Sekolapedia – 14 Juni 2026 | Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ia menemukan alat pelacak misterius yang terpasang di bawah mobil pribadinya. Menurut pengakuan Tiyo, alat pelacak tersebut ditemukan setelah muncul notifikasi mencurigakan pada telepon genggamnya.
Kejadian ini terjadi saat Tiyo mengikuti aksi pergerakan di kawasan Gejayan, Yogyakarta. Setelah menerima peringatan otomatis di telepon genggamnya, Tiyo kemudian melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang digunakan. Dari hasil pemeriksaan itu, mereka menemukan alat pelacak terpasang di bagian bawah mobil.
Alat pelacak tersebut bernama PBX Finder, yang dapat terdeteksi oleh sinyal bluetooth iPhone. Tiyo menduga kuat bahwa pemasangan alat pelacak tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap dirinya. Ia menyebut bahwa tindakan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan demokrasi.
Menanggapi temuan alat pelacak tersebut, netizen justru menyangsikan kebenaran terkait penemuan alat pelacak tersebut. Bahkan tak sedikit yang mempertanyakan dari mana Tiyo yang notabene seorang mahasiswa memiliki mobil mewah tersebut.
Beberapa netizen mempertanyakan apakah dana KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang diterima Tiyo sebagai mahasiswa digunakan untuk membeli mobil mewah tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak berwajib maupun otoritas keamanan setempat terkait insiden pemasangan tracker portabel tersebut.
Sebagai seorang aktivis mahasiswa yang vokal, Tiyo Ardianto telah menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan selama ini bertujuan untuk mendorong perbaikan bangsa.
Menurut Tiyo, tindakan penanaman alat pelacak tersebut merupakan bentuk teror langsung yang menyasar dirinya. Ia menyebut bahwa tindakan tersebut tidak akan menghentikan sikap kritisnya terhadap pemerintah.
Terlepas dari kontroversi yang melibatkan Tiyo Ardianto, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan privasi individu di era digital. Bagaimana seharusnya kita melindungi diri dari ancaman keamanan siber dan menjaga privasi kita di dunia maya?
Perdebatan tentang keamanan dan privasi individu ini masih terus berlanjut. Namun, yang jelas adalah bahwa kita harus meningkatkan kesadaran dan kemampuan kita dalam melindungi diri dari ancaman keamanan siber.



Post Comment