Sekolapedia – 27 Juni 2026 | Gillette Stadium di Foxborough menjadi saksi bisu dominasi mutlak tim nasional Prancis dalam laga pamungkas Grup I Piala Dunia 2026. Bertanding melawan Norwegia, Les Bleues menunjukkan kelasnya sebagai kandidat kuat juara dunia dengan melumat armada Skandinavia tersebut lewat skor telak 4-1. Kemenangan ini memastikan Prancis menutup fase grup dengan catatan sempurna sekaligus memuncaki klasemen Grup I.
Dembele Mengukir Sejarah dengan Hat-trick Kilat
Bintang utama dalam laga ini adalah Ousmane Dembele. Pemain yang baru saja menyabet gelar Ballon d’Or tersebut tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick yang sangat cepat. Dembele hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk melengkapi koleksi tiga golnya, yakni pada menit ke-7, ke-20, dan ke-32. Pencapaian ini menempatkan Dembele sebagai pencetak hat-trick tercepat kedua dalam sejarah Piala Dunia, hanya kalah dari rekor Erich Probst milik Austria pada tahun 1954.
Gol pertama Dembele lahir pada menit ke-7 setelah memanfaatkan bola liar hasil serangan Michael Olise yang memicu kekacauan di lini pertahanan Norwegia. Gol kedua tercipta melalui kerja sama apik dengan Kylian Mbappe pada menit ke-20, di mana Dembele melepaskan tembakan keras dari kaki kirinya ke sudut gawang. Hat-trick Dembele ditutup pada menit ke-32 melalui sepakan rendah dari jarak 17 meter setelah menerima umpan panjang dari Aurelien Tchouameni. Tak berhenti di situ, Desire Doue menambah keunggulan Prancis pada menit-menit akhir laga, memastikan kemenangan telak bagi tim asuhan interim Guy Stephan.
Kontroversi Absennya Haaland dan Odegaard
Pertandingan ini sejatinya sangat dinantikan karena menjanjikan duel maut antara dua megabintang dunia, Kylian Mbappe dan Erling Haaland. Namun, ekspektasi penonton di stadion berujung kekecewaan saat melihat lini depan Norwegia tampil tanpa kehadiran Haaland maupun Martin Odegaard. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mengambil keputusan berisiko dengan mengistirahatkan sekitar 10 pemain inti dalam laga ini.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari pendukung Norwegia yang meneriakkan tuntutan agar Haaland turun ke lapangan. Namun, Solbakken menegaskan bahwa pilihannya bukanlah sebuah kenaifan, melainkan langkah medis yang terukur. Ia menjelaskan bahwa setelah evaluasi mendalam pasca laga melawan Senegal, banyak pemain inti yang mengalami kelelahan ekstrem. “Kami melakukan evaluasi dan melihat ada lima atau enam pemain yang sangat kelelahan, begitu juga dengan barisan pertahanan kami. Kami juga memiliki waktu istirahat paling singkat dibandingkan tim lain,” ujar Solbakken dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Bagi Norwegia, meskipun menelan kekalahan memalukan, hasil ini tetap membawa mereka lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup I. Mereka dijadwalkan akan menghadapi tim peringkat kedua dari Grup E, yakni Pantai Gading, di Arlington, Texas pada tanggal 30 Juni mendatang.
Duka di Balik Kemenangan dan Kebijakan FIFA
Di balik performa gemilang para pemain di lapangan, suasana di kubu Prancis diselimuti duka mendalam. Pelatih kepala Didier Deschamps terpaksa absen dalam pertandingan ini setelah ibundanya, Ginette, wafat. Situasi emosional ini sempat memicu ketegangan antara Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dengan FIFA. FFF sempat mengajukan permohonan agar para pemain diperbolehkan mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang ibu Deschamps, namun permintaan tersebut ditolak oleh badan sepak bola dunia tersebut.
Sebagai gantinya, FIFA memutuskan untuk mengadakan momen penghormatan yang ditujukan bagi para korban gempa bumi di Venezuela. Meskipun sempat menimbulkan kritik dari berbagai kalangan pecinta sepak bola, Prancis tetap mampu menjaga fokus dan profesionalisme mereka di lapangan hijau.
Nasib Senegal dan Klasemen Akhir Grup I
Selain laga Prancis vs Norwegia, Senegal juga berhasil mengamankan tempat di babak gugur. Setelah sempat terpuruk dengan kekalahan di dua laga awal, Teranga Lions bangkit dengan kemenangan telak 5-0 atas Irak. Kemenangan ini memberikan Senegal posisi ketiga di Grup I dengan selisih gol +2, yang cukup untuk menempatkan mereka sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.
| Posisi | Tim | Main | Poin | Status |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Prancis | 3 | 9 | Lolos (Babak 32 Besar) |
| 2 | Norwegia | 3 | 6 | Lolos (Babak 32 Besar) |
| 3 | Senegal | 3 | 3 | Lolos (Tim Terbaik ke-3) |
| 4 | Irak | 3 | 0 | Tersingkir |
Prancis kini bersiap menghadapi Swedia, peringkat ketiga Grup E, di East Rutherford, New Jersey pada Selasa, 30 Juni. Sementara itu, Senegal akan menunggu pemenang antara Kolombia atau Inggris untuk menentukan langkah mereka selanjutnya di fase gugur.
Kemenangan Prancis ini menegaskan status mereka sebagai kekuatan dominan di Piala Dunia 2026, sementara Norwegia harus segera membenahi lini pertahanan mereka yang rapuh jika ingin melangkah lebih jauh di babak knockout mendatang.



Post Comment