Biodata dan Agama Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Jadi Sorotan

Dalam beberapa tahun terakhir, Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) terus menuai pujian publik berkat keberaniannya membongkar berbagai kasus korupsi bernilai fantastis. Di balik ketajaman taji Korps Adhyaksa tersebut, ada satu nama yang paling sering dicari dan diperbincangkan netizen: Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H.

Sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie adalah komandan utama di Gedung Bundar yang mengomandoi pemberantasan korupsi skala kakap, seperti kasus Jiwasraya, Asabri, hingga tata niaga timah. Tingginya tensi kasus yang ia tangani—bahkan sempat diwarnai isu penguntitan dan intimidasi—membuat publik penasaran dengan sisi personal sang jaksa.

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih dalam mengenai latar belakangnya, berikut adalah ulasan lengkap mengenai biodata, agama, riwayat pendidikan, hingga perjalanan karier Febrie Adriansyah yang kini tengah menjadi sorotan nasional.

Biodata Lengkap Febrie Adriansyah

Meskipun kerap tampil tegas dan dingin di depan awak media saat mengumumkan status tersangka korupsi, Febrie dikenal sebagai sosok yang hangat dan bersahaja di kehidupan sehari-hari. Berikut adalah profil dan biodata singkatnya:

🔖 Baca juga:
Pelatih Prancis Siapkan Taktik Baru Hadapi Spanyol
  • Nama Lengkap beserta Gelar: Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H.
  • Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 19 Februari 1968
  • Umur: 58 Tahun (Per 2026)
  • Kebangsaan: Indonesia
  • Agama: Islam
  • Profesi: Jaksa / Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  • Jabatan Saat Ini: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI
  • Pangkat/Golongan: Jaksa Utama Madya / (IV/d)

Latar Belakang Agama dan Kehidupan Pribadi

Banyak netizen yang mencari tahu mengenai agama dari Febrie Adriansyah. Jampidsus Kejagung ini diketahui menganut agama Islam. Dalam berbagai kesempatan, nilai-nilai spiritual dan integritas keagamaan sering kali tercermin dari prinsip hidupnya yang menolak kompromi terhadap uang haram hasil korupsi.

Meskipun lahir di ibu kota Jakarta, Febrie menghabiskan masa muda dan membentuk karakternya di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi. Di kota berlambang Tanah Pilih Pesako Betuah inilah ia tumbuh besar, menempuh pendidikan, hingga menemukan belahan jiwanya dan membangun keluarga yang harmonis di tengah kesibukannya sebagai penegak hukum.

Riwayat Pendidikan: Menempa Ilmu Hukum dari Jambi

Fondasi keilmuan hukum Febrie Adriansyah dibangun lewat jalur pendidikan formal yang panjang dan linier. Ia tidak langsung mengenyam pendidikan di universitas top ibu kota, melainkan memulainya dari daerah.

  1. Strata 1 (S1) – Universitas Jambi (UNJA): Febrie memilih Fakultas Hukum Universitas Jambi sebagai tempat menimba ilmu hukum pertamanya. Ia berhasil lulus dan meraih gelar Sarjana Hukum (S1) pada tahun 1992.
  2. Strata 2 (S2) – Magister Hukum: Guna memperdalam keahliannya di bidang hukum pidana dan korporasi, ia melanjutkan studi ke jenjang magister.
  3. Strata 3 (S3) – Doktor Hukum: Konsistensinya terhadap akademis dibuktikan dengan keberhasilannya meraih gelar Doktor (Dr.) di bidang hukum. Gelar tertinggi ini membuatnya tidak hanya matang secara taktik di lapangan, tetapi juga kuat secara teori dan metodologi hukum.

Rekam Jejak Karier yang Menyilaukan

Bagi rekan sejawatnya di Kejaksaan, melesatnya karier Febrie Adriansyah bukanlah hal yang mengejutkan. Ia adalah representasi “jaksa karier murni” yang meniti anak tangga jabatan dari posisi paling bawah di daerah hingga akhirnya mencapai eselon tertinggi di Kejaksaan Agung.

Berikut adalah beberapa pos jabatan penting yang pernah diemban oleh Febrie:

1. Jaksa Struktural di Jambi

Setelah lulus kuliah pada tahun 1992 dan lolos seleksi kejaksaan, Febrie mengawali baktinya di Kejaksaan Tinggi Jambi. Salah satu jabatan krusial yang mengasah kemampuan investigasinya adalah saat ia ditunjuk sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Jambi.

2. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung

Pindah ke Pulau Jawa, kemampuan manajerial Febrie semakin teruji saat memimpin Kejaksaan Negeri Bandung. Menangani kota besar dengan dinamika sosial-politik yang tinggi membuatnya terbiasa menghadapi tekanan publik.

3. Wakil Kepala & Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta

Sebelum memimpin Kejati DKI Jakarta selaku ring satu penegakan hukum nasional, ia sempat bertugas sebagai Kajati Kalimantan Timur. Pengalaman di Kaltim memberi Febrie pemahaman mendalam tentang modus korupsi di sektor sumber daya alam (SDA) dan pertambangan. Ia kemudian ditarik kembali ke Jakarta dan sukses memimpin Kejati DKI Jakarta.

4. Direktur Penyidikan (Dirdik) hingga Jampidsus Kejagung

Puncak reputasinya di kancah nasional terjadi saat ia menjabat sebagai Dirdik Jampidsus. Di bawah arahannya, penyidikan kasus korupsi raksasa PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri berhasil dibongkar. Atas prestasi gemilang tersebut, pada Januari 2022, Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus menggantikan Ali Mukartono.

Mengapa Sosoknya Begitu Sorotan Publik?

Nama Febrie Adriansyah kerap menghiasi halaman utama media massa nasional bukan tanpa alasan. Ada beberapa momentum besar yang membuatnya terus menjadi pusat perhatian:

  • Pemberantas Korupsi Ratusan Triliun: Di bawah komandonya, Jampidsus mengusut kasus korupsi tata niaga timah di IUP PT Timah Tbk yang mencatatkan rekor kerugian negara dan ekologis terbesar dalam sejarah Indonesia, yakni mencapai kisaran Rp300 triliun.
  • Isu Penguntitan oleh Oknum Densus 88: Pada pertengahan tahun 2024, nama Febrie mendadak viral setelah muncul isu dirinya dikuntit oleh oknum anggota Densus 88 di sebuah restoran di Jakarta Selatan. Peristiwa ini memicu diskusi hangat di masyarakat mengenai konstelasi dan dinamika antarlembaga penegak hukum di Indonesia.
  • Gaya Hidup Bersahaja: Di tengah kepungan barang-barang mewah sitaan dari para koruptor (seperti jet pribadi dan supercar), Febrie dinilai publik tetap konsisten menjaga integritas dengan gaya hidup yang relatif sederhana dan patuh melaporkan LHKPN ke KPK.

Kesimpulan

Melihat biodata dan perjalanan hidup Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H., kita disuguhkan profil seorang penegak hukum yang matang melalui proses panjang. Dari seorang mahasiswa hukum di Universitas Jambi hingga kini menjadi Jampidsus Kejaksaan Agung yang paling disegani, Febrie membuktikan bahwa integritas, ketegasan, dan ketaatan pada nilai-nilai agama mampu membawanya tegak berdiri di tengah badai tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia.

penulis: Anisa Ramadani

Post Comment