Daftar Isi
Sekolapedia – 02 Juni 2026 | Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi sasaran utama pergerakan dana asing, dengan mencatatkan nilai foreign sell yang jauh lebih besar dibandingkan aksi beli.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026). Rupiah dibuka melemah sebesar 0,43% ke posisi Rp17.882.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang pada sesi I perdagangan hari ini, Selasa (2/6). Penguatan indeks saham hari ini terjadi sejalan dengan naiknya sejumlah saham pada papan perdagangan utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mayoritas saham kategori blue chip juga terpantau menguat pada sesi I perdagangan hari ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) misalnya, menguat 2,37% ke harga 3.020 per saham. Kemudian PT Bank Centra Asia Tbk (BBCA) menguat 2,19% ke harga Rp 5.825 per saham.
Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dikeluarkan dari indeks FTSE Global Equity Index Series Juni 2026. Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, mengatakan dampak utama dari keluarnya empat saham tersebut lebih banyak dirasakan oleh emiten yang terdampak dibandingkan terhadap pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Reaksi Pasar
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan negosiasi antara Iran dan AS terkait konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian yang masih tinggi berpotensi menjaga volatilitas pasar keuangan global dalam jangka pendek.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.42 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.852 dan harga jual sebesar Rp17.872 berdasarkan e-rate.
Kesimpulan
Saham BBCA dan BBRI menjadi sasaran utama pergerakan dana asing, dengan mencatatkan nilai foreign sell yang jauh lebih besar dibandingkan aksi beli. Rupiah melemah, dan IHSG lompat ke 6.218. Mayoritas saham kategori blue chip juga terpantau menguat pada sesi I perdagangan hari ini.

Post Comment