersebut karena ujung sepatu Sanchez dinilai sedikit melewati garis pertahanan lawan. Keputusan seketat ini memicu diskusi luas mengenai apakah esensi offside yang semula diciptakan untuk mencegah kecurangan, kini telah bergeser menjadi hukuman atas batas geometris yang mustahil dilihat dengan mata telanjang.

Viva+ 1

Drama Fase Gugur: Argentina vs Mesir dan Portugal vs Kroasia

Ketegangan akibat keputusan VAR semakin memuncak ketika turnamen memasuki fase sistem gugur. Pertandingan babak 16 besar antara Argentina dan Mesir menjadi salah satu laga paling kontroversial dalam sejarah turnamen ini. Mesir, yang sempat unggul terlebih dahulu, harus menerima kenyataan pahit saat gol kedua dari Mostafa Zico dianulir wasit setelah mendeteksi adanya pelanggaran minor dalam proses serangan.

Tidak berhenti di situ, protes keras dilayangkan kubu Mesir ketika permohonan penalti atas dugaan pelanggaran terhadap Hamdy Fathy di area terlarang diabaikan oleh wasit dan ruang kendali VAR. Di tengah gelombang protes tersebut, Argentina justru memanfaatkan momentum untuk melancarkan serangan balik cepat yang berujung pada gol kemenangan mereka.

PertandinganBabakInsiden Utama VARDampak Akhir
Iran 1 – 1 MesirFase GrupGol Shoja Khalilzadeh dianulir (offside 1 mm)Iran gagal lolos ke Babak 32 Besar
Portugal 2 – 1 KroasiaBabak 32 BesarGol penyeimbang Josko Gvardiol dianulir di menit 90+14Portugal selamat dan lolos ke 16 Besar
Argentina 3 – 2 MesirBabak 16 BesarGol dianulir & klaim penalti Mesir ditolakComeback Argentina menuju babak perempat final

Di pertandingan lain, laga Babak 32 Besar antara Portugal melawan Kroasia berjalan melelahkan hingga menit ke-109 akibat rentetan peninjauan video. Kroasia sempat mencetak gol penyeimbang dramatis melalui Josko Gvardiol pada menit ke-90+14. Setelah peninjauan yang memakan waktu cukup lama, VAR menganulir gol tersebut karena adanya sentuhan tipis dari Igor Matanovic sebelum bola bergulir ke arah pencetak gol. Keputusan krusial ini berhasil menyelamatkan Cristiano Ronaldo dan kolega dari ancaman eliminasi dini.

CNN Indonesia+ 1

Tantangan Konsistensi dan Masa Depan Sepak Bola

Banyaknya drama yang terjadi di Piala Dunia 2026 memaksa badan sepak bola dunia, FIFA, untuk angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi guna meredam kritik publik. Perdebatan utama kini tidak lagi berkisar pada akurasi teknologi itu sendiri, melainkan pada aspek konsistensi penerapannya oleh perangkat pertandingan.

Africa Top Sports

Ketika keputusan intervensi VAR dinilai berbeda-beda di setiap pertandingan, integritas kompetisi di panggung tertinggi sepak bola pun mulai dipertanyakan oleh para pelatih, pemain, dan pundit internasional. Berbagai pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar aturan protokol VAR dapat dijalankan secara lebih transparan dan tidak merusak ritme serta emosi alami dari permainan sepak bola.

penulis lar

Post Comment