Niat Puasa Tasua dan Asyura yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Puasa Tasua dan Asyura merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya pada bulan Muharram. Setiap tahun, banyak umat Muslim mencari informasi mengenai niat puasa Tasua dan Asyura lengkap Arab, latin, dan artinya untuk memastikan ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.
Bulan Muharram sendiri merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini terdapat hari-hari istimewa yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan kebaikan, salah satunya adalah puasa Tasua dan Asyura.
Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Kedua puasa ini memiliki banyak keutamaan, terutama puasa Asyura yang disebut dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan bacaan niat puasa Tasua dan Asyura lengkap beserta penjelasan hukum, keutamaan, tata cara, dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Apa Itu Puasa Tasua dan Asyura?
Sebelum memahami niatnya, penting untuk mengetahui pengertian dari kedua puasa sunnah ini.
Pengertian Puasa Tasua
Tasua berasal dari kata Arab tis’ah yang berarti sembilan. Puasa Tasua dilakukan pada tanggal 9 Muharram.
Puasa ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai pelengkap puasa Asyura dan sebagai bentuk pembeda antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Pengertian Puasa Asyura
Asyura berasal dari kata Arab ‘asyarah yang berarti sepuluh. Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Puasa ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam karena dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW dan memiliki pahala yang besar.
Bacaan Niat Puasa Tasua
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunnah.
Berikut bacaan niat puasa Tasua yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa atau sebelum terbit fajar.
Niat Puasa Tasua Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Niat Puasa Tasua Latin
Nawaitu shauma Tāsū‘ā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Arti Niat Puasa Tasua
“Saya niat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta’ala.”
Membaca niat membantu menghadirkan kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.
Bacaan Niat Puasa Asyura
Selain puasa Tasua, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
Niat Puasa Asyura Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Niat Puasa Asyura Latin
Nawaitu shauma ‘Āsyūrā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Arti Niat Puasa Asyura
“Saya niat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”
Dengan membaca niat tersebut, seorang Muslim telah mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa sunnah yang penuh keberkahan.
Hukum Puasa Tasua dan Asyura
Puasa Tasua dan Asyura hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Artinya, orang yang melaksanakannya akan memperoleh pahala, sedangkan yang tidak melaksanakannya tidak berdosa.
Meskipun bukan kewajiban, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari-hari tersebut karena besarnya keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Dalil Tentang Puasa Asyura
Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan menjadi salah satu dasar utama anjuran melaksanakan puasa Asyura.
Mengapa Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Tasua?
Ketika Rasulullah SAW berada di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura.
Mereka menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS.
Beliau pun berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk melakukannya.
Namun, untuk membedakan diri dari kaum Yahudi, Rasulullah SAW berkeinginan menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram atau hari Tasua.
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Ada banyak keutamaan yang bisa diperoleh dari menjalankan kedua puasa sunnah ini.
1. Menghapus Dosa-Dosa Kecil
Keutamaan terbesar puasa Asyura adalah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
2. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Melaksanakan puasa Tasua dan Asyura merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan mengikuti sunnah beliau.
3. Mendapatkan Pahala yang Besar
Setiap ibadah sunnah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT.
4. Meningkatkan Ketakwaan
Puasa membantu seseorang mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
5. Menumbuhkan Rasa Syukur
Hari Asyura mengingatkan umat Islam pada pertolongan Allah kepada Nabi Musa AS sehingga menjadi momentum untuk memperbanyak rasa syukur.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Tasua dan Asyura
Pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya.
Membaca Niat
Niat dilakukan sebelum terbit fajar.
Melaksanakan Sahur
Sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan.
Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Memperbanyak Ibadah
Selain berpuasa, dianjurkan memperbanyak:
- Dzikir.
- Membaca Al-Qur’an.
- Sedekah.
- Doa.
- Istighfar.
Berbuka Puasa
Berbuka dilakukan ketika waktu Maghrib tiba.
Bolehkah Hanya Puasa Asyura Saja?
Banyak orang bertanya apakah boleh hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram tanpa puasa Tasua.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa Asyura tetap sah dan mendapatkan pahala meskipun dilakukan sendiri.
Namun yang lebih utama adalah:
- Puasa tanggal 9 dan 10 Muharram.
- Puasa tanggal 10 dan 11 Muharram.
- Puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
Urutan ini bertujuan untuk menyempurnakan ibadah dan mengikuti anjuran Rasulullah SAW.
Hikmah Menjalankan Puasa Tasua dan Asyura
Selain pahala, terdapat berbagai hikmah yang dapat dipetik.
Melatih Kesabaran
Puasa mengajarkan pengendalian diri dari berbagai keinginan.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Merasa lapar dan haus membantu memahami kondisi orang-orang yang kekurangan.
Meningkatkan Kedisiplinan
Puasa melatih seseorang untuk mengatur waktu dan menjaga perilaku.
Memperkuat Keimanan
Ibadah sunnah menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan Saat Muharram
Selain puasa Tasua dan Asyura, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan berikut:
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Bersedekah.
- Memperbanyak doa.
- Menjaga silaturahmi.
- Memperbanyak istighfar.
Bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
Kesimpulan
Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Beserta Keutamaannya menjadi informasi penting bagi umat Islam yang ingin menghidupkan sunnah Rasulullah SAW pada bulan Muharram. Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram dengan niat yang dibaca sebelum fajar.
Selain menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan, puasa Asyura juga memiliki keutamaan besar berupa penghapusan dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Dengan memahami niat, tata cara, dan hikmah puasa Tasua dan Asyura, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh keikhlasan demi meraih ridha Allah SWT.
penulis : silva aulia



Post Comment