Mengapa Puasa Tasua dan Asyura Sangat Dianjurkan dalam Islam?
Puasa Tasua dan Asyura merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Setiap memasuki bulan Muharram, umat Muslim di berbagai belahan dunia mulai mencari informasi mengenai keutamaan puasa Tasua dan Asyura, tata cara pelaksanaannya, hingga pahala yang dijanjikan bagi mereka yang mengerjakannya.
Bulan Muharram sendiri merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk menjalankan puasa sunnah Tasua dan Asyura.
Meski cukup populer, ternyata masih banyak umat Muslim yang belum mengetahui berbagai keutamaan besar yang terkandung dalam kedua puasa tersebut. Padahal, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap ibadah ini dan menganjurkan umatnya untuk mengamalkannya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai keutamaan puasa Tasua dan Asyura yang jarang diketahui, dalil-dalilnya, serta hikmah yang dapat dipetik dari pelaksanaan puasa sunnah di bulan Muharram.
Mengenal Puasa Tasua dan Asyura
Sebelum membahas keutamaannya, penting untuk memahami terlebih dahulu pengertian kedua puasa ini.
Apa Itu Puasa Tasua?
Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.
Kata “Tasua” berasal dari bahasa Arab yang berarti sembilan. Puasa ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai pelengkap puasa Asyura.
Apa Itu Puasa Asyura?
Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Kata “Asyura” berasal dari bahasa Arab yang berarti sepuluh. Hari Asyura memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam Islam.
Keutamaan Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun
Salah satu keutamaan terbesar puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menjadi salah satu dalil utama yang menunjukkan betapa besar pahala puasa Asyura.
Namun perlu dipahami bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
Puasa Terbaik Setelah Ramadan
Keutamaan lain yang sering terlupakan adalah bahwa puasa di bulan Muharram termasuk puasa sunnah terbaik setelah Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Muharram memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah SWT.
Karena itu, melaksanakan puasa Tasua dan Asyura menjadi kesempatan besar untuk meraih pahala yang berlimpah.
Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Puasa Tasua dan Asyura merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Ketika seorang Muslim menjalankan puasa ini, ia tidak hanya mendapatkan pahala puasa, tetapi juga pahala karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
Menghidupkan sunnah Rasulullah merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada beliau dan menjadi jalan untuk memperoleh syafaat di akhirat kelak.
Menjadi Bentuk Syukur kepada Allah SWT
Hari Asyura memiliki kaitan erat dengan kisah Nabi Musa AS.
Pada hari tersebut, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
Sebagai bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu.
Ketika Rasulullah SAW mengetahui hal tersebut, beliau juga menganjurkan umat Islam untuk berpuasa Asyura.
Dengan demikian, puasa Asyura menjadi simbol rasa syukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT.
Menambah Ketakwaan kepada Allah
Setiap ibadah puasa memiliki tujuan utama untuk meningkatkan ketakwaan.
Saat berpuasa, seseorang belajar untuk:
- Menahan lapar dan haus.
- Mengendalikan hawa nafsu.
- Menjaga lisan dari perkataan buruk.
- Menjaga perilaku dari perbuatan dosa.
Latihan spiritual ini membantu membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan dekat kepada Allah SWT.
Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
Di era modern yang serba cepat, kemampuan mengendalikan diri menjadi hal yang sangat penting.
Puasa Tasua dan Asyura mengajarkan:
- Kesabaran.
- Disiplin.
- Pengendalian emosi.
- Keikhlasan.
Nilai-nilai tersebut sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat.
Memperbanyak Amal Saleh di Bulan Muharram
Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Pada bulan ini, setiap amal saleh memiliki nilai yang sangat besar.
Puasa Tasua dan Asyura menjadi salah satu cara terbaik untuk mengisi bulan Muharram dengan ibadah yang bermanfaat.
Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan untuk:
- Membaca Al-Qur’an.
- Bersedekah.
- Berdzikir.
- Berdoa.
- Memperbanyak istighfar.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Salah satu hikmah puasa yang sering tidak disadari adalah meningkatnya kepedulian terhadap sesama.
Ketika merasakan lapar dan haus, seseorang akan lebih mudah memahami kondisi orang-orang yang hidup dalam keterbatasan.
Hal ini dapat mendorong munculnya:
- Empati.
- Kepedulian sosial.
- Semangat berbagi.
- Keinginan membantu sesama.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan memperbanyak sedekah saat menjalankan puasa sunnah.
Menjadi Momentum Memulai Tahun Baru Hijriah dengan Ibadah
Muharram merupakan awal tahun dalam kalender Islam.
Melaksanakan puasa Tasua dan Asyura dapat menjadi langkah positif untuk memulai tahun baru Hijriah dengan amal saleh.
Banyak ulama menyarankan agar umat Islam menjadikan Muharram sebagai momentum:
- Muhasabah diri.
- Memperbaiki ibadah.
- Meninggalkan kebiasaan buruk.
- Menyusun target kebaikan untuk satu tahun ke depan.
Keutamaan Puasa Tasua sebagai Pembeda Umat Islam
Rasulullah SAW menganjurkan puasa Tasua sebagai bentuk pembeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Beliau bersabda bahwa jika masih hidup pada tahun berikutnya, beliau akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram.
Hal ini menunjukkan pentingnya identitas umat Islam dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Bolehkah Hanya Puasa Asyura?
Sebagian orang mungkin tidak sempat melaksanakan puasa Tasua.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa Asyura tetap sah dan tetap memperoleh keutamaannya meskipun dilakukan tanpa puasa Tasua.
Namun yang lebih utama adalah:
- Puasa tanggal 9 dan 10 Muharram.
- Puasa tanggal 10 dan 11 Muharram.
- Puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
Dengan demikian, seorang Muslim dapat memperoleh keutamaan yang lebih sempurna.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Puasa Tasua dan Asyura
Agar ibadah berjalan optimal, ada beberapa hal yang perlu dihindari.
Menganggapnya Sebagai Puasa Wajib
Puasa Tasua dan Asyura merupakan puasa sunnah, bukan kewajiban.
Hanya Menahan Lapar dan Haus
Puasa juga mengharuskan menjaga perilaku dan perkataan.
Melupakan Niat
Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah.
Tidak Memanfaatkan Momentum Muharram
Muharram adalah bulan istimewa yang sebaiknya diisi dengan berbagai amal kebaikan.
Hikmah Spiritual dari Puasa Tasua dan Asyura
Selain pahala yang besar, terdapat banyak hikmah yang bisa dirasakan oleh orang yang melaksanakannya.
Membersihkan Jiwa
Puasa membantu menenangkan hati dan membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati.
Mendekatkan Diri kepada Allah
Ibadah sunnah menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Memperbaiki Akhlak
Pengendalian diri selama puasa membantu membentuk karakter yang lebih baik.
Menumbuhkan Rasa Syukur
Puasa mengingatkan manusia akan nikmat Allah yang sering kali terlupakan.
Kesimpulan
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura yang Jarang Diketahui Umat Muslim sangatlah banyak dan mencakup aspek spiritual, sosial, serta pembentukan karakter. Mulai dari penghapusan dosa setahun yang lalu, menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, meningkatkan ketakwaan, hingga menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat-Nya.
Sebagai salah satu amalan terbaik di bulan Muharram, puasa Tasua dan Asyura layak menjadi ibadah yang tidak dilewatkan oleh setiap Muslim. Dengan menjalankannya secara ikhlas dan sesuai tuntunan syariat, diharapkan seseorang dapat memperoleh pahala yang besar sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
penulis : silva aulia



Post Comment