Sekolapedia – 21 Juli 2026 | Geliat sepak bola di Korea Selatan kini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi regional yang inovatif. Salah satu klub papan atas, FC Seoul, menjadi pelopor dalam tren baru di mana perjalanan tandang para pendukung setia tidak lagi sekadar urusan menonton pertandingan selama 90 menit, melainkan menjadi sebuah pengalaman wisata akhir pekan yang terkurasi. Inisiatif yang didorong oleh Organisasi Pariwisata Korea (KTO) ini bertujuan untuk mengubah rutinitas lama suporter yang biasanya langsung pulang ke wilayah ibu kota setelah laga usai.
Program yang dikenal dengan nama K-League Trip Day ini sukses melakukan uji coba pada bulan Mei lalu. Kala itu, sekitar 150 pendukung FC Seoul dan Incheon United menaiki kereta khusus menuju Daejeon. Bukan hanya menonton pertandingan, mereka terlibat dalam perjalanan kuliner lokal, termasuk mengunjungi jalur toko roti terkenal yang kini populer dengan sebutan ziarah roti. Kesuksesan ini mendorong KTO untuk memperluas cakupan program ke seluruh liga profesional Korea, K League, di paruh kedua tahun 2026.
Pemerintah daerah di Korea selama ini kesulitan mempertahankan wisatawan domestik untuk menginap karena efisiensi kereta cepat yang memudahkan perjalanan pulang-pergi pada hari yang sama. Dengan mengintegrasikan tiket pertandingan FC Seoul atau klub lainnya dengan paket wisata budaya, kuliner, dan penginapan, para pejabat pariwisata berharap dapat meningkatkan belanja wisatawan di daerah. Paket ini dirancang untuk menonjolkan atraksi lokal, seperti kunjungan ke arboretum di Pohang atau instalasi seni di bekas bunker bom di Jeonju.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi magnet pariwisata yang kuat. Berbeda dengan klub besar Eropa seperti Manchester United yang menarik perhatian global saat tur pramusim, K League memilih fokus untuk memperkuat ikatan antara klub lokal dengan komunitas regional melalui pariwisata berbasis olahraga. Dukungan logistik dan finansial dari pemerintah juga terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa perjalanan suporter yang awalnya hanya untuk transit, dapat dikonversi menjadi masa inap yang lebih lama di kota-kota tuan rumah.
Selain inisiatif pariwisata, dunia sepak bola Korea juga menunjukkan keterbukaan terhadap diplomasi olahraga. Pada Mei 2026, pemerintah Korea Selatan mengalokasikan dana dari Dana Kerja Sama Antar-Korea untuk mendukung pertandingan sepak bola wanita antara tim dari Pyongyang dan Suwon. Langkah ini menegaskan bahwa sepak bola di Korea telah melampaui sekadar kompetisi di lapangan, melainkan menjadi instrumen penting untuk mempromosikan pemahaman bersama dan ekonomi lokal.
Secara keseluruhan, strategi penggabungan antara aksi di lapangan hijau dengan eksplorasi wisata regional terbukti efektif. Melalui paket-paket yang dapat dipesan langsung di portal VisitKorea, para penggemar FC Seoul dan klub-klub K-League lainnya kini memiliki alasan tambahan untuk menghabiskan akhir pekan mereka di luar kota, sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah yang mereka kunjungi.



Post Comment